Usut tuntas dalang kasus kerusuhan Kariu-Ori, Maluku


Usut tuntas dalang kasus kerusuhan Kariu-Ori, Maluku
Masalahnya
Salam damai dari Maluku
Perkenalkan nama saya Jean Schaduw, saya adalah salah satu mahasiswa aktif pada salah satu perguruan tinggi negeri di kota Ambon provinsi Maluku. saya merupakan anak daerah asli Negeri/Desa Kariu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.
mungkin sebagian dari teman-teman belum mengetahui atau mungkin baru mendengar/membaca sekilas terkait konflik ulayat yang berujung pada penyerangan brutal yang terjadi kepada Negeri/Desa saya Kariu pada malam 25 Januari 2022 kemarin yang menghanguskan sebagian besar rumah kami dan bahkan sampai jatuh korban jiwa.
kami yang didalamnya adalah anak-anak, kaum lansia juga ibu hamil dipaksa lari ke hutan mencari perlindungan pada desa-desa tetangga kami yang jaraknya berkilo-kilometer dari Negeri/Desa kami. anak-anak kami trauma melihat kobaran api menghanguskan rumah-rumah mereka, isak tangis sepanjang jalan kami rasakan mengingat Negeri/Desa kami terbakar hangus, kami dihantui rasa takut mendengar suara senapan rakitan dan bom yang meledak seakan-akan memburu kami dalam pelarian kami mencari tempat pengungsian.
sudah cukup untuk semua penderitaan yang kami rasakan dan untuk itu kami meminta keadilan seadil-adilnya bagi pihak berwajib agar sesegera mungkin mengusut tuntas siapa saja orang-orang yang bertanggungjawab dibalik peristiwa tak bermoral ini dan memberikan sangsi hukum setimpal sesuai dengan apa yang dilakukan kepada kami. kami juga memohon bagi pemerintah pusat dalam hal ini kemensos dan beberapa lembaga terkait agar melihat dengan serius permasalahan konflik yang terjadi di Negeri/Desa kami ini, paling tidak melihat pemenuhan kebutuhan jangka pendek masyarakat yang sementara dalam lokasi pengungsian dan memperhatikan pemulihan jangka panjang rumah-rumah warga yang hangus terbakar akibat konflik ini.
semoga aparat penegak hukum dan pemerintah pusat mendengar tangis kami masyarakat kecil yang kehilangan rumah, harta benda, pekerjaan, bahkan orang yang kami sayangi akibat dari konflik ini.
Salam damai dalam kobaran api kemanusiaan.
Jean Schaduw

Masalahnya
Salam damai dari Maluku
Perkenalkan nama saya Jean Schaduw, saya adalah salah satu mahasiswa aktif pada salah satu perguruan tinggi negeri di kota Ambon provinsi Maluku. saya merupakan anak daerah asli Negeri/Desa Kariu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.
mungkin sebagian dari teman-teman belum mengetahui atau mungkin baru mendengar/membaca sekilas terkait konflik ulayat yang berujung pada penyerangan brutal yang terjadi kepada Negeri/Desa saya Kariu pada malam 25 Januari 2022 kemarin yang menghanguskan sebagian besar rumah kami dan bahkan sampai jatuh korban jiwa.
kami yang didalamnya adalah anak-anak, kaum lansia juga ibu hamil dipaksa lari ke hutan mencari perlindungan pada desa-desa tetangga kami yang jaraknya berkilo-kilometer dari Negeri/Desa kami. anak-anak kami trauma melihat kobaran api menghanguskan rumah-rumah mereka, isak tangis sepanjang jalan kami rasakan mengingat Negeri/Desa kami terbakar hangus, kami dihantui rasa takut mendengar suara senapan rakitan dan bom yang meledak seakan-akan memburu kami dalam pelarian kami mencari tempat pengungsian.
sudah cukup untuk semua penderitaan yang kami rasakan dan untuk itu kami meminta keadilan seadil-adilnya bagi pihak berwajib agar sesegera mungkin mengusut tuntas siapa saja orang-orang yang bertanggungjawab dibalik peristiwa tak bermoral ini dan memberikan sangsi hukum setimpal sesuai dengan apa yang dilakukan kepada kami. kami juga memohon bagi pemerintah pusat dalam hal ini kemensos dan beberapa lembaga terkait agar melihat dengan serius permasalahan konflik yang terjadi di Negeri/Desa kami ini, paling tidak melihat pemenuhan kebutuhan jangka pendek masyarakat yang sementara dalam lokasi pengungsian dan memperhatikan pemulihan jangka panjang rumah-rumah warga yang hangus terbakar akibat konflik ini.
semoga aparat penegak hukum dan pemerintah pusat mendengar tangis kami masyarakat kecil yang kehilangan rumah, harta benda, pekerjaan, bahkan orang yang kami sayangi akibat dari konflik ini.
Salam damai dalam kobaran api kemanusiaan.
Jean Schaduw

Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 28 Januari 2022
