Mengenaskan! Banyaknya spesies laut mati akibat sampah plastik, saatnya desak pemerintah!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Lagi, seekor paus ditemukan mati akibat menelan puluhan kilo sampah plastik. Menurut berita Liputan6.com pada April 2019, seekor paus sperma (Physeter macrocephalus) ditemukan mati akibat menelan puluhan kilo sampah plastik. Bangkainya ditemukan terdampar di sebuah pantai di Porto Cervo, tujuan wisata populer di Sardinia, Italia. Yang paling menyedihkan, paus ini diketahui dalam keadaan hamil setelah dilakukan pembedahan dan ditemukan 22 kg sampah plastik di dalam tubuhnya diantaranya berisi kantong plastik, jala, tali pancing dan benda plastik lainnya. Banyaknya kasus spesies laut mati akibat menelan puluhan sampah plastik marak terjadi belakangan ini. Itu artinya sampah plastik di lautan sudah merusak tatanan ekosistem laut. Perlunya kesadaran diri serta dukungan penuh pemerintah dalam mengatasi persoalan lingkungan ini harus terus disuarakan dan digalakkan program-program penanggulangan sampah plastik begitupun pencegahan ataupun pengurangan produk plastik itu sendiri. Baru-baru ini sebuah berita cukup membahagiakan datang dari kementrian keuangan yang akan melakukan tariff cukai terhadap kantong plastik karena plastik sendiri telah menyumbangkan 16 hingga 17% dari total sampah di Indonesia. Tapi ini semua belum cukup signifikan dalam hal mengatasi sampah plastik.

Tujuan dibuatnya petisi ini, diperlukan dukungan penuh pemerintah untuk membuat peraturan resmi mengenai “redesign” produksi kemasan plastik pada makanan,minuman dan kebutuhan rumah tangga agar kemasannya tidak mubazir, harus dikemas sesuai isi kemasan itu sendiri. Maksimal isi produk kemasan plastik yang diperbolehkan hanyalah lebih besar 20% dari dimensi  produk itu sendiri. Contoh kemasan yang rapi dan efisien misalnya kemasan plastik pada mie instan, sosis, nugget, diapers, dll karena kemasan plastik sama besar dengan isi produk di dalamnya. Contoh kemasan terburuk dan boros terdapat pada snacks makanan ringan, kopi sachet, detergent, dll yang mana isi kemasan tidak sesuai dengan kemasan plastiknya yang masih berlebih kapasitasnya di atas 60%.  Padahal untuk kemasan plastik produk-produk ini bisa dikemas kurang dari 40%-nya saja dari 100% kemasan plastik yang digunakan saat ini. Petisi ini ditujukan kepada Presiden Joko Widodo sebagai pemimpin tertinggi pemerintahan RI, mentri perindustrian, mentri lingkungan hidup, mentri koordinator bidang kemaritiman, mentri  kelautan dan perikanan dan mentri keuangan. Sebagai Pemegang kuasa tertinggi di pemerintahan dan di departemen pemerintahan yang mereka naungi. Pentingnya dukungan pemerintah untuk membuat regulasi dan aturan hukum bagi produsen plastik dengan me-redesign kemasan serta mengurangi volume produksi kemasan plastik, paling tidak dapat membantu mengurangi limbah plastik di bumi Indonesia. Sudah jadi tanggung jawab bersama, kita menjaga lingkungan, laut dan bumi kita demi kelangsungan hidup di masa mendatang. Masa depan planet bumi, bumi kita.

Dimohon untuk menyebarkan petisi ini sebanyak-banyaknya agar sampai kepada pemerintah kita. Rakyat dan pemerintah harus bersatu dalam mengatasi persoalan lingkungan. Kalo bukan kita siapa lagi? Alam semesta akan lebih bersahabat dengan kita jika kita mampu menjaga dan merawatnya dengan baik.