Confirmed victory
Petitioning Bupati Mojokerto Mustafa Kemal Pasha and 4 others

Jangan rusak Trowulan, tolak pabrik baja, tetapkan cagar budaya! #saveTrowulan


UPDATE: MENANG!

Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) bersama Jaringan Pelestarian Majapahit (JPM) mengucapkan terima kasih untuk 10.314 (sepuluh ribu tiga ratus empat belas) penandatangan petisi #SaveTrowulan dichange.org/saveTrowulan.

Sebuah dukungan luar biasa bagi perjuangan masyarakat untuk menyelamatkan kawasan Trowulan dengan menolak rencana pembangunan pabrik baja di Trowulan serta mendorong pemerintah segera menetapkan status cagar budaya bagi kawasanTrowulan.

Penandatangan petisi tidak hanya dari Indonesia namun dari manca negara, apalagi setelah BPPI mengajukan nominasi Trowulan ke World Monuments Fund (WMF) yang berhasil mendapat pernyataan resmi WMF pada 8 Oktober 2013 bahwa Trowulan masuk ke dalam 2014 World Monuments Watch sebagai situs pusaka yang perlu mendapat perhatian karena terancam kehancuran.

Berbekal tandatangan petisi ini kami menemui Bupati Mojokerto dan Gubernur Jawa Timur pada Jumat, 18 Oktober 2013. Rombongan BPPI terdiri dari Hashim Djojohadikusumo (Ketua Dewan Penyantun), Heri Akhmadi (Dewan Penyantun yang juga anggota DPR RI), Luluk Sumiarso (Ketua Dewan Pimpinan), Catrini P. Kubontubuh (Wakil Ketua Dewan Pimpinan), Dwi Cahyono (Anggota Dewan Pimpinan) serta Adrian Perkasa (Direktur Eksekutif).

Mustofa Kemal Pasha-Bupati Mojokerto menyatakan akan menghentikan pembangunan pabrik bajadengan komitmen sebagai berikut:

1.  Tidak mengeluarkan ijin-ijin berikutnya yang diperlukan untuk melengkapi persyaratan pendirian pabik baja yang belum dikeluarkan saat ini.

2. Merelokasi pabrik baja ke luar kawasan Trowulan serta menganggarkan untuk membeli dan mengganti rugi tanah lokasi pabrik baja saat ini.

3. Berupaya menjaga situasi yang kondusif bagi warga sekitar.

Sementara H. Soekarwo - Gubernur Jawa Timur memberikan dukungan dengan menyerukan Bupati Mojokerto untuk menghentikan pembangunan pabrik baja.

Sekali lagi terimakasih atas partisipasi dukungan teman-teman semua. Mari kita lanjutkan dengan mengawal komitmen aparat terkait di atas, dan mari kita mulai bersama pelestarian kawasan Trowulan serta pusaka Indonesia secara menyeluruh.

Salam lestari,

Atas nama BPPI & JPM,

 

Catrini P. Kubontubuh & Adrian Perkasa

 

Trowulan adalah situs kota Majapahit. Pusaka masa kerajaan Majapahit. Sejak tercatat dalam karya Thomas Stamford Raffles, The History of Java, tak hanya masyarakat Jawa dan Bali yang memiliki keterikatan dengan leluhur masa itu, tapi juga masyarakat dunia.

<Englsh version below>

Jika saat ini melihat situs kota pusaka itu, sulit rasanya percaya kebesaran kerajaan ini atau cerita kemegahan istananya dari sumber–sumber Jawa Kuna, Cina, dan Eropa. Nyaris tak berbekas. Kerusakan dan pengrusakan terus terjadi di situ. Sampai hari ini.

Bahkan kini tengah dirancang pendirian pabrik baja PT Manunggal Sentral Baja, persis di kawasan situs Majapahit di Jalan Raya Mojokerto - Jombang, Trowulan, Mojokerto.

Tapi belum terlambat jika kita bergerak. Bantu kami ya menandatangani dan menyebar petisi ini, agar Trowulan ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya dan tidak hancur karena pendirian pabrik baja.

Bagaimana pun, ada harapan besar bahwa pusaka-nya masih bisa ditemukan. Seperti pusaka kerajaan di Asia Tenggara era kerajaan Majapahit: dari kerajaan Ayutthaya di Thailand sampai kerajaan Khmer di Kamboja. Kebesarannya masih terasa saat kita mendatangi situs (ibu) kota-nya.

Kebesaran kerajaan ini ikut menginspirasi pendiri bangsa Indonesia. Muhammad Yamin yang berasal Sumatera, adalah penganjur paling terkemuka tentang pentingnya rasa kebangsaan yang merujuk pada warisan kejayaan masa lalu: kebesaran Majapahit.

Rasa kebangsaan mendapat suntikan pemikiran besar bahwa pernah di suatu masa, kekuasaan bangsanya meliputi wilayah yang luas, melampaui batas wilayah Hindia Belanda.

Sekali lagi, bantu ya sebar petisi ini agar terkumpul banyak suara penyelamatan situs bersejarah ini. Desak Bupati Mojokerto, Kepala BPCB dan  Gubernur Jatim, juga untuk membatalkan rencana pendirian pabrik baja di atas kawasan itu.

Kawasan Pusaka Majapahit tidak hanya berkaitan dengan temuan arkeologis, tapi juga penerapan tata ruang yang memperhatikan keharmonisan pusaka dalam rencana tata kawasan, langgam arsitektur, kelestarian lingkungan, kegiatan budaya yang berkualitas, dan berbagai aspek sebagaimana layaknya Kota Pusaka. Jadi, rasanya keliru besar jika tiba-tiba sebuah pabrik baja akan didirikan di atas kawasan ini.

Terima kasih! #saveTrowulan

===================================================================

 

Trowulan, located in East Java is an important heritage site of the Majapahit Kingdom. After being cited in Thomas Stamford Raffles’ “The History of Java” Trowulan received more attention not only from citizens of Java and Bali but also citizens of the world.

Looking at the site now, it is hard to imagine the past glory of the Majapahit kingdom, tales of luxury and grandeur from various sources: Javanese, Chinese, and European records. Traces of the once grand kingdom of Majapahit are constantly being destroyed. 

Now construction of a steel plant owned by PT Manunggal Central Baja in Trowulan risk further endangerment of the Majapahit heritage site.

But, It’s not too late if we involve ourselves in the movement. Help the movement by signing and spreading this petition to urge government officials to recognize Trowulan as a heritage area to stop the construction of the steel plant.

The Majapahit heritage site does more than just give us archaeological findings. More attention should be given to the application of spatial harmony in the regional planning, architectural style, environmental sustainability, cultural activities, and various other aspects that apply to a city of heritage.

There are high hopes that pieces of the Majapahit heritage can still be found and preserved. We hope that it can at least be compared with other heritage sites in South East Asia kingdoms that existed in the same era as the Majapahit kingdom, Kingdoms such as the Ayutthaya kingdom in Thailand, and the Khmer kingdom in Cambodia.

 

Once again, please help us by signing and spreading this petition, by doing so, many voices and support from all over the world can come together to rescue this important heritage site.

Thank you! #saveTrowulan

Letter to
Bupati Mojokerto Mustafa Kemal Pasha
Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur Aris Soviyani
Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kacung Marijan
and 2 others
Wakil Menteri Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti
Gubernur Jawa Timur Soekarwo
Jangan rusak Trowulan, tolak pabrik baja, tetapkan cagar budaya! #saveTrowulan

Trowulan adalah situs kota Majapahit. Pusaka masa kerajaan Majapahit. Sejak tercatat dalam karya Thomas Stamford Raffles, The History of Java, tak hanya masyarakat Jawa dan Bali yang memiliki keterikatan dengan leluhur masa itu, tapi juga masyarakat dunia.

Jika saat ini melihat situs kota pusaka itu, sulit rasanya percaya kebesaran kerajaan ini atau cerita kemegahan istananya dari sumber–sumber Jawa Kuna, Cina, dan Eropa. Nyaris tak berbekas. Kerusakan dan pengrusakan terus terjadi di situ. Sampai hari ini.

Bahkan kini tengah dirancang pendirian pabrik baja PT Manunggal Sentral Baja, persis di kawasan situs Majapahit di Jalan Raya Mojokerto - Jombang, Trowulan, Mojokerto.

Tapi belum terlambat jika kita bergerak. Bantu kami ya tandatangani dan menyebar petisi ini, agar Trowulan ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya dan tidak hancur karena pendirian pabrik baja.

Bagaimana pun, ada harapan besar bahwa pusaka-nya masih bisa ditemukan. Seperti pusaka kerajaan di Asia Tenggara era kerajaan Majapahit: dari kerajaan Ayutthaya di Thailand sampai kerajaan Khmer di Kamboja. Kebesarannya masih terasa saat kita mendatangi situs (ibu) kota-nya.

Kebesaran kerajaan ini ikut menginspirasi pendiri bangsa Indonesia. Muhammad Yamin yang berasal Sumatera, adalah penganjur paling terkemuka tentang pentingnya rasa kebangsaan yang merujuk pada warisan kejayaan masa lalu: kebesaran Majapahit.

Rasa kebangsaan mendapat suntikan pemikiran besar bahwa pernah di suatu masa, kekuasaan bangsanya meliputi wilayah yang luas, melampaui batas wilayah Hindia Belanda.

Sekali lagi, bantu ya sebar petisi ini agar terkumpul banyak suara penyelamatan situs bersejarah ini. Desak Bupati Mojokerto, Kepala BPCB dan Gubernur Jatim, juga untuk membatalkan rencana pendirian pabrik baja di atas kawasan itu.

Kawasan Pusaka Majapahit tidak hanya berkaitan dengan temuan arkeologis, tapi juga penerapan tata ruang yang memperhatikan keharmonisan pusaka dalam rencana tata kawasan, langgam arsitektur, kelestarian lingkungan, kegiatan budaya yang berkualitas, dan berbagai aspek sebagaimana layaknya Kota Pusaka. Jadi, rasanya keliru besar jika tiba-tiba sebuah pabrik baja akan didirikan di atas kawasan ini.

Terima kasih! #saveTrowulan

Trowulan, an area which located in East Java, is the heritage site of Majapahit kingdom. Since it recorded in the works of Thomas Stamford Raffles “The History of Java”, Trowulan site began received more attention from the world, not only by the Javanese and Balinese.

Currently, if you see that site, it’s hard to believe the greatness of the Majapahit kingdom or the stories of grandeur and luxurious palace from many sources such as Javanese, Chinese, and European records. It is almost without trace there. Destructions and vandalisms continue to occur until now. Moreover, there is construction of steel plant owned by PT Manunggal Central Baja in Trowulan, near the Wringin Lawang site.

But, it’s not too late if we involved in the movement. Help us to sign and spread this petition to urge the government to set Trowulan as heritage area immediately and to stop the establishment of steel plant there.

Majapahit heritage area is not only related to the archaeological findings, but we should also give attention to the application of spatial harmony heritage in the regional planning, architectural style, environmental sustainability, cultural activities, and various aspects as befits a heritage city.

However, there is high expectation that the Majapahit heritage can still be found and preserved well. We hope at least it can be compared with other royal heritage in Southeast Asia at the same era with Majapahit such as Ayutthaya kingdom in Thailand, Khmer kingdom in Cambodia, and so forth.

Once again, plese help us to sign and spread this petition, so that we can collect many voices and supports from all over the world to rescue this important heritage site.

Thank you! #saveTrowulan