HENTIKAN SENGKETA, SELAMATKAN SATWA: Desak Pengelolaan Profesional untuk Bandung Zoo!

Penandatangan terbaru:
pilar blas dan 19 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Saat ini, Kebun Binatang Bandung kembali menjadi pusat perhatian karena konflik lahan yang tak kunjung usai antara Pemerintah Kota Bandung dan pihak Yayasan. Di tengah perebutan aset dan ego birokrasi ini, ada nyawa yang terlupakan: Satwa.

Kematian dua ekor anak Harimau Benggala (Hara dan Huru) di tahun 2026 ini adalah pengingat pahit bahwa masalah di sini sudah menahun. Meskipun laporan medis menyebutkan penyebab kematiannya adalah virus, kita harus melihat konteks yang lebih besar: Mengapa satwa-satwa ini menjadi begitu rentan?

Lingkungan yang penuh tekanan akibat penyegelan lahan, ketidakpastian operasional, dan sengketa yang menghambat manajemen medis harian adalah faktor utama menurunnya daya tahan tubuh satwa. Sejarah kelam ini terus berulang dan polanya selalu sama:

• Tahun 2016: Seekor Gajah Sumatera mati tanpa penanganan medis yang memadai.

• Tahun 2017: Kasus Beruang Madu yang memprihatinkan memicu kecaman dunia internasional.

• Tahun 2026: Dua anak Harimau Benggala mati di tengah ketidakpastian pengelolaan akibat konflik hukum.

Publik sulit untuk kembali menaruh kepercayaan pada pihak-pihak yang sedang bersengketa. Masalah ini bukan lagi sekadar siapa pemilik sah tanahnya, melainkan tentang siapa yang memiliki kompetensi untuk menjamin nyawa mahluk hidup di dalamnya. Satwa tidak bisa menunggu proses pengadilan yang berlarut-larut.

Melalui petisi ini, kami menuntut langkah nyata:

1. Intervensi Pihak Ketiga yang Terpercaya: Mendesak agar pengelolaan teknis, medis, dan pakan satwa segera didampingi secara penuh atau diambil alih oleh institusi konservasi profesional yang sudah teruji, seperti tenaga ahli dari Taman Safari Indonesia atau lembaga resmi lainnya.

2. Hentikan Politisasi Nyawa Satwa: Jangan jadikan kondisi satwa sebagai alat tawar-menawar dalam sengketa lahan. Nyawa mereka harus dipisahkan dari urusan administrasi dan hukum yang sedang berjalan.

3. Audit Independen dan Transparansi: Publik berhak mendapatkan laporan jujur mengenai kondisi kesehatan seluruh satwa yang tersisa di Bandung Zoo dari tim ahli independen, bukan dari pihak yang sedang bersengketa.

Cukup sudah nyawa yang hilang sia-sia. Kami menuntut standar perawatan profesional, bukan sekadar janji-janji di tengah konflik.

Selamatkan satwa Bandung Zoo sekarang.

avatar of the starter
Annisa CacaPembuka Petisi

93

Penandatangan terbaru:
pilar blas dan 19 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Saat ini, Kebun Binatang Bandung kembali menjadi pusat perhatian karena konflik lahan yang tak kunjung usai antara Pemerintah Kota Bandung dan pihak Yayasan. Di tengah perebutan aset dan ego birokrasi ini, ada nyawa yang terlupakan: Satwa.

Kematian dua ekor anak Harimau Benggala (Hara dan Huru) di tahun 2026 ini adalah pengingat pahit bahwa masalah di sini sudah menahun. Meskipun laporan medis menyebutkan penyebab kematiannya adalah virus, kita harus melihat konteks yang lebih besar: Mengapa satwa-satwa ini menjadi begitu rentan?

Lingkungan yang penuh tekanan akibat penyegelan lahan, ketidakpastian operasional, dan sengketa yang menghambat manajemen medis harian adalah faktor utama menurunnya daya tahan tubuh satwa. Sejarah kelam ini terus berulang dan polanya selalu sama:

• Tahun 2016: Seekor Gajah Sumatera mati tanpa penanganan medis yang memadai.

• Tahun 2017: Kasus Beruang Madu yang memprihatinkan memicu kecaman dunia internasional.

• Tahun 2026: Dua anak Harimau Benggala mati di tengah ketidakpastian pengelolaan akibat konflik hukum.

Publik sulit untuk kembali menaruh kepercayaan pada pihak-pihak yang sedang bersengketa. Masalah ini bukan lagi sekadar siapa pemilik sah tanahnya, melainkan tentang siapa yang memiliki kompetensi untuk menjamin nyawa mahluk hidup di dalamnya. Satwa tidak bisa menunggu proses pengadilan yang berlarut-larut.

Melalui petisi ini, kami menuntut langkah nyata:

1. Intervensi Pihak Ketiga yang Terpercaya: Mendesak agar pengelolaan teknis, medis, dan pakan satwa segera didampingi secara penuh atau diambil alih oleh institusi konservasi profesional yang sudah teruji, seperti tenaga ahli dari Taman Safari Indonesia atau lembaga resmi lainnya.

2. Hentikan Politisasi Nyawa Satwa: Jangan jadikan kondisi satwa sebagai alat tawar-menawar dalam sengketa lahan. Nyawa mereka harus dipisahkan dari urusan administrasi dan hukum yang sedang berjalan.

3. Audit Independen dan Transparansi: Publik berhak mendapatkan laporan jujur mengenai kondisi kesehatan seluruh satwa yang tersisa di Bandung Zoo dari tim ahli independen, bukan dari pihak yang sedang bersengketa.

Cukup sudah nyawa yang hilang sia-sia. Kami menuntut standar perawatan profesional, bukan sekadar janji-janji di tengah konflik.

Selamatkan satwa Bandung Zoo sekarang.

avatar of the starter
Annisa CacaPembuka Petisi
84 orang orang memberi tanda tangan pada hari ini

93


Pengambil Keputusan

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta
Wali Kota Bandung
Wali Kota Bandung
Pemerintah Kota Bandung, Wali Kota, Bandung, Jawa Barat
Perkembangan terakhir petisi