Usut Tuntas Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UNRAM

Usut Tuntas Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UNRAM

0 telah menandatangani. Mari kita ke 5.000.


"Saya menghilang dari kampus selama 3 tahun karena takut dengan tindakan oknum dosen yang melecehkan saya" (Anonim)  

Pelecehan seksual yang dialami perempuan/ laki-laki dikampus akhir-akhir ini sudah mulai disuarakan oleh korban. Fenomena ini bukan hanya terjadi di kampus pinggiran, tapi diUnivesitas ternama di Indonesia.

Nusa Tenggara Barat kali ini dikejutkan dengan munculnya kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen Fakultas Hukum. Kejadian ini dilakukan dengan modus konsultasi skripsi yang dilakukan diruang tertutup, bahkan sampai ke kediaman oknum dosen. 

Relasi kuasa antara dosen dengan mahasiswa/wi membuat tidak banyak korban yang berani melaporkan secara terbuka. Ketakukan akan tidak diluluskan, diberikan nilai yang rendah, tidak diikutkan dalam kelas oknum dosen (pelaku) menjadi momok tersendiri bagi korban. 

Melihat ruang dan waktu potensi terjadinya pelecehan seksual dilingkungan kampus , kami menuntut agar Rektor UNRAM  untuk : 

1. Membentuk tim investigasi independent untuk mengusut tuntas dugaan pelecehan seksual yang terjadi dilingkungan Fakultas Hukum dan semua Fakultas di UNRAM .

2. Membahas secara terbuka hasil temuan tim investigasi indepentent sebagai wujud edukasi kepublik, serta  memastikan akuntabilitas. 

3. Menyediakan SOP terkait dengan mekanisme konsultasi  tugas-tugas perkuliahan

4. Menyediakan sistim  layanan/ mekanisme pengaduan yang ramah bagi korban untuk melapor