

31 Oktober Status Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau berakhir, menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edward Sanger mengakatan cuaca di sebahagian kabupaten dan kota sudah kondusif namun tim satgas masih melakukan upaya pencegahan dan pendinginan.
Catatan:
- Status Siaga Bencana di Riau sejak 19 Februari sampai dengan 31 Oktober 2019
- Kondisi cuaca sudah kembali membaik dengan turunnya hujan
- BPBD terus melakukan upaya pencegahan dan pendinginan, terutama di Kabupaten Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu.
“Kita terus melakukan upaya pencegahan, termasuk pendinginan di lokasi-lokasi yang masih muncul titik asapnya,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edward Sanger.
Pasca karhutla Walhi Riau mendesak pemerintah dan penegak hukum segera melakukan langkah-langkah sebagai berikut; penegakkan hukum bagi korporasi perusak lingkungan, pemulihan ekosistem gambut, mengembalikan wilayah kelola rakyat yang dirampas korporasi serta moratorium izin HTI dan perkebunan sawit di lahan gambut.
“Presiden sudah membuat narasi moratorium sawit, juga restorasi gambut. Tinggal bagaimana Presiden mengawasi anak buah di bawah, baik itu menteri, badan maupun gubernur. Kita tidak mau perlindungan gambut digunakan untuk kepentingan korporasi,” Direktur Walhi Eksekutif Riau, Riko Kurniawan.
Sebar terus petisi ini di sosial media dengan tagar #MelawanAsapKorporasi #PulihkanGambut #TindakKorporasiJahat
Salam Solidaritas
Ahlul Fadli