STOP PACUAN KUDA DENGAN JOKI CILIK

0 telah menandatangani. Mari kita ke 15.000.


JOKI CILIK, NASIBMU NAk...

Sungguh, saya tak bisa menahan isak airmata begitu mendapat kabar dan kiriman video kecelakaan Joki Cilik yg berujung kematian itu. Bukan hanya sekali ini, atas nama tradisi, kebanggaan yg entah seperti apa nalarnya, eksotika pariwisata atau apapun motifnya itu, anak-anak tak berdosa itu berguguran. Ya, saya kira hanya persoalan waktu saja sampai kematian itu akan menjemput satu persatu.

Sudah banyak buku, film, diskusi publik hingga akademik yg mendedah tentang persoalan Joki Cilik ini. Bukannya tambah baik, justru sebaliknya. Banyak orang semakin bangga dengan aktivitas eksploitasi anak ini. Para pejabat dan orang-orang berduit semakin byk yg memiliki kuda-kuda pacu. Volume/intensitas pacuanpun semakin sering. Angka taruhan semakin besar. Anak-anak itupun semakin dipaksa turun ke lintasan balap yg berdebu, mengendalikan binatang liar yg berkali-kali lebih besar dari tubuhnya meski tanpa perlindungan keselamatan yg memadai atau aturan main yg jelas.

Tak peduli mereka kelelahan, kehilangan fokus, menjerit ketakutan, jiwa mereka tergoncang akibat mental yg terepresi sedemikian dasyat. Pendidikan mereka yg terbengkalai, juga masa kanak2 yg terenggut oleh ego para dewasa maniak. Dan dalam konteks demikian, tentu, kematian hanyalah klimaks!

Jika sudah demikian adakah yg peduli? Adakah para pemilik kuda, tukang taruhan, penonton yg bersorak, pemerintah daerah yg mengeruk bangga, tukang foto, kameramen, instansi tertentu, berempati, sekedar memberi ucapan bela sungkawa, kepada keluarga para korban? Lantas bagaimana dg nasib mereka yg patah kaki, tangan, tulang punggung, mukanya hancur, masa depannya berantakan?

Saatnya semua pihak berpikir ulang untuk melanggengkan tradisi buruk ini. Tentu tidak ada yg salah dengan olah raga pacuan kuda, atau anak2 yg belajar menunggang kuda. Tapi memanfaatkan mereka untuk tujuan tertentu hingga memmbahayakan nyawa adalah tindakan yg biadab. Stop. cukup.
PaoxIben