Petisi ditutup

Hentikan Perusakan Bangunan Cagar Budaya Pasar Peterongan Semarang

Petisi ini mencapai 203 pendukung


Pembuat Petisi: Forum Rakyat Semarang Peduli Cagar Budaya

Latar Belakang:

Sejarah Pasar Peterongan bermula dari ‘pasar krempyeng’ yang diperkirakan muncul pada akhir abad ke-19. Pada 1916, pasar yang banyak menjual hasil bumi itu dibangun secara permanen oleh Gemeente Semarang (pemerintah kota). Pembangunan Pasar Peterongan bersama Pasar Pedamaran itu merupakan revitalisasi pasar tradisional pertama di Semarang. Revitalisasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar penataan kota Semarang pasca ditetapkan sebagai kota praja oleh Gubernur Jenderal JB van Heutsz pada 1906. Konstruksi pasar yang dibuat menggunakan beton permanen dikerjakan oleh de Hollandsche Beton Maskapij (HBM). Sejarah mencatat, itulah konstruksi beton pertama yang digunakan untuk bangunan pasar di Semarang.

Selain itu, bangunan Pasar Peterongan juga tercatat sebagai bangunan pasar permanen buatan Belanda tertua dan masih ada hingga saat ini. Sangat mungkin, HBM menggunakan proyek Pasar Peterongan sebagai uji coba sebelum membangun pasar berkonstruksi beton lain di Semarang pada masa kemudian, seperti Pasar Jatingaleh (1931), Pasar Randusari (1932) dan Pasar Johar (1936-1938). Pada masanya, pembangunan pasar ini menjadi tengara geliat Semarang pasca ditetapkan sebagai staadsgemeente berdasarkan Staatsblad van Nederlandsch Indië 1906 Nomor 120.

Pasar Peterongan juga menjadi penanda perkembangan Kota Semarang ke arah timur. Pasar itu muncul seiring dengan perkembangan kawasan di sekitarnya; Peterongan, Sompok, Karrenweg, Wonodri, dan Jomblang; menjadi pemukiman penduduk. Pada masa revolusi, bangunan Pasar Peterongan diduga menjadi tempat pertahanan pemuda Semarang dalam menghadapi bala tentara Jepang.

Rencana Dinas Pasar Kota Semarang melakukan Revitalisasi Pasar:

Harian Cetak Suara Merdeka Jumat, 7 November 2014 memuat berita: “Pasar Peterongan Segera Dibongkar”, berdasarkan wawancara dengan Kepala Dinas Pasar, Trijoto Sardjoko, saat bertemu dengan perwakilan pedagang Pasar Peterongan pada 6 November 2014, di lantai 2 kantor pengelola pasar untuk sosialisasi rencana revitalisasi pasar. Ini adalah pernyataan resmi pertama yang diungkapkan pihak Dinas Pasar tentan rencana revitalisasi Pasar Peterongan yang menurut pernyataan Trijoto akan dilaksanakan mulai April 2015, dan akan memakan waktu selama sekitar 8 bulan. Sebelumnya, informasi tentang rencana revitalisasi Pasar Peterongan hanya beredar dari mulut ke mulut di masyarakat.

Sebelum adanya pernyataan resmi dari Dinas Pasar Kota Semarang, berbagai upaya telah dilakukan oleh kelompok-kelompok masyarakat untuk memohon perlindungan pemerintah terhadap bangunan kuno Pasar Peterongan, seperti yang kami rincikan di bawah ini:

Kronologis:
1. Surat Komunitas Pegiat Sejarah kepada Kepala Dinas Tata Kota dan Permukiman (DTKP) Semarang & Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Semarang; perihal “Pendaftaran Cagar Budaya, Permohohonan Kajian Cagar Budaya, Perlindungan dan Pengamanan terhadap Bangunan Kuno di Pasar Peterongan yang Diduga Cagar Budaya”, tertanggal 12 November 2013.
2. Surat Komunitas Pegiat Sejarah kepada Walikota Semarang; perihal “Pelaporan Cagar Budaya Bangunan Kuno dan Permohonan Perlindungan Punden Mbah Gosang dan Pohon Asem Berusia 100 Tahun Lebih di Pasar Peterongan yang Terancam Proyek Revitalisasi Pasar 2015”, tertanggal 14 November 2013.
3. Surat Komunitas Pegiat Sejarah kepada Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah; perihal “Permohonan Kajian Cagar Budaya dan Perlindungan terhadap Bangunan Kuno Pasar Peterongan Semarang oleh BPCB Jateng”, tertanggal 16 Desember 2014.
4. Surat Komunitas Pegiat Sejarah kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Dinas Pasar Pemerintah Kota Semarang; perihal “Permohonan Informasi Rencana Revitalisasi Pasar Peterongan”, tertanggal 6 April 2015.
5. Surat Komunitas Pegiat Sejarah kepada Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, perihal: “Permohonan Supervisi dan Fasilitasi Terkait Proses Revitalisasi Pasar Peterongan Semarang”, tertanggal 28 April 2015.
6. Surat Komunitas Pegiat Sejarah kepada Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah; perihal “Pelestarian Bangunan Kuno Pasar Peterongan di Kota Semarang”, tertanggal 8 Mei 2015.
7. Surat Komunitas Pegiat Sejarah kepada Walikota Semarang; perihal “Perlindungan Bangunan Konservasi (Cagar Budaya) Pasar Peterongan”, tertanggal 21 Mei 2015.

Respon Pemerintah:

Pada 27 Januari 2015, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah mengeluarkan ‘Kajian Cagar Budaya dan Rekomendasi Bangunan Pasar Peterongan’ sebagai jawaban atas surat pendaftar: Komunitas Pegiat Sejarah Semarang, dengan nomor registrasi: 11-74/Sem/TB/129.

Kesimpulan yang dikeluarkan oleh BPCP Jawa Tengah adalah sebagai berikut:

1. Bangunan Pasar Peterongan adalah salah satu simbol bangunan pasar tradisional yang dirancang sederhana tetapi telah memperhatikan aspek kesehatan dan berhasil menyesuaikan dengan lingkungan iklim setempat. Konsep seperti ini dilanjutkan dan dikembangkan dalam perancangan bangunan pasar pada era selanjutnya di Semarang seperti Pasar Randusari, Pasar Jatingaleh dan Pasar Johar dengan sentuhan arsitektur yang lebih baik.
2. Keempat kriteria sebagai cagar budaya dipenuhi oleh bangunan Pasar Peterongan. Dengan demikian Pasar Peterongan dikategorikan sebagai bangunan Cagar Budaya yang keberadaannya dilindungi UU RI no 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Rekomendasi yang dikeluarkan oleh BPCB Jawa Tengah adalah sebagai berikut:

1. Sebagai bangunan yang memenuhi kriteria Cagar Budaya, Pasar Peterongan diusulkan penetapannya sebagai cagar budaya.
2. Bangunan Pasar Peterongan harus dilestarikan baik dalam wujdu fisik maupun nilai-nilai yang terkandung didalamnya.
3. Kondisi bangunan Pasar Peterongan saat ini telah mengalami kerusakan dan Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pasar Kota Semarang melalui Dinas Pasar Kota Semarang berencana membangun Pasar Peterongan dengan desain baru untuk memenuhi ruang bagi pedagang di sekitar pasar. Rencana pembangunan tersebut memungkinkan namun dengan adanya penyesuaian dan tetap mempertahankan sebagian bangunan lama Pasar Peterongan.
4. Bangunan lama Pasar Peterongan yang harus dipertahankan dan dipugar adalah bagian facade bangunan dan sebagian tempat pedagang/los pedagang sebagai penanda dan bagian dari pengetahuan tentang sejarah serta teknologi bangunan Pasar Peterongan.
5. Bagian bangunan yang dipertahankan proses pemugarannya mengacu pada UU RI no 11 tahun 2010 yaitu mempertahankan keaslian bentuk, bahan dan teknologi pembuatannya.
6. Dalam pelaksanaan pemugaran menyertakan tenaga ahli/berkompeten di bidang pelestarian cagar budaya.
7. Bagian bangunan yang dibongkar dilakukan pendokumentasian.
8. Bagian bangunan Pasar Peterongan yang dilestarikan dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik.
9. Mengembalikan filosofi ruang terbuka di bagian depan bangunan yang masih dapat dijumpai pula keberadaan pohon asam jawa. Ruang terbuka memiliki makna sosial yang cukup tinggi dan dimaksudkan pula untuk pencahayaan serta sirkulasi udara yang baik.
10. Desain bangunan baru harus dapat menyesuaikan “tema” rancangan bangunan Pasar Peterongan lama yaitu dengan memperhatikan aspek kesehatan, pencahayaan dan sirkulasi udara serta ruang gerak orang ketika berada di dalam pasar.

Proses Pembongkaran Tetap Dilakukan:
Pada pagi hari 11 Juni 2015, sekitar pukul 07.30 WIB, Dinas Pasar Kota Semarang melakukan proses pembongkaran bangunan Pasar Peterongan.

Berdasarkan fakta-fakta diatas kami memohon agar:

• Presiden RI Joko Widodo, Menteri Pendidikan Dasar & Menengah dan Kebudayaan Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk meminta Walikota Semarang dan Kepala Dinas Pasar Kota Semarang untuk menghentikan perusakan bangunan cagar budaya, Pasar Peterongan Semarang, berdasarkan rekomendasi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah tertanggal 27 Januari 2015.
• Walikota Semarang Hendrar Prihadi untuk segera menetapkan bangunan Pasar Peterongan Semarang sebagai bangunan cagar budaya sesuai rekomendasi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) tertanggal 27 Januari 2015.
• Kepala Dinas Pasar Kota Semarang untuk segera menghentikan proses perusakan bangunan Pasar Peterongan sesegera mungkin dan wajib mengembalikan bentuk fisik bangunan sesuai dengan bahan dan rancang bangun semula.
• Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah untuk melakukan kajian ulang dan kemudian menetapkan bangunan Pasar Peterongan untuk dipertahankan seutuhnya (100%)

 

 
Koordinator,
R.Y. Agung Setijono



Hari ini: Forum Rakyat Semarang Peduli Cagar Budaya mengandalkanmu

Forum Rakyat Semarang Peduli Cagar Budaya membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Hentikan Perusakan Bangunan Cagar Budaya Pasar Peterongan Semarang". Bergabunglah dengan Forum Rakyat Semarang Peduli Cagar Budaya dan 202 pendukung lainnya hari ini.