
Kami sangat berterima kasih atas dukungan banyak pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu demi satu.. beberapa notaris, ketua DPRD, hakim, jaksa, budayawan dan tokoh masyarakat menandatangani serta membagikan petisi kami ini..
Bahkan beberapa diantaranya menawarkan bantuan lawyer bahkan material namun hingga saat ini (mohon maaf) belum kami rasakan mendesak dilakukan. Hal ini dikarenakan gerakan kami adalah gerakan moral karena kami menyadari upaya hukum dan prosedural telah lama kami tempuh dan tidak membuahkan hasil..
Murni gerakan kami hanya mendesak kepada pemerintah dalam hal ini jokowi selaku presiden untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang telah lama menimpa kami ini..
Kenapa jokowi? Karena permasalahan ini timbul di era presiden Soeharto sekitaran tahun 1996.. pelaku perampasan sertifikat Kelenteng Tiao Kak Sie yang atas nama Yayasan Buddha Metta itu mendasarkan perbuatannya tersebut atas tuduhan PKI terhadap kami.. dan acuan yg mereka gunakan adalah Keputusan Presiden.. kami berharap jokowi selaku presiden yang berkuasa saat ini bermurah hati memperhatikan permasalahan kaum minoritas seperti kami ini.
Kami bisa katakan perbuatan perampasan sertifikat Kelenteng Tiao Kak Sie atas nama Yayasan Buddha Metta tersebut cacat hukum karena Yayasan Buddha Metta selaku atas nama sertifikat tersebut berdiri setelah PKI dibubarkan.
Apakah mungkin mendirikan yayasan terkait PKI di era kepemimpinan presiden soeharto? Yayasan Buddha Metta berdiri tahun 1980-an. Hal ini membuktikan bahwa upaya mem-PKI-kan kami terlalu mengada2. Kami melihatnya sebagai upaya diskriminasi. Kriminalisasi terhadap minoritas. Merampas dengan dalih aturan PKI tahun 1960-an kepada yayasan yang berdiri tahun 1980-an dgn tuduhan PKI yang telah lama dibubarkan.
Maka kami percaya walaupun kami menandatangani penyerahan sertifikat itu dgn "sukarela dan tanpa paksaan" termasuk menandatangani dokumen apapun terkait hal tersebut sejatinya trauma tersebut sangat membekas menurut cerita para saksi sejarah semasa hidup.. karena tidak semua orang mampu bertahan untuk tidak goyah dibawah pucuk senjata api..
Kami sekali lagi tidak sedang berupaya untuk mempersalahkan atau mempermasalahkan hal2 yang lainnya.. yang kami harapkan adalah kembalinya sertifikat Kelenteng Tiao Kak Sie, Kelenteng Talang, dan Kelenteng Boen San Tong. Ketiga kelenteng tersebut kerap dikunjungi oleh alm. Presiden Gusdur.. saksi sejarah.. saksi kebudayaan.. saksi indahnya persatuan kami berbagai etnis di caruban cirebon ini.. menangislah kita jika Tiao Kak Sie berdiri dan berkembang di masa kerajaan,, lolos di masa penjajahan, bertahan dalam masa revolusi dan harus musnah di era kemerdekaan.. NKRI harga mati!!!