

Pendaki Tunadaksa Puncak Cartensz dan Elbrus, Sabar Gorky Menunggu Bantuan Pemerintah


Pendaki Tunadaksa Puncak Cartensz dan Elbrus, Sabar Gorky Menunggu Bantuan Pemerintah
Masalahnya
Sabar Gorky, pendaki tunadaksa ini telah mengibarkan bendera merah putih di puncak-puncak tertinggi dunia, seven summits, meski hanya dengan kondisi satu kaki. Puncak Carstentsz di Papua, Gunung Elbrus di Rusia dan Puncak Gunung Kilimanjaro di Tanzania.
Peraih medali emas kejuaraan panjat dinding dunia di Korea Selatan pada 2009 ini, tak banyak yang bisa dilakukan saat pandemi Covid-19. Beberapa rencana ekspedisi ke Carstensz dan Puncak Vinsos Massif yang semula dilakukan 2020 ditunda sampai waktu tak tentu. Untuk menyambung kebutuhan hidupnya, ia membuat kedai kopi, namun sekarang tak lagi berjalan. Ia terlibat di Korps Relawan Peduli Sungai (Karsa) Soloraya. Lagi-lagi untuk kebutuhan hidup ia mulai menjual beberapa perlengkapan mendakinya.
“Menghadapi pandemi ini, saya sangat bingung. Saya sangat berharap mudah-mudahan ada yang peduli, terus terang semoga Pak Jokowi atau pemerintah ada kelonggaran memikirkan nasib saya dengan memberikan rumah, mudah-mudahan,” kata Sabar yang bersama istri dan putrinya tinggal di rumah kontrakan di Solo.
Sabar Gorky telah mengharumkan nama Indonesia di puncak-punbcak tertinggi dunia, meski dengan satu kaki. Merah putih sudahg ia kibarkan di sana dengan segala keterbatasannya, Kini saatnya Indonesia memberikan kepedulian dan bantuan kepadanya.

Masalahnya
Sabar Gorky, pendaki tunadaksa ini telah mengibarkan bendera merah putih di puncak-puncak tertinggi dunia, seven summits, meski hanya dengan kondisi satu kaki. Puncak Carstentsz di Papua, Gunung Elbrus di Rusia dan Puncak Gunung Kilimanjaro di Tanzania.
Peraih medali emas kejuaraan panjat dinding dunia di Korea Selatan pada 2009 ini, tak banyak yang bisa dilakukan saat pandemi Covid-19. Beberapa rencana ekspedisi ke Carstensz dan Puncak Vinsos Massif yang semula dilakukan 2020 ditunda sampai waktu tak tentu. Untuk menyambung kebutuhan hidupnya, ia membuat kedai kopi, namun sekarang tak lagi berjalan. Ia terlibat di Korps Relawan Peduli Sungai (Karsa) Soloraya. Lagi-lagi untuk kebutuhan hidup ia mulai menjual beberapa perlengkapan mendakinya.
“Menghadapi pandemi ini, saya sangat bingung. Saya sangat berharap mudah-mudahan ada yang peduli, terus terang semoga Pak Jokowi atau pemerintah ada kelonggaran memikirkan nasib saya dengan memberikan rumah, mudah-mudahan,” kata Sabar yang bersama istri dan putrinya tinggal di rumah kontrakan di Solo.
Sabar Gorky telah mengharumkan nama Indonesia di puncak-punbcak tertinggi dunia, meski dengan satu kaki. Merah putih sudahg ia kibarkan di sana dengan segala keterbatasannya, Kini saatnya Indonesia memberikan kepedulian dan bantuan kepadanya.

Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 17 September 2021