Cabut Izin Tambang CV. Sumber Rejeki di Selomalang Mojokerto Jawa Timur

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Selomalang merupakan Daerah Aliran Sungai yang berada di kawasan hulu Sungai Brantas serta memiliki fungsi ekologis dengan konservasi bernilai tinggi karena di kelilingi hutan lindung dan kawasan pegunungan Arjuno, Welirang dan Anjasmoro. Penambangan batu di wilayah selomalang sangat beresiko terjadi longsor, banjir bandang, kerusakan ekologis sungai, rusaknya sumber mata air serta mengancam pertanian masyarakat kecamatan Jatirejo Kab. Mojokerto, karena selomalang merupakan tebing terakhir yang menjadi benteng pertahanan ancaman longsor.

Selomalang yang berada di Desa Lebak Jabung Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto memiliki potensi Situs Budaya Kerajaaan Mojopahit dan Wisata alam River Tubing yang di kelola oleh Masyarakat untuk peningkatan ekonomi. Sayangnya aktivitas wisata saat ini harus berhenti karena adanya Tambang batu  CV. Sumber Rejeki yang juga melakukan penambangan di Sungai boro tempat wisata mereka.

Izin Tambang yang di keluarkan oleh Gubernur Jawa Timur tidak melalui proses yang melibatkan masyarakat serta banyak kejanggalan administrasi dan pelanggaran yang di temukan, diantaranya : 

  1. Terjadi penolakan Masyarakat dalam Sosialisasi yang di lakukan.
  2. Survey lapangan  lebih dulu dilakukan oleh ESDM Jatim dari pada surat pengajuan ijin oleh perusahaan.
  3. Aktivitas Tambang sudah beroperasi meskipun Perjanjian Kerjasama CV. Sumber Rejeki, LMDH dan Perhutani KPH Jombang belum dilakukan secara tertulis karena menggunakan akses jalan kawasan hutan.
  4. Terjadi penambangan secara illegal di Sungai Boro Selomalang (dugaan pihak Perusahaan) yang kasusnya saat ini di tangani oleh Polres Mojokerto.
  5. Belum adanya UKL, UPL dan AMDAL serta izin lingkungan yang di terbitkan Kabupaten.
  6. Pelanggaran Batasan Sempadan sungai.

Menurut Kades Lebak Jabung, setidaknya ada sekitar 80 - 90 % Masyarakat Desa menolak adanya tambang batu di wilayah Selomalang karena masyarakat mulai sadar terhadap dampak kerusakan lingkungannya.

Aksi warga di depan Kantor Gubernur Jatim sampai Aksi Jalan Kaki 3 warga Jabung ke Jakarta sudah di lakukan untuk meminta agar Izin segara di cabut oleh Gubernur, supaya masyarakat bisa kembali mendapatkan Hak atas air bersih dan bisa mengelola sumber daya alam mereka kembali sebagai Kawasan Ekowisata yang berbasis masyarakat. 

untuk itu kami minta dukungan Masyarakat untuk bersama sama meminta Gubernur Jawa Timur segera mencabut izin CV. Sumber Rejeki di wilayah Selomalang.