Hentikan Skema Hub Jarak Dekat Shopee Food yang Melanggar Asas Kelayakan Tarif

Penandatangan terbaru:
Fajar Wirasaputra dan 19 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Kami, mitra driver Shopee Food, menyatakan penolakan tegas terhadap kebijakan Program Hub Jarak Dekat yang saat ini diberlakukan.

Program ini menetapkan skema pendapatan:

  1. Pendapatan dasar: Rp5.000
  2. Double order: Rp7.400
  3. Triple order: Rp9.600.

Skema ini tidak adil, tidak rasional, dan bertentangan dengan asas kelayakan tarif yang seharusnya melindungi mitra pengemudi.

Fakta Lapangan yang Merugikan Mitra Driver

  1. Tarif tidak lagi berbasis jarak tempuh. Jarak ambil bisa mencapai ±1,8 km dan jarak antar ±2,2 km, tetapi argo tetap Rp5.000. Ada kasus double order dengan total jarak ambil + antar mencapai ±7 km, tetapi pendapatan hanya Rp7.400. Ini jelas tidak sebanding dengan biaya bensin, waktu, dan tenaga yang kami keluarkan.
  2. Mode reguler sengaja dibuat sepi. Sejak Hub Jarak Dekat diberlakukan, order di mode reguler hampir tidak masuk. Bahkan dalam satu hari tidak ada jaminan mendapat order. Kami dipaksa masuk ke skema hub jarak dekat yang tarifnya merugikan.
  3. Sistem hub lama jauh lebih adil. Sistem hub lama menerapkan pendapatan dasar ±Rp5.600, tarif meningkat seiring jarak tempu, dan skema ini mencerminkan keadilan usaha mitra di lapangan. Sekarang tarif dipatok rendah tanpa mempertimbangkan jarak.

Bertentangan dengan Prinsip dan Aturan Pemerintah

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif batas bawah ojek online roda dua melalui Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) tentang penyesuaian tarif ojol.

Walaupun Shopee Food bergerak di layanan pengantaran makanan, asas kelayakan tarif dan perlindungan mitra pengemudi tetap harus dipatuhi, karena:

1. UUD 1945 Pasal 27 Ayat (2)

Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.”

2. Prinsip tarif batas bawah ojol

Pemerintah menetapkan tarif minimum untuk mencegah eksploitasi mitra driver dan perang tarif tidak sehat.

Skema Rp5.000 untuk jarak 4–5 km jelas di bawah standar kelayakan.

3. Asas keadilan dan kepatutan dalam kemitraan

Hubungan kemitraan tidak boleh memindahkan seluruh risiko operasional ke mitra, sementara platform mengambil manfaat efisiensi.

Skema Hub Jarak Dekat saat ini:

  1. Mengabaikan jarak tempuh
  2. Mengabaikan biaya operasional riil
  3. Mengabaikan prinsip tarif minimum yang wajar
  4. Memaksa mitra masuk ke skema merugikan dengan cara “mematikan” mode reguler

Dampak Nyata bagi Mitra Driver

  1. Pendapatan harian turun drastis
  2. Biaya bensin dan perawatan motor tidak tertutup
  3. Waktu kerja lebih lama untuk pendapatan lebih kecil
  4. Risiko kecelakaan dan kelelahan tetap sama
  5. Mitra kehilangan posisi tawar karena sistem dipaksa satu arah

Ini bukan efisiensi. Ini adalah pemotongan pendapatan terselubung.

TUNTUTAN KAMI

  1. Hentikan sementara Program Hub Jarak Dekat.
  2. Kembalikan sistem tarif berbasis jarak tempuh.
  3. Sesuaikan tarif dasar dan argo dengan jarak ambil + antar.
  4. Pastikan tarif tidak lebih rendah dari asas tarif batas bawah ojol.
  5. Hentikan praktik membuat mode reguler sepi secara sistematis.
  6. Libatkan perwakilan mitra driver dalam evaluasi kebijakan.

Kami bukan menolak inovasi.

Kami menolak kebijakan yang menurunkan pendapatan mitra secara sepihak dan tidak manusiawi.

Jika kebijakan ini terus dipaksakan, maka Shopee Food telah melanggar asas keadilan kemitraan dan prinsip perlindungan pengemudi yang dijamin oleh negara.

Kami menuntut Shopee Food segera meninjau ulang dan memperbaiki kebijakan ini.

avatar of the starter
Dwi PrasetiaPembuka Petisi
Petisi ini mencapai 78 pendukung
Penandatangan terbaru:
Fajar Wirasaputra dan 19 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Kami, mitra driver Shopee Food, menyatakan penolakan tegas terhadap kebijakan Program Hub Jarak Dekat yang saat ini diberlakukan.

Program ini menetapkan skema pendapatan:

  1. Pendapatan dasar: Rp5.000
  2. Double order: Rp7.400
  3. Triple order: Rp9.600.

Skema ini tidak adil, tidak rasional, dan bertentangan dengan asas kelayakan tarif yang seharusnya melindungi mitra pengemudi.

Fakta Lapangan yang Merugikan Mitra Driver

  1. Tarif tidak lagi berbasis jarak tempuh. Jarak ambil bisa mencapai ±1,8 km dan jarak antar ±2,2 km, tetapi argo tetap Rp5.000. Ada kasus double order dengan total jarak ambil + antar mencapai ±7 km, tetapi pendapatan hanya Rp7.400. Ini jelas tidak sebanding dengan biaya bensin, waktu, dan tenaga yang kami keluarkan.
  2. Mode reguler sengaja dibuat sepi. Sejak Hub Jarak Dekat diberlakukan, order di mode reguler hampir tidak masuk. Bahkan dalam satu hari tidak ada jaminan mendapat order. Kami dipaksa masuk ke skema hub jarak dekat yang tarifnya merugikan.
  3. Sistem hub lama jauh lebih adil. Sistem hub lama menerapkan pendapatan dasar ±Rp5.600, tarif meningkat seiring jarak tempu, dan skema ini mencerminkan keadilan usaha mitra di lapangan. Sekarang tarif dipatok rendah tanpa mempertimbangkan jarak.

Bertentangan dengan Prinsip dan Aturan Pemerintah

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif batas bawah ojek online roda dua melalui Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) tentang penyesuaian tarif ojol.

Walaupun Shopee Food bergerak di layanan pengantaran makanan, asas kelayakan tarif dan perlindungan mitra pengemudi tetap harus dipatuhi, karena:

1. UUD 1945 Pasal 27 Ayat (2)

Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.”

2. Prinsip tarif batas bawah ojol

Pemerintah menetapkan tarif minimum untuk mencegah eksploitasi mitra driver dan perang tarif tidak sehat.

Skema Rp5.000 untuk jarak 4–5 km jelas di bawah standar kelayakan.

3. Asas keadilan dan kepatutan dalam kemitraan

Hubungan kemitraan tidak boleh memindahkan seluruh risiko operasional ke mitra, sementara platform mengambil manfaat efisiensi.

Skema Hub Jarak Dekat saat ini:

  1. Mengabaikan jarak tempuh
  2. Mengabaikan biaya operasional riil
  3. Mengabaikan prinsip tarif minimum yang wajar
  4. Memaksa mitra masuk ke skema merugikan dengan cara “mematikan” mode reguler

Dampak Nyata bagi Mitra Driver

  1. Pendapatan harian turun drastis
  2. Biaya bensin dan perawatan motor tidak tertutup
  3. Waktu kerja lebih lama untuk pendapatan lebih kecil
  4. Risiko kecelakaan dan kelelahan tetap sama
  5. Mitra kehilangan posisi tawar karena sistem dipaksa satu arah

Ini bukan efisiensi. Ini adalah pemotongan pendapatan terselubung.

TUNTUTAN KAMI

  1. Hentikan sementara Program Hub Jarak Dekat.
  2. Kembalikan sistem tarif berbasis jarak tempuh.
  3. Sesuaikan tarif dasar dan argo dengan jarak ambil + antar.
  4. Pastikan tarif tidak lebih rendah dari asas tarif batas bawah ojol.
  5. Hentikan praktik membuat mode reguler sepi secara sistematis.
  6. Libatkan perwakilan mitra driver dalam evaluasi kebijakan.

Kami bukan menolak inovasi.

Kami menolak kebijakan yang menurunkan pendapatan mitra secara sepihak dan tidak manusiawi.

Jika kebijakan ini terus dipaksakan, maka Shopee Food telah melanggar asas keadilan kemitraan dan prinsip perlindungan pengemudi yang dijamin oleh negara.

Kami menuntut Shopee Food segera meninjau ulang dan memperbaiki kebijakan ini.

avatar of the starter
Dwi PrasetiaPembuka Petisi
Perkembangan terakhir petisi