Hentikan merendahkan harga diri perempuan di sinetron ASMARA GEN Z SCTV


Hentikan merendahkan harga diri perempuan di sinetron ASMARA GEN Z SCTV
Masalahnya
Dalam beberapa waktu terakhir, saya merasa sangat prihatin dengan narasi yang berkembang di beberapa sinetron di Indonesia, khususnya yang menimpa karakter Aqeela. Di sinetron ini, terdapat script yang secara langsung merendahkan harga diri seorang perempuan dengan narasi toxic seperti "perempuan murahan", "digilir", "sasimo", "selingkuh", hingga kata-kata seperti "perempuan sakit jiwa". Hal ini tidak hanya menciptakan citra negatif pada tayangannya, tetapi juga memberikan dampak buruk bagi penonton yang bisa terbawa dalam kehidupan nyata mereka.
Sinetron ini menggambarkan Aqeela sebagai seorang wanita yang sudah memiliki pasangan, tetapi kemudian ceritanya dipelintir secara tidak bertanggung jawab sehingga membuatnya seakan tertarik kembali pada seorang mantan dan melakukan skinship. Narasi seperti ini tidak hanya tidak realistis tetapi juga memupuk budaya patriarki di mana perempuan dianggap rendah dan tidak memiliki hak atas pilihan mereka sendiri.
Data menunjukkan bahwa representasi negatif terhadap perempuan di media dapat berdampak signifikan pada persepsi publik tentang wanita dan status mereka dalam masyarakat. Menurut sebuah studi oleh University of Wisconsin, karakterisasi perempuan di media yang tidak akurat dan biased membawa efek domino yang memperkuat stereotip gender dan menghambat kemajuan kesetaraan gender.
Saya percaya bahwa televisi dan media memiliki peran penting dalam membentuk pandangan masyarakat dan mereka harus lebih bertanggung jawab dalam menyajikan konten yang menghormati semua individu, terlepas dari gender mereka. Sebagai pemirsa, kita berhak meminta tayangan yang mencerminkan nilai-nilai positif dan menghormati martabat semua orang.
Saya mendesak para penulis skrip, produsen, dan jaringan televisi untuk lebih berhati-hati dan sensitif dalam menampilkan konten mereka. Mari kita bersama-sama mengakhiri narasi yang merendahkan harga diri perempuan dan menggantinya dengan cerita yang memberdayakan serta mencerminkan kebenaran hidup.
Silakan tanda tangani petisi ini untuk menyerukan perubahan yang sangat dibutuhkan di industri sinetron agar lebih menghormati perempuan dan mengakhiri skrip-skrip yang tidak bertanggung jawab. Setiap tanda tangan dapat membuat perbedaan, dan bersama-sama kita bisa menciptakan lingkungan media yang lebih baik.

388
Masalahnya
Dalam beberapa waktu terakhir, saya merasa sangat prihatin dengan narasi yang berkembang di beberapa sinetron di Indonesia, khususnya yang menimpa karakter Aqeela. Di sinetron ini, terdapat script yang secara langsung merendahkan harga diri seorang perempuan dengan narasi toxic seperti "perempuan murahan", "digilir", "sasimo", "selingkuh", hingga kata-kata seperti "perempuan sakit jiwa". Hal ini tidak hanya menciptakan citra negatif pada tayangannya, tetapi juga memberikan dampak buruk bagi penonton yang bisa terbawa dalam kehidupan nyata mereka.
Sinetron ini menggambarkan Aqeela sebagai seorang wanita yang sudah memiliki pasangan, tetapi kemudian ceritanya dipelintir secara tidak bertanggung jawab sehingga membuatnya seakan tertarik kembali pada seorang mantan dan melakukan skinship. Narasi seperti ini tidak hanya tidak realistis tetapi juga memupuk budaya patriarki di mana perempuan dianggap rendah dan tidak memiliki hak atas pilihan mereka sendiri.
Data menunjukkan bahwa representasi negatif terhadap perempuan di media dapat berdampak signifikan pada persepsi publik tentang wanita dan status mereka dalam masyarakat. Menurut sebuah studi oleh University of Wisconsin, karakterisasi perempuan di media yang tidak akurat dan biased membawa efek domino yang memperkuat stereotip gender dan menghambat kemajuan kesetaraan gender.
Saya percaya bahwa televisi dan media memiliki peran penting dalam membentuk pandangan masyarakat dan mereka harus lebih bertanggung jawab dalam menyajikan konten yang menghormati semua individu, terlepas dari gender mereka. Sebagai pemirsa, kita berhak meminta tayangan yang mencerminkan nilai-nilai positif dan menghormati martabat semua orang.
Saya mendesak para penulis skrip, produsen, dan jaringan televisi untuk lebih berhati-hati dan sensitif dalam menampilkan konten mereka. Mari kita bersama-sama mengakhiri narasi yang merendahkan harga diri perempuan dan menggantinya dengan cerita yang memberdayakan serta mencerminkan kebenaran hidup.
Silakan tanda tangani petisi ini untuk menyerukan perubahan yang sangat dibutuhkan di industri sinetron agar lebih menghormati perempuan dan mengakhiri skrip-skrip yang tidak bertanggung jawab. Setiap tanda tangan dapat membuat perbedaan, dan bersama-sama kita bisa menciptakan lingkungan media yang lebih baik.

388
Petisi dibuat pada 28 Maret 2026