HENTIKAN PERJUDIAN DI KALANGAN ANAK-ANAK (DIDUGA YOUTUBER TERLIBAT)
HENTIKAN PERJUDIAN DI KALANGAN ANAK-ANAK (DIDUGA YOUTUBER TERLIBAT)
Masalahnya
Semakin berkembangnya kepemilikan gawai (gadget) di kalangan anak-anak, terutama setelah adanya belajar daring (online), memberikan kemudahan terhadap akses terhadap berbagai macam aplikasi terutama aplikasi yang berbasis komunikasi dan juga permainan online (games).
Kurangnya pengawasan orangtua terhadap penggunaan gawai inilah yang menimbulkan permasalahan seperti mudahnya akses terhadap hal-hal yang berbau negatif diantaranya pornografi dan juga permainan yang menimbulkan efek domino yang bisa berdampak terhadap pribadi anak, keluarga, dan masyarakat.
Sebagian orangtua, mungkin memahami dampak terhadap pronografi, namun tidak dengan dengan permainan online (online games). Online Games (kita sebut saja gim online) sangat banyak diminati. Terlebih kegiatan ini juga seiring berjalannya waktu, mendapat perhatian dari pemerintah. Bahkan ada turnamen resmi yang diselenggarakan pemerintah.
Masalah mulai timbul setelah muncul adanya judi berkedok "ISIAN" yang dilakukan anak-anak dan remaja di bawah umur. Sasarannya adalah para gamers cilik yang masih punya jiwa menggebu-gebu demi sebuah kemenangan dalam pertandingan. Bahkan, dengan adanya iming-iming hadiah bagi mereka yang menang, membuat mereka lebih bersemangat.
*Disclaimer
Isian adalah kegiatan bertaruh dalam permainan online (sering terjadi kepada pengguna gim Free Fire) di mana mereka akan mengumpulkan uangnya dan kemudian menjadikannya hadiah bagi yang menang (secara tidak langsung ini adalah judi terselubung berbalut ISIAN). Bukan cuma itu saja, prediksi pertandingan di acara live Youtuber ternama pun sering dijadikan ajang taruhan ini dengan biasanya dipilih seorang admin ISIAN sebagai penampungnya.
Hal inilah yang menimbulkan adanya judi terselubung yang dilakukan anak di bawah umur demi mendapatkan uang saku. Bahkan tak jarang dari mereka merasa bangga bisa menghasilkan uang dengan cara yang salah. Mereka menganggap bahwa mencari uang dengan ISIAN adalah hal yang benar.
Yang paling parah dari hal tersebut adalah mereka melakukan pencucian uang dengan membuat QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dengan pendaftaran usaha yang sebenarnya tidak ada dan tidak mereka miliki. Adanya kemudahan ini justru membuat bisnis ini makin merajalela.
Yang paling miris adalah pendaftaran QRIS sendiri membutuhkan data orang yang sudah ber-KTP. Lantas bagaimana mereka bisa mendaftarkannya sementara mereka belum memiliki KTP?
Ada beberapa modus operandi yang dilakukan, diantaranya:
- Melakukan pendaftaran dengan data pribadi orang tua dan selfie orang tua (dalam hal ini orang tua mengetahui pendaftaran tersebut dan mustahil orang tua tidak menanyakan kepentingan pendaftaran tersebut).
- Melakukan pendaftaran dengan menggunakan data orang lain termasuk selfie dengan KTP (biasanya berbayar atau sukarela).
Atas kegiatan tersebut, tentu saja orang dewasa sangat berperan penting dan turut andil dalam mendukung usaha "ISIAN" tersebut.
Saya menduga juga ada Youtuber dan Influencer ternama yang terlibat dalam kegiatan perjudian games ini. Di mana biasanya mereka memberikan jadwal Live mereka kepada semua orang dan hal itu juga akan dijadikan informasi di grup-grup yang mengadakan kegiatan tersebut. Hal tersebut juga yang menjadikan taruhan kemenangan dilakukan sebelum pertandingan para Gamers terkenal tersebut memulai pertandingannya.
Saya sangat berharap generasi sekarang tidak hancur karena perilaku judi "ISIAN" tersebut. Karena sudah banyak sekali orang yang melakukan usaha bunuh diri akibat gagal dalam perjudian terutama judi online. Selain itu, ISIAN sendiri dapat merusak mental anak-anak kita.
Saya sangat berharap sekali kepada POLRI dan jajarannya untuk menghentikan kegiatan ISIAN diantara anak-anak dan segera melakukan penangkapan dan pembinaan kepada para pelakunya terutama kepada admin ISIAN dan juga orang tua yang sudah mendukung kegiatan tersebut sehingga kita bisa terhindar dari perjudian. Kenapa penangkapan? Tentu saja biar ada efek jera.
1
Masalahnya
Semakin berkembangnya kepemilikan gawai (gadget) di kalangan anak-anak, terutama setelah adanya belajar daring (online), memberikan kemudahan terhadap akses terhadap berbagai macam aplikasi terutama aplikasi yang berbasis komunikasi dan juga permainan online (games).
Kurangnya pengawasan orangtua terhadap penggunaan gawai inilah yang menimbulkan permasalahan seperti mudahnya akses terhadap hal-hal yang berbau negatif diantaranya pornografi dan juga permainan yang menimbulkan efek domino yang bisa berdampak terhadap pribadi anak, keluarga, dan masyarakat.
Sebagian orangtua, mungkin memahami dampak terhadap pronografi, namun tidak dengan dengan permainan online (online games). Online Games (kita sebut saja gim online) sangat banyak diminati. Terlebih kegiatan ini juga seiring berjalannya waktu, mendapat perhatian dari pemerintah. Bahkan ada turnamen resmi yang diselenggarakan pemerintah.
Masalah mulai timbul setelah muncul adanya judi berkedok "ISIAN" yang dilakukan anak-anak dan remaja di bawah umur. Sasarannya adalah para gamers cilik yang masih punya jiwa menggebu-gebu demi sebuah kemenangan dalam pertandingan. Bahkan, dengan adanya iming-iming hadiah bagi mereka yang menang, membuat mereka lebih bersemangat.
*Disclaimer
Isian adalah kegiatan bertaruh dalam permainan online (sering terjadi kepada pengguna gim Free Fire) di mana mereka akan mengumpulkan uangnya dan kemudian menjadikannya hadiah bagi yang menang (secara tidak langsung ini adalah judi terselubung berbalut ISIAN). Bukan cuma itu saja, prediksi pertandingan di acara live Youtuber ternama pun sering dijadikan ajang taruhan ini dengan biasanya dipilih seorang admin ISIAN sebagai penampungnya.
Hal inilah yang menimbulkan adanya judi terselubung yang dilakukan anak di bawah umur demi mendapatkan uang saku. Bahkan tak jarang dari mereka merasa bangga bisa menghasilkan uang dengan cara yang salah. Mereka menganggap bahwa mencari uang dengan ISIAN adalah hal yang benar.
Yang paling parah dari hal tersebut adalah mereka melakukan pencucian uang dengan membuat QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dengan pendaftaran usaha yang sebenarnya tidak ada dan tidak mereka miliki. Adanya kemudahan ini justru membuat bisnis ini makin merajalela.
Yang paling miris adalah pendaftaran QRIS sendiri membutuhkan data orang yang sudah ber-KTP. Lantas bagaimana mereka bisa mendaftarkannya sementara mereka belum memiliki KTP?
Ada beberapa modus operandi yang dilakukan, diantaranya:
- Melakukan pendaftaran dengan data pribadi orang tua dan selfie orang tua (dalam hal ini orang tua mengetahui pendaftaran tersebut dan mustahil orang tua tidak menanyakan kepentingan pendaftaran tersebut).
- Melakukan pendaftaran dengan menggunakan data orang lain termasuk selfie dengan KTP (biasanya berbayar atau sukarela).
Atas kegiatan tersebut, tentu saja orang dewasa sangat berperan penting dan turut andil dalam mendukung usaha "ISIAN" tersebut.
Saya menduga juga ada Youtuber dan Influencer ternama yang terlibat dalam kegiatan perjudian games ini. Di mana biasanya mereka memberikan jadwal Live mereka kepada semua orang dan hal itu juga akan dijadikan informasi di grup-grup yang mengadakan kegiatan tersebut. Hal tersebut juga yang menjadikan taruhan kemenangan dilakukan sebelum pertandingan para Gamers terkenal tersebut memulai pertandingannya.
Saya sangat berharap generasi sekarang tidak hancur karena perilaku judi "ISIAN" tersebut. Karena sudah banyak sekali orang yang melakukan usaha bunuh diri akibat gagal dalam perjudian terutama judi online. Selain itu, ISIAN sendiri dapat merusak mental anak-anak kita.
Saya sangat berharap sekali kepada POLRI dan jajarannya untuk menghentikan kegiatan ISIAN diantara anak-anak dan segera melakukan penangkapan dan pembinaan kepada para pelakunya terutama kepada admin ISIAN dan juga orang tua yang sudah mendukung kegiatan tersebut sehingga kita bisa terhindar dari perjudian. Kenapa penangkapan? Tentu saja biar ada efek jera.
1
Petisi dibuat pada 15 April 2024