BEBASKAN ZA

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


ZA,  seorang pelajar SMA berusia 17 tahun di Malang saat ini menghadapi tuntutan hukuman seumur hidup.  Ia dikenakan pasal pembunuhan berencana oleh JPU.  

Sangat tidak masuk akal tuntutan JPU itu, mengingat ZA membunuh begal yang memaksanya menyerahkan hartanya dan akan memperkosa pacarnya.  Bagaimana bisa JPU menggunakan pasal pembunuhan berencana? 

Apakah karena ZA kedapatan membawa pisau saat kejadian.  Guru ZA memberi kesaksian bahwa pisau itu digunakan untuk pelajaran prakarya. 

Andaikan pisau itu dibawa ZA untuk bela diri sekalipun,  tetap tidak masuk akal Jik itu dituduhkan untuk merencanakan membunuh si begal.  

Persepsi JPU, mungkin ketika ZA membawa pisau untuk bela diri dianggap sebagai rencana pembunuhan.  Padahal,  membela diri tidak selalu membunuh,  jika memungkjnkan. 

Pembunuhan berencana itu seharusnya jika ZA sudah tahu kalau dia hendak dibegal dan tahu siapa begalnya,  lalu dia membawa pisau. Pisau itu direncanakan untuk membunuh begal itu.  Apakah ini masuk akal,  ZA sudah tau akan dibegal dan tahu siapa begalnya sebelum kejadian? 

ZA membunuh begal dalam rangka untuk membela diri dan pacarnya.  Dia hanya ada dua pilihan,  membunuh begal atau rela pacarnya diperkosa. 

Jika dikatakan membela diri tidak harus membunuh,  lukai saja lalu kabur.  Teori itu tidak semudah praktek,  apalagi dalam kondisi segenting itu. 

Kalau saja saat kejadian ada polisi,  ZA tentu tidak harus bertindak sendiri.  

Tuntutan untuk ZA sangat tidak adil.  Jangan sampai rakyat tidak percaya hukum dan pilih main hakim sendiri. 

Bebaskan ZA!

https://www.instagram.com/p/B7a7q8dnZoE/?igshid=1wap0spuey3v8