HENTIKAN TINDAK KEKERASAN PADA HEWAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH, SEMINARI & GEREJA KATOLIK.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


Keadilan harus ditegakkan sekalipun bagi para hewan.

 

Pantaskah seseorang melakukan hal keji pada hewan dan lantas memposting aksi kekejaman mereka di sosial media ???

 

Kami rasa sangat tidak pantas, terlebih mereka para pelaku (oknum) ini usianya tergolong masih sangat muda. Jika di usia muda saja mereka tak memiliki rasa empati pada makhluk hidup lain lantas bagaimana dewasanya nanti ?

Banyak aspek yang harus diperhatikan disana termasuk rasa empati pada sesama makhluk hidup.

 

Ditengah Masa Prapaskah, masa dimana seharusnya kita sebagai umat Katolik diminta untuk lebih menahan diri dan nafsu dengan berpuasa dan berpantang justru terjadi perbuatan yang bagi saya bertolak belakang.

Sebuah akun Instagram yang menggunakan nama Yovian Bagas secara terang-terangan memposting foto seekor anjing dalam keadaan tergantung terbalik seusai dibunuh.

Tak cukup sampai disitu, bahkan mereka dengan bangganya mencantumkan tagar #Killer, #LetsParty, #PasukanJagalAsu dll.

Disinyalir peristiwa ini dilakukan oleh sejumlah oknum siswa SMAK Mater Dei.

 

Jujur kami semua yang tergabung sebagai aktivis pemerhati satwa domestik sangat kecewa dengan terjadinya peristiwa ini. Bahkan sangat kecewa sebab kekejaman seperti ini justru dilakukan dilingkungan yang harusnya ramah, penuh kasih pada sesama manusia dan sesama makhluk hidup.

Seharusnya pula mereka didampingi oleh Biarawan dan Biarawati yang akan mengajarkan kasih pula atau mereka menutup mata ? Saya tidak tau.

 

Memang para pelaku hanyalah oknum, namun harusnya petinggi-petinggi yayasan disana mampu mencegah agar tidak terjadi hal seperti ini dan tidak menutup mata apalagi bersikap tidak peduli.

Bukankah sudah jelas bahwa Bapa Suci Paus Fransiskus menyatakan sikapnya bahwa Ia amat mencintai semua makhluk hidup lewat sikap-sikapnya saat berjumpa bersama hewan-hewan yang sering diberitakan dalam majalah rohani ataupun tayangan televisi ? Bahkan Bapa Paus memberkatinya.

Jika bukan teladan Bapa Paus yang kita tiru sebagai wakil Kristus di dunia ini lalu siapa ?

Jangan sampai umat lain justru keliru dan menganggap bahwa menyiksa, membunuh dan mengkonsumsi anjing adalah budaya dan tradisi gereja Katolik, TIDAK.

 

Itu sama sekali bukan budaya Katolik, itu hanya kebiasaan yang dibawa-bawa masuk ke dalam Gereja Katolik. Sangat disayangkan.

 

Kami hanya berusaha untuk mengedukasi masyarakat agar tidak berbuat kejam pada hewan sebab kami yakin bahwa perilaku kejam pada hewan adalah cikal bakal perilaku kejam pada manusia juga nantinya apapun bentuknya.

 

Maka dari itu harusnya kita dapat belajar bersama dari peristiwa ini, agar kita lebih bijaksana dalam bertindak.

 

Tetapi sebagai shock effect dan demi penegakan hukum kami seluruh aktivis pemerhati satwa domestik meminta para pelaku untuk berani bertanggung jawab dan meminta maaf secara terbuka karena jujur hal ini sangat melukai hati kami dan menciderai perjuangan kami dalam mensosialisasikan pentingnya memperhatikan kesejahteraan hewan.

 

Bila perlu Pihak Kepolisian ikut mengusut kasus yang jelas melanggar undang-undang pasal 302 KUHP ini.

 

Bukankah hukum harus ditegakkan meski dunia runtuh 

 

Itu saja , mohon dukungan semua teman-teman.

 

Semoga Tuhan memberkati.

 

Salam damai selalu .

 

#ABJN



Hari ini: Alexander Bimo Jati Nugrahanto mengandalkanmu

Alexander Bimo Jati Nugrahanto membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "HENTIKAN TINDAK KEKERASAN PADA HEWAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH, SEMINARI & GEREJA KATOLIK.". Bergabunglah dengan Alexander Bimo Jati Nugrahanto dan 1.318 pendukung lainnya hari ini.