Abolish Female Military "Virginity" Testing

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


(Available in English & Bahasa Indonesia)

Sampai detik ini, tes "keperawanan" masih wajib bagi wanita yang ingin menjadi atau menikahi anggota militer di Indonesia. Tes ini telah dideklarasikan sebagai PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA oleh The Human Rights Watch. Prosedurnya menyakitkan, memalukan, dan tidak memiliki basis ilmiah. Untuk lulus, selaput dara, atau "hymen" di dalam alat kelamin perempuan harus dinyatakan utuh oleh seorang dokter - yang tak jarang laki-laki - lewat "tes dua jari". Selaput ini dapat sobek karena alasan non-seksual. Bersepeda, melakukan split, genetika, dan banyak faktor lainnya dapat menjadi akibat. Bahkan, seorang wanita dapat memiliki selaput utuh walau telah berhubungan seks.

Penting untuk diingat bahwa perihal ini adalah urusan pribadi setiap orang. Selain itu, apa hubungan "keperawanan" dengan fisik dan sikap mental militer? Jika pun ada, mengapa ekspektasi ini hanya ditujukan pada wanita?

Mari, lindungilah hak mereka yang berjuang sepenuh hati untuk bangsa.

 

To this day, "virginity" tests are still being conducted on women who aim to apply to the military or are marrying military personnel in Indonesia. The test has been declared a VIOLATION OF HUMAN RIGHTS by the Human Rights Watch. The procedure is painful, humiliating, and lacks the support of scientific evidence. To pass, a woman's hymen must be declared intact by an often male doctor using a "two-finger test". In fact, hymens can rip due to activities outside of intercourse. Cycling, doing splits, genetics, and other factors can contribute. Furthermore, there are women whose hymens remain intact despite having had sex before. More importantly, in addition to it being no one else's business, what connection does "virginity" have with military mentality? Even if links existed, why is this expectation only being imposed on women?

Please, with your help, the rights of those who wish to serve their nation in dignity can be protected. 

 

 

For more information/informasi lebih lanjut: https://www.hrw.org/news/2015/05/13/indonesia-military-imposing-virginity-tests

Recent news/berita baru: https://www.hrw.org/news/2017/11/22/indonesia-no-end-abusive-virginity-tests

Image source/sumber foto: http://trinilulz.com/indonesia-demands-that-female-military-recruits-are-virgins-requires-a-two-finger-test/

Police women still victims/polisi wanita masih terlibat: http://www.economist.com/news/asia/21699158-unintended-consequences-outrageous-tradition-taking-cop-out-copulation



Hari ini: Latisha mengandalkanmu

Latisha Rosabelle membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: Abolish Female Military "Virginity" Testing". Bergabunglah dengan Latisha dan 1.378 pendukung lainnya hari ini.