Tolak Kunjungan Kerja (KUNKER) DPRD NTB ke Luar Negeri

0 telah menandatangani. Mari kita ke 50.000.


Pejabat di Indonesia itu suka banget aji mumpung. Sebulan sebelum masa jabatannya berakhir, puluhan anggota DPRD NTB malah rame-rame ke luar negeri. Alasannya: kunjungan kerja!

Ngapain juga mereka kunjungan kerja (kunker), padahal masa jabatannya mau selesai? Sebagian besar dari mereka pun nggak terpilih lagi jadi anggota DPRD NTB 2019-2024. Salah nggak kalau masyarakat ngira mereka cuma mau plesiran?

Budget untuk Kunker itu pun nggak sedikit. Totalnya mencapai Rp 3,5 Miliar! Anggaran sebesar itu akan lebih bermanfaat dan dirasakan manfaatnya apabila digunakan untuk percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas umum dan kebutuhan dasar bagi warga penyintas gempa di NTB.

Apalagi proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa yang mengguncang NTB setahun lalu yang hingga hari ini belum memperlihatkan banyak kemajuan. Kesannya, Anggota DPRD NTB abai dan lalai dalam penanganan pasca gempa di NTB

Minggu lalu, sebagian anggota DPRD sudah berangkat. Sisanya akan berangkat sebentar lagi. 

Saya mau ajak teman-teman untuk dukung petisi ini dan meminta Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda untuk tolak penganggaran yang nggak efektif seperti Kunker ke luar negeri. 

Apalagi Presiden Joko Widodo dalam pidatonya juga sempat menyinggung Kunker anggota Dewan yang nggak perlu dan cuman buang-buang anggaran aja.