

TOLAK PEMBANGUNAN PATUNG YESUS TERTINGGI DI DUNIA YANG DIGAGAS PEMKAB TOBA?


TOLAK PEMBANGUNAN PATUNG YESUS TERTINGGI DI DUNIA YANG DIGAGAS PEMKAB TOBA?
Masalahnya
Pembangunan Patung Yesus yang digagas Pemkab Toba merupakan program tak bermanfaat dalam situasi deraan pandemi Covid 19.
Lebih bijak jika upaya peningkatan kemampuan petani dan UMKM ditingkatkan untuk swasembada pangan dan peningkatan ekonomi kerakyatan.
Hal yang sama (Pembangunan Patung Yesus) sedang berlangsung di Kab. Samosir yang nota bene hanya berjarak puluhan kilometer dan sama- sama di daerah pinggiran danau Toba.
Negara ini sedang menghadapi situasi darurat akibat ancaman gelombang ke 3 virus yang mengalami mutasi. Ekonomi susah, ketahanan pangan diuji, stok bansos menipis, bahkan BUMN sudah divestasi. Distribusi vaksin tersendat dan kekebalan komunitas belum tercapai, masih mencekam.
Kelangsungan proses belajar mengajar di Kab. Toba masih rumit, guru belum di vaksin. Orang tua semakin terbeban dengan cara belajar daring, anak-anak sudah bosan dengan cara belajar daring. Terancam pendidikan akan mengalami "lost learning".
Banyak persoalan warga di Toba yang masih harus diprioritaskan, di beberapa desa tanah ulayat bahkan perkampungan diklaim masuk wilayah register, satu contoh desa Natumingka di Kec. Borbor.
Di Toba sense of crisis pejabat tidak ada dengan program yang tidak berpihak pada masyarakat luas.
Masalahnya
Pembangunan Patung Yesus yang digagas Pemkab Toba merupakan program tak bermanfaat dalam situasi deraan pandemi Covid 19.
Lebih bijak jika upaya peningkatan kemampuan petani dan UMKM ditingkatkan untuk swasembada pangan dan peningkatan ekonomi kerakyatan.
Hal yang sama (Pembangunan Patung Yesus) sedang berlangsung di Kab. Samosir yang nota bene hanya berjarak puluhan kilometer dan sama- sama di daerah pinggiran danau Toba.
Negara ini sedang menghadapi situasi darurat akibat ancaman gelombang ke 3 virus yang mengalami mutasi. Ekonomi susah, ketahanan pangan diuji, stok bansos menipis, bahkan BUMN sudah divestasi. Distribusi vaksin tersendat dan kekebalan komunitas belum tercapai, masih mencekam.
Kelangsungan proses belajar mengajar di Kab. Toba masih rumit, guru belum di vaksin. Orang tua semakin terbeban dengan cara belajar daring, anak-anak sudah bosan dengan cara belajar daring. Terancam pendidikan akan mengalami "lost learning".
Banyak persoalan warga di Toba yang masih harus diprioritaskan, di beberapa desa tanah ulayat bahkan perkampungan diklaim masuk wilayah register, satu contoh desa Natumingka di Kec. Borbor.
Di Toba sense of crisis pejabat tidak ada dengan program yang tidak berpihak pada masyarakat luas.
Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 24 April 2021