@idEAsosiasi Larang dan Tindaklanjuti E-Commerce yang Terbukti Perdagangkan Satwa Illegal

0 telah menandatangani. Mari kita ke 7.500.


Sahabat! Sering nggak kamu lihat penjualan satwa serta bagian tubuhnya seperti gambar di atas? Burung paruh bengkok, burung kicau, kucing hutan, berang-berang, ular, dan berbagai satwa liar lainnya.

Banyak satwa yang sudah terancam punah dan dilindungi saat ini diperjualbelikan (termasuk bagian tubuhnya) di platform marketplace-ecommerce seperti Tokopedia, Shopee, OLX, Bukalapak, dan bahkan telah ada aplikasi khusus berbasis android untuk jual beli ini.

Sedih ya lihatnya? Jujur saya sedih banget. Satwa itu punya peran yang sangat penting untuk jamin keseimbangan ekologis di alam.

Pemerintah bahkan sudah masukan beberapa jenis satwa ini ke dalam daftar satwa yang dilindungi. Tapi, nggak semua platform marketplace-ecommerce cantumkan larangan penjualan satwa dilindungi dan bagian tubuhnya dengan tegas.

Terlebih lagi, sistem pengawasan dan penindakan oleh mereka terhadap aduan cenderung masih lemah atau bahkan ada yang tidak ditindaklanjuti. 

Akhirnya masih banyak satwa-satwa yang dilindungi yang diperjualbelikan.

Walaupun platform e-commerce bukan pihak yang lakukan jual beli, mereka tetap jadi tempat pemasaran, iklan, dan transaksi satwa dilindungi ini.

Menurut Peraturan Pemerintah (PP) No. 80 tahun 2019 Pasal 22 tentang aktivitas perdagangan elektronik, kalau terdapat konten informasi ilegal, maka pihak penyelenggara bertanggung jawab atas dampak dan konsekuensi hukum akibat konten tersebut.

Karena itu, saya mau ajak sahabat semua untuk meminta Pengurus Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA – Indonesian E-Commerce Association) sebagai organisasi payung platform marketplace-ecommerce di Indonesia untuk:

  • Menegur dan meminta pimpinan perusahaan marketplace-ecommerce dan di bawah naungannya untuk segera menurunkan/menghapus informasi penjualan dan mewajibkan mereka menyusun ketentuannya secara tegas;
  • Melarang keberadaan dan peredaran konten penjualan satwa liar;  
  • Memasukkan semua mitra penjual yang terbukti memperjualbelikan satwa-satwa yang dilindungi ke dalam daftar hitam (blacklist) masing-masing perusahaan; 
  • Menyatakan komitmen serius, membuka ruang diskusi publik, dan menyediakan sumber daya yang memadai dalam memberantas perdagangan satwa-satwa yang dilindungi melalui platform marketplace-ecommerce dan di bawah asosiasi.

Mulai dari sini, bersama-sama kita hentikan praktik perdagangan satwa dilindungi dan menjadikan lingkungan hidup yang lebih baik untuk masa depan kita semua.