Hentikan Eksploitasi Mahasiswa di Unimed: Evaluasi Sistem KKNI + Blok Sekarang!

Penandatangan terbaru:
Yuliana Kristina Sinurat dan 13 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Kami yang menandatangani petisi ini menyatakan keprihatinan mendalam atas sistem pendidikan di Universitas Negeri Medan (Unimed) yang saat ini menggabungkan Kurikulum KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) dan sistem blok.

Alih-alih menciptakan ruang belajar yang sehat dan bermakna, sistem ini justru mengarah pada eksploitasi akademik—memaksa mahasiswa bekerja melebihi kapasitas manusia demi mengejar angka-angka administratif.

Berdasarkan riset lapangan terhadap 10 mahasiswa dari berbagai jurusan dan semester, kami menemukan:

Mahasiswa rata-rata mengambil 4–5 mata kuliah per blok.
Setiap mata kuliah mengharuskan mahasiswa menyelesaikan:

±8 tugas mingguan
1 critical book (membaca 2 buku)
1 critical journal
1 mini riset lapangan
1 proyek
1 rekayasa ide


Dalam dua bulan, total tugas bisa mencapai 65 tugas besar-kecil.
Total waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua tugas secara layak: ±440–700 jam.
Waktu belajar efektif yang tersedia hanya sekitar 400 jam.


Akibatnya: Mahasiswa mengalami kelelahan fisik dan mental. Tidur, makan, dan kesehatan dikorbankan. Tugas-tugas diselesaikan secara terburu-buru tanpa proses reflektif. Esensi pendidikan sebagai proses berpikir dan tumbuh menjadi hilang. Yang lebih mengkhawatirkan, sistem ini dibungkus dalam bahasa kompetensi dan kesiapan kerja. Mahasiswa dipaksa mengejar target kompetensi, tetapi kehilangan waktu untuk berpikir, berdiskusi, dan mempertanyakan. Kampus berubah menjadi jalur cepat pencetak tenaga kerja, bukan lagi ruang pembentukan manusia.

Kami percaya: Mahasiswa bukan mesin produksi. Kampus bukan pabrik. Pendidikan seharusnya mencerdaskan dan memerdekakan, bukan memeras dan menjinakkan.


Kami menuntut:

  • Evaluasi total penerapan sistem KKNI dan blok di Unimed.

Tandatangani, bagikan, dan jadilah bagian dari perubahan.

 

avatar of the starter
Robby Fibrianto SiraitPembuka PetisiPenulis Novel Panca in Dira.

17

Penandatangan terbaru:
Yuliana Kristina Sinurat dan 13 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Kami yang menandatangani petisi ini menyatakan keprihatinan mendalam atas sistem pendidikan di Universitas Negeri Medan (Unimed) yang saat ini menggabungkan Kurikulum KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) dan sistem blok.

Alih-alih menciptakan ruang belajar yang sehat dan bermakna, sistem ini justru mengarah pada eksploitasi akademik—memaksa mahasiswa bekerja melebihi kapasitas manusia demi mengejar angka-angka administratif.

Berdasarkan riset lapangan terhadap 10 mahasiswa dari berbagai jurusan dan semester, kami menemukan:

Mahasiswa rata-rata mengambil 4–5 mata kuliah per blok.
Setiap mata kuliah mengharuskan mahasiswa menyelesaikan:

±8 tugas mingguan
1 critical book (membaca 2 buku)
1 critical journal
1 mini riset lapangan
1 proyek
1 rekayasa ide


Dalam dua bulan, total tugas bisa mencapai 65 tugas besar-kecil.
Total waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua tugas secara layak: ±440–700 jam.
Waktu belajar efektif yang tersedia hanya sekitar 400 jam.


Akibatnya: Mahasiswa mengalami kelelahan fisik dan mental. Tidur, makan, dan kesehatan dikorbankan. Tugas-tugas diselesaikan secara terburu-buru tanpa proses reflektif. Esensi pendidikan sebagai proses berpikir dan tumbuh menjadi hilang. Yang lebih mengkhawatirkan, sistem ini dibungkus dalam bahasa kompetensi dan kesiapan kerja. Mahasiswa dipaksa mengejar target kompetensi, tetapi kehilangan waktu untuk berpikir, berdiskusi, dan mempertanyakan. Kampus berubah menjadi jalur cepat pencetak tenaga kerja, bukan lagi ruang pembentukan manusia.

Kami percaya: Mahasiswa bukan mesin produksi. Kampus bukan pabrik. Pendidikan seharusnya mencerdaskan dan memerdekakan, bukan memeras dan menjinakkan.


Kami menuntut:

  • Evaluasi total penerapan sistem KKNI dan blok di Unimed.

Tandatangani, bagikan, dan jadilah bagian dari perubahan.

 

avatar of the starter
Robby Fibrianto SiraitPembuka PetisiPenulis Novel Panca in Dira.

Perkembangan terakhir petisi