Desak Gubernur NTT, dukung bendungan KOLHUA sebagai Solusi krisis Air Bersih Kota Kupang

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Dear Bapak Gubernur NTT,

Proficiat ya bapak Gubernur, tepat 5 September 2019 kemarin, Victory-Joss merayakan 1 tahun kepemimpinan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.

Sebagai warga Kota Kupang, kami ikut senang dan kagum dengan gebrakan bapak untuk bangun NTT untuk bangkit menuju sejahtera.

Sebagai warga Kota Kupang tentu bapak sendiri mendengar, melihat dan merasakan persoalan serius yang sedang kami hadapi terkait krisis air bersih.
Setidkanya  423 ribu mulut warga kota ini tidak punya cukup air untuk diminum setiap hari. Kami harus membeli air tangki yang harganya semakin mahal setiap harinya. Total kebutuhan air di kota ini sebanyak 25.637.472 m3 atau setara 812,96 liter per detik. Namun, saat ini PDAM baru sanggup memproduksi 377 liter per detik atau 46 persen. Makanya tidak heran dalam satu minggu air hanya tiga kali mengalir. Bahkan, di wilayah tertentu hanya satu minggu sekali mengalir. Berdasarkan data dari PDAM, walaupun semua sumber air di kota dieksploitasi pun, tetap masih ada kekurangan. Tanpa Bendungan Kolhua tetap masih kekurangan 141,36 liter per detik. Tapi kalau Bendungan Kolhua dibangun, maka Kota Kupang kelebihan 8,64 liter per detik.

Untuk diketahui, ada tiga aktor yang mengurus air bersih di kota Kupang yakni PDAM KOTA KUPANG, PDAM Kabupaten KUPANG dan BLUD SPAM Provinsi namun hanya sanggup memenuhi 46 persen kebutuhan air bersih kota Kupang. Masih ada kesenjangan 54 persen dan jumlah ini besar sekali. Sumur bor, sumur gali dan mata air yang ada tak akan sanggup mengatasinya. Krisis kota kupang adalah tidak tersedianya sumber air baku yang cukup.


Bapak Gubernur yang baik,
Izinkan saya mewakili pribadi dan keluarga serta sahabat yang alami krisis air minum bersih menyampaikan permohonan kepada bapak GUBERNUR untuk berkenan membantu Kota Kupang agar miliki akses yang cukup atas air baku untuk kami minum.


Yang kami minta hanya dua hal sederhana saja bapak Gubernur. Yakni,

Pertama, bapak Gubernur berkenan merelakan agar bendungan Tilong diserahkaan kepada pemerintah Kota Kupang agar dapat dipergunakan sepenuhnya untuk pemenuhan air bersih warga kota yang kehausan. Salah satu kendala Tilong tidak maksimal, karena peralatannya yang tidak diperbaiki sehingga tidak maksimal dalam memproduksi air. Sementara BLUD SPAM Provinsi yang mengelola Tilong terkesan tidak peduli dengan kekurangan air yang ada. Kewenangan untuk mengurus ini hanya ada di provinsi.
Selain itu, warga kabupaten Kupang tidak usah khawatir karena masih ada Bendungan Raknamo dan Bendungan Manikin yang sedang dikerjakan.


Kedua, usulan ini tidak populer tetapi kami yakin bapak punya hati untuk menolong warga kota ini. Yakni kesediaan bapak Gubernur untuk mendukung sepenuhnya pembebasan lahan dan pembangunan bendungan KOLHUA (kapasitasnya 200 liter per detik). Kalau bendungan ini dikerjakan, maka urusan air bersih kota Kupang langsung tuntas.


Kami sangat sadar bahwa ada hak ulayat warga dan sahabat kami suku Helong di sana tetapi demi 423 ribu warga lainnya tentu bisa dicari jalan keluar dan kompensasi yang layak.

Banyak orang bilang, hanya RESTU bapak Gubernur saja yang sanggup menolong dan memastikan bendungan Kolhua ini dapat dibangun.

Apalagi, sesepuh NTT Esthon Foenay seperti yang disampaikan bapak Daniel Adoe beberapa waktu lalu bahwa siap menyerahkan lahannya sekitar enam hektar untuk pembangunan bendungan demi masyarakat Kota Kupang ke depan.
Dengan penuh hormat dan cinta kami ketuk hati bapak Gubernur untuk berkenan merestui dan memberikan dukungan. Hampir setengah juta warga NTT di kota Kupang menatap nanar dan sedih dan menanti keikhlasan hati bapak Gubernur.


Kepada bapak walikota dan jajaran, teruslah bekerja keras dan bila perlu jangan tidur pak sebelum persoalan air bersih di kota Kupang teratasi. Kalau banyak warga protes dan kesal, maafkan mereka karena ini hanya ekspresi warga yg menderita karena kesulitan air bersih.

Salam hangat penuh cinta dari warga kota kupang yg biasa-biasa saja

Ferdinand Pello

Ini beberapa Link berita :