Hentikan Aturan Rambut 1–2 cm yang Membatasi Ekspresi Siswa Laki-Laki


Hentikan Aturan Rambut 1–2 cm yang Membatasi Ekspresi Siswa Laki-Laki
Masalahnya
Kami sebagai siswa ingin menyuarakan perubahan terhadap aturan rambut yang terlalu kaku, seperti kewajiban panjang 1–2 cm untuk berbagai pihak sekolah yang masih menerapkannya dan untuk Lembaga tingkat daerahnya. Contohnya Dinas Pendidikan Provinsi Lampung yang mengatur peraturan Sekolah Menengah Atas di daerah Lampung.
Aturan tersebut sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman. Setiap sekolah memang memiliki tata tertib, namun aturan tidak seharusnya membatasi identitas dan kepercayaan diri siswa.
Alasan lainnya seperti:
- Tidak semua siswa cocok dengan rambut sangat pendek
- Kepercayaan diri bisa mempengaruhi prestasi belajar
- Banyak sekolah lain sudah lebih fleksibel
Kami memahami bahwa sekolah ingin menjaga kerapian dan kedisiplinan. Namun, aturan yang terlalu ketat justru membatasi kebebasan siswa dalam berekspresi.
Oleh karena itu, kami mengusulkan solusi yang lebih fleksibel:
- Rambut tetap harus rapi
- rambut belakang tidak melebihi leher
- Rambut samping tidak menutupi telinga
- Rambut depan tidak menutupi mata
- Rambut tetap rapi tanpa diwarnai
Dengan aturan ini, kerapian tetap terjaga tanpa menghilangkan kebebasan siswa dalam berpenampilan.
Kami berharap pihak sekolah dan lembaga pendidikan dapat mempertimbangkan kembali kebijakan ini.
Ayo kita tanda tangani petisi ini untuk membuktikan bahwa peraturan lama tersebut sudah tidak relevan!
Terimakasih.
Catatan:
- Untuk siswa yang berada daerah lain yang ingin menandatangani petisi ini tetap dipersilahkan agar pihak sekolah/lembaga tingkat daerahnya dapat mempertimbangkan peraturan tersebut.
- Petisi ini dihadirkan untuk pelayanan masyarakat terutama siswa SMP-SMA.
- Gambar judul digenarete oleh Ai change.org dan gambar judul bukan solusinya, solusinya ada di dalam petisi tersebut.
- Diperuntukan untuk siswa yang sekolahnya masih menerapkan peraturan ini. Untuk siswa di sekolah yang sudah tidak menerapakan aturan ini bisa menandatangi petisi ini untuk membantu.

7
Masalahnya
Kami sebagai siswa ingin menyuarakan perubahan terhadap aturan rambut yang terlalu kaku, seperti kewajiban panjang 1–2 cm untuk berbagai pihak sekolah yang masih menerapkannya dan untuk Lembaga tingkat daerahnya. Contohnya Dinas Pendidikan Provinsi Lampung yang mengatur peraturan Sekolah Menengah Atas di daerah Lampung.
Aturan tersebut sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman. Setiap sekolah memang memiliki tata tertib, namun aturan tidak seharusnya membatasi identitas dan kepercayaan diri siswa.
Alasan lainnya seperti:
- Tidak semua siswa cocok dengan rambut sangat pendek
- Kepercayaan diri bisa mempengaruhi prestasi belajar
- Banyak sekolah lain sudah lebih fleksibel
Kami memahami bahwa sekolah ingin menjaga kerapian dan kedisiplinan. Namun, aturan yang terlalu ketat justru membatasi kebebasan siswa dalam berekspresi.
Oleh karena itu, kami mengusulkan solusi yang lebih fleksibel:
- Rambut tetap harus rapi
- rambut belakang tidak melebihi leher
- Rambut samping tidak menutupi telinga
- Rambut depan tidak menutupi mata
- Rambut tetap rapi tanpa diwarnai
Dengan aturan ini, kerapian tetap terjaga tanpa menghilangkan kebebasan siswa dalam berpenampilan.
Kami berharap pihak sekolah dan lembaga pendidikan dapat mempertimbangkan kembali kebijakan ini.
Ayo kita tanda tangani petisi ini untuk membuktikan bahwa peraturan lama tersebut sudah tidak relevan!
Terimakasih.
Catatan:
- Untuk siswa yang berada daerah lain yang ingin menandatangani petisi ini tetap dipersilahkan agar pihak sekolah/lembaga tingkat daerahnya dapat mempertimbangkan peraturan tersebut.
- Petisi ini dihadirkan untuk pelayanan masyarakat terutama siswa SMP-SMA.
- Gambar judul digenarete oleh Ai change.org dan gambar judul bukan solusinya, solusinya ada di dalam petisi tersebut.
- Diperuntukan untuk siswa yang sekolahnya masih menerapkan peraturan ini. Untuk siswa di sekolah yang sudah tidak menerapakan aturan ini bisa menandatangi petisi ini untuk membantu.

7
Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 2 April 2026