Petisi ditutup

Pak Presiden Jokowi, Apa Penerus Anda adalah Generasi Muda Sakit-sakitan karena Rokok?

Petisi ini mencapai 30.665 pendukung


***English Version***

Sungguh memprihatinkan, anak Indonesia masa kini sudah menjadi perokok pemula. Bagaimana tidak? Beberapa waktu yang lalu kasus anak perokok berat kembali mencuat!

Anak berusia 8 tahun dari Sukabumi dilaporkan Detik bisa menghabiskan dua bungkus rokok dalam sehari. Pada tahun 2012 yang lalu, kasus Ilham Hadi asal Karawang, Sukabumi, juga mencuat setelah baby smoker Aldi Rizal asal Sumsel menjadi isu internasional dan sensasi YouTube.

Apakah Bapak Presiden dan kabinetnya akan menutup mata saja dengan menjamurnya kasus baby smoker ini?

Saya adalah contoh nyata penderita kanker laring yang berusia 27 tahun. Seperti banyak yang lainnya, saya mengenal rokok pada usia muda saat masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar karena tuntutan pergaulan dengan tujuan agar tampak keren. Tanpa saya sadari, yang dulunya saya sering masuk koran karena prestasi, sekarang saya terkenal karena penyakit. Tidak lagi saya dapat meraih mimpi-mimpi saya untuk menjadi seorang vokalis band karena hancurnya pita suara.  Dan tidak lagi saya dapat mengutarakan rasa kasih sayang kepada istri tercinta setiap hari. 

Bapak Presiden, kami generasi muda Indonesia kini menjadi sasaran penjualan industri rokok. Eksploitasi rokok dan produk tembakau kian merajalela hingga ke usia yang sangat muda bahkan Indonesia memiliki julukan negara baby smoker. Data Komnas Anak menunjukkan setidaknya terdapat 239 ribu anak Indonesia yang berusia dibawah 10 tahun sudah menjadi perokok aktif, menandakan kegagalan besar pemerintah Indonesia dalam mewujudkan komitmennya untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Mayoritas generasi muda saat ini menjadi perokok karena terpengaruh iklan/promosi rokok yang besar-besaran sehingga mereka terjerat menjadi perokok pemula. Tidak adanya regulasi mengenai iklan rokok di media massa menjadikan kami target empuk terutama dengan penyampaian pesan-pesan yang menggiurkan.  Usaha dengan memberikan beasiswa, mendanai kompetisi-kompetisi olahraga dan pentas seni remaja juga dilakukan dengan dalih tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR (Corporate Social Responsibility).

Apakah Bapak akan tinggal diam terhadap kelonggaran – kelonggaran ini dan menyerahkan masa depan bangsa pada generasi yang sakit – sakitan?

Kualitas fisik generasi muda Indonesia kian menurun akibat rokok. Sudah tidak terhitung lagi jumlah korban seperti saya maupun keluarga korban yang maju dan memberikan testimoni akan pengalaman yang kami alami. Sebagai contoh lain juga terdapat Bapak Minat Hiras Panjaitan, seorang penderita kanker laring akibat menjadi perokok aktif sejak usia muda.

Berapa banyak generasi muda Indonesia yang harus merokok dan kemudian sakit agar Bapak Presiden dan pemerintahnya mau membuka mata dan mengendalikan penggunaan tembakau di Indonesia?

Pemerintahan Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla memang memiliki misi meningkatkan layanan kesehatan masyarakat dengan menginisiasikan kartu ‘Indonesia Sehat’. Apakah ini berarti rakyat Indonesia harus sakit karena rokok tembakau terlebih dahulu baru pemerintah baru akan mengambil langkah?

Berikan kami perlindungan dari bahaya rokok sekarang! Kami memiliki hak untuk menjadi individu yang sehat dalam lingkungan yang sehat pula!

Bapak Presiden, perlindungan terhadap bahaya rokok dapat secara mudah dilakukan hanya dengan mengadopsi Konvensi Pengendalian Tembakau atau FCTC (Framework Convention on Tobacco Control). Karena FCTC memberikan perlindungan secara menyeluruh seperti peningkatan harga dan cukai rokok, perlindungan terhadap asap rokok orang lain, kemasan dan pelabelan produk tembakau, larangan iklan promosi dan sponsor rokok, pengaturan produk dan pencantuman isi produk tembakau, pendidikan kesehatan, program berhenti merokok, pencegahan penyelundupan, penjualan rokok kepada anak-anak, dan bantuan untuk diversifikasi tanaman tembakau.

Saya percaya dengan mengadopsi Konvensi Pengendalian Tembakau, Bapak berani mewujudkan misi kesehatan dengan menghadapi epidemi tembakau dan menegaskan kembali hak seluruh generasi muda Indonesia – untuk memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya.

Karena itu, saya mohon agar Bapak Presiden yang terhormat dapat:

1. Melindungi generasi muda dari iklan dan teknik pemasaran yang menyesatkan,

2. Mencegah generasi muda, terutama anak-anak menjadi perokok pasif,

3. Mencegah generasi muda dapat membeli rokok dengan mudah dan murah tanpa mengerti bahayanya,

4. Memaksimalkan sumber daya petani dan penjual tembakau melalui kegiatan bertani lainnya yang memiliki nilai ekonomis.



Hari ini: Robby mengandalkanmu

Robby Indra Wahyuda membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "@jokowi, Apa Penerus Anda adalah Generasi muda Sakit-sakitan karena Rokok? #SelasaTanpaRokok". Bergabunglah dengan Robby dan 30.664 pendukung lainnya hari ini.