

Presiden Jokowi, Akuilah Bendera Merah Putih dari Kediri!


Presiden Jokowi, Akuilah Bendera Merah Putih dari Kediri!
Masalahnya
Apapun alasannya, sejarah tak boleh dilupakan. Tak boleh diingkari. Sejak kanak-kanak, kita dijejali pelajaran sejarah, mulai SD, SMP hingga SMA, tidak pernah sekalipun kita temukan narasi, dari manakah inspirasi para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia saat memilih Sang Saka Merah Putih sebagai Bendera Negara Indonesia?
Seperti ditulis situs sejarah populer Historia.id, Jayakatwang pada 1292 M mengibarkan Bendera Merah Putih saat merayakan kemenangannya usai menyerbu Kerajaan Singhasari di masa pemerintahan Kertanegara. Jayakatwang sendiri raja di Kerajaan Glang-Glang yang sejak tahun 1271, memindahkan pusat pemerintahannya ke Daha (Kadiri).
Itulah mengapa Prasasti Kudadu, Kakawin Nagarakertagama, Serat Pararaton, Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Harsawijaya mencatat Sri Jayakatwang sebagai penguasa Daha. Begitu pula berita Cina, Sejarah Dinasti Yuan, yang melaporkan pusat kekuasaannya berada di Da-ha.
Versi lain dari sejarah Bendera Merah Putih di tulis oleh Tirto.id demikian: Sebelum zaman Majapahit, tulis Ubet Zubaidi dalam buku Taklukkan! Syarat-Syarat Kecakapan Umum: Pramuka Penegak Bantara Laksana (2018), Kerajaan Kadiri atau Kediri (1045–1222) juga telah memakai lambang merah-putih.
Sementara Tribuntravel.com mengungkapkan: Jauh sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945 digaungkan, panji merah putih sudah dipakai oleh Pangeran Diponegoro bahkan oleh Kerajaan Kediri tahun 1292.
Pada saat tanah Jawa berada di puncak kejayaannya, Raja Jayakatong (Jayakatwang) dari Kediri yang melawan Kerajaan Singasari di bawah tampuk kekuasaan Kertanegara, sudah mengibarkan panji berwarna merah putih, tepatnya pada 1292.
Masih banyak tulisan ataupun teks lain yang menyatakan Bendera Merah Putih berasal dari Kediri atau Kadiri atau Daha, lalu bagaimana bisa pelajaran sejarah tidak pernah mencatatnya atau fakta ini tidak pernah dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran siswa?
Kita terlalu lama dijejali sejarah era kebesaran Majapahit yang gilang-gemilang sementara kita dibutakan dari sejarah benda sakral Sang Saka Merah Putih yang pada saat-saat tertentu dengan sikap sempurna kita tegak memberi hormat padanya?
Apakah negara malu mengakui, bahwa Merah Putih pertama kali dikibarkan oleh Jayakatwang, yang digambarkan sebagai pemberontak oleh Singhasari, padahal versi rakyat Kadiri pada masa itu bersuka-cita karena sang raja berhasil membebaskan mereka dari penjajahan Singhasari?
Lalu, apakah ada fakta lain dari sejarah Sang Saka Merah Putih? Penting bagi negara, dalam hal ini Presiden Joko Widodo untuk meluruskannya. Pilihannya ada dua, mengakui bahwa Merah Putih dikibarkan pertama kali di Kediri atau mengungkap fakta atau sejarah versi lainnya?

Masalahnya
Apapun alasannya, sejarah tak boleh dilupakan. Tak boleh diingkari. Sejak kanak-kanak, kita dijejali pelajaran sejarah, mulai SD, SMP hingga SMA, tidak pernah sekalipun kita temukan narasi, dari manakah inspirasi para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia saat memilih Sang Saka Merah Putih sebagai Bendera Negara Indonesia?
Seperti ditulis situs sejarah populer Historia.id, Jayakatwang pada 1292 M mengibarkan Bendera Merah Putih saat merayakan kemenangannya usai menyerbu Kerajaan Singhasari di masa pemerintahan Kertanegara. Jayakatwang sendiri raja di Kerajaan Glang-Glang yang sejak tahun 1271, memindahkan pusat pemerintahannya ke Daha (Kadiri).
Itulah mengapa Prasasti Kudadu, Kakawin Nagarakertagama, Serat Pararaton, Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Harsawijaya mencatat Sri Jayakatwang sebagai penguasa Daha. Begitu pula berita Cina, Sejarah Dinasti Yuan, yang melaporkan pusat kekuasaannya berada di Da-ha.
Versi lain dari sejarah Bendera Merah Putih di tulis oleh Tirto.id demikian: Sebelum zaman Majapahit, tulis Ubet Zubaidi dalam buku Taklukkan! Syarat-Syarat Kecakapan Umum: Pramuka Penegak Bantara Laksana (2018), Kerajaan Kadiri atau Kediri (1045–1222) juga telah memakai lambang merah-putih.
Sementara Tribuntravel.com mengungkapkan: Jauh sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945 digaungkan, panji merah putih sudah dipakai oleh Pangeran Diponegoro bahkan oleh Kerajaan Kediri tahun 1292.
Pada saat tanah Jawa berada di puncak kejayaannya, Raja Jayakatong (Jayakatwang) dari Kediri yang melawan Kerajaan Singasari di bawah tampuk kekuasaan Kertanegara, sudah mengibarkan panji berwarna merah putih, tepatnya pada 1292.
Masih banyak tulisan ataupun teks lain yang menyatakan Bendera Merah Putih berasal dari Kediri atau Kadiri atau Daha, lalu bagaimana bisa pelajaran sejarah tidak pernah mencatatnya atau fakta ini tidak pernah dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran siswa?
Kita terlalu lama dijejali sejarah era kebesaran Majapahit yang gilang-gemilang sementara kita dibutakan dari sejarah benda sakral Sang Saka Merah Putih yang pada saat-saat tertentu dengan sikap sempurna kita tegak memberi hormat padanya?
Apakah negara malu mengakui, bahwa Merah Putih pertama kali dikibarkan oleh Jayakatwang, yang digambarkan sebagai pemberontak oleh Singhasari, padahal versi rakyat Kadiri pada masa itu bersuka-cita karena sang raja berhasil membebaskan mereka dari penjajahan Singhasari?
Lalu, apakah ada fakta lain dari sejarah Sang Saka Merah Putih? Penting bagi negara, dalam hal ini Presiden Joko Widodo untuk meluruskannya. Pilihannya ada dua, mengakui bahwa Merah Putih dikibarkan pertama kali di Kediri atau mengungkap fakta atau sejarah versi lainnya?

Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Pengambil Keputusan

Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 16 Juni 2021