PRESIDEN HARUS JADIKAN STATUS BENCANA NASIONAL DI LOMBOK

0 telah menandatangani. Mari kita ke 25.000.


Gempa bumi terus melanda Lombok hingga hari ini, Senin (20/8). Kekuatannya masih besar berkisar antara 5 SR hingga 7 SR. Sementara kehadiran presiden ke Lombok untuk mengunjungi para korban bencana tidak membuat nuraninya terketuk untuk menetapkan status bencana nasional pada daerah tersebut.

Tentu saja penanganan kepada para korban gempa akan lebih maksimal diberikan pemerintah pusat jika bencana gempa bumi Lombok dijadikan sebagai bencana nasional. Karena kalau hanya statusnya bencana daerah tentunya penanganan setelah selesai tanggap darurat akan menjadi masalah baru yang menjadi beban pemerintah daerah. Apalagi wilayah yang menjadi dampak gempa hampir semua pulau Lombok.

Berdasarkan data dari BNPB lebih dari 460 orang meninggal. terdapat 671 unit fasilitas pendidikan rusak. Masing-masing 124 PAUD, 341 SD, 95 SMP, 55 SMA, 50 SMK, dan 6 SLB.. Selain itu, terdapat kerusakan 52 unit fasilitas kesehatan (1 rumah sakit, 11 puskesmas, 35 pustu, 4 polindes, 1 gedung farmasi), 128 unit fasilitas peribadatan (115 masjid, 10 pura, 3 pelinggih), 20 unit perkantoran, 6 unit jembatan, dan jalan-jalan rusak dan ambles akibat gempa. Bisa jadi data tersebut akan bertambah seiring dengan gempa susulan yang terus terjadi..

 “Jangan jadikan kunjungan ke Lombok sebagai pencitraan belaka”.



Hari ini: KAMMI mengandalkanmu

KAMMI membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: TETAPKAN GEMPA LOMBOK MENJADI BENCANA NASIONAL". Bergabunglah dengan KAMMI dan 17.794 pendukung lainnya hari ini.