TOLAK KEBIJAKAN GANJIL GENAP YANG MENGORBANKAN AKSES TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


Pemprov DKI membuat sejumlah perubahan soal kebijakan ganjil-genap di Jakarta, dari rute hingga durasi. Kebijakan baru itu berlaku mulai 9 September 2019. Adapun tahapan pelaksanaannya sebagai berikut:

Sosialisasi                                                            : 7 Agustus-8 September 2019

Uji coba                                                                : 12 Agustus-6 September 2019

Implementasi dan penegakan hukum                   : 9 September 2019

 

Terdapat revisi penambahan waktu pada sore hari yang semula dari pukul 16.00 WIB sampai 20.00 WIB, kini berlaku hingga pukul 21.00 WIB.

Ruas jalan yang terkena perluasan sistem ganjil genap, terdiri dari :

- Jalan Pintu Besar Selatan

 - Jalan Gajah Mada - Jalan Hayam Wuruk

- Jalan Majapahit - Jalan Sisingamangaraja

- Jalan Panglima Polim

- Jalan RS Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang).

- Jalan Suryopranoto

- Jalan Balikpapan

- Jalan Kyai Caringin

 - Jalan Tomang Raya

– Jalan Pramuka

- Jalan Salemba Raya

- Jalan Kramat Raya

 - Jalan Senen Raya

- Jalan Gunung Sahari

 

 Sistem ganjil genap juga tetap diberlakukan di ruas jalan yang semula sudah diterapkan kebijakan tersebut, yakni:

 - Jalan Medan Merdeka Barat

 - Jalan MH Thamrin

- Jalan Jenderal Sudirman

- Sebagian Jalan Jenderal S Parman, dari ujung simpang Jalan Tomang Raya sampai simpang Jalan KS Tubun.

- Jalan Gatot Subroto

- Jalan Jenderal MT Haryono

 - Jalan HR Rasuna Said

- Jalan DI Panjaitan

- Jalan Jenderal Ahmad Yani (mulai simpang Jalan Perintis Kemerdekaan sampai dengan simpang Jalan Bekasi Timur Raya)

 

Saya mengajak teman-teman semua untuk menolak kebijakan baru pemda DKI ini terutama untuk pemberlakuan ganjil genap pada Jalan Toman Raya. Alasannya adalah sebagai berikut:

 

Pada saat perluasan ganjil genap tahap pertama sebagai kelanjutan pelaksanaan Asian Games 2018 Jalan S. Parman adalah salah satu ruas jalan yang terkena pemberlakuan peraturan ganjil genap tersebut. Seperti kita ketahui pada jalan S Parman tersebut terdapat 3 rumah sakit pemerintah yaitu RSAB Harapan Kita, RS Jantung Harapan Kita dan RS Kanker Dharmais. Pada saat peraturan itu diberlakukan banyak keluhan dari pasien mengenai bertambah sulitnya akses untuk mencapai RS. Pasien-pasien pada kondisi tanggal tertentu tidak bisa langsung masuk ke 3 RS tersebut melalui pintu depan, harus mengambil Jalan Tomang Raya lalu kemudian jalan Wijaya Kusuma dan masuk melalui pintu samping Harapan Kita untuk masuk ke RSAB Harapan Kita atau ke RS Jantung Harapan Kita atau lewat jalan Kota Bambu Selatan untuk akses ke RS Kanker Dharmais. Pada kondisi tersebut jalan Tomang Raya menjadi jalur alternatif penting untuk akses ke 3 RS tersebut saat tidak dapat melewati jalan S Parman.

 

Dengan diberlakukannya peraturan baru tersebut salah satu alternatif jalan penting tadi yaitu jalan Tomang Raya menjadi tidak dapat dilalui juga untuk pasien pada tanggal-tanggal tertentu. Dapat kita pahami alasan pemda DKI memberlakukan perluasan ganjil genap ini (mengatasi kemacetan, mengurangi polusi, dll), tetapi apakah tepat mempersulit akses ke pusat pelayanan kesehatan? Dalam hal ini untuk pasien ibu dan anak (RSAB Harapan Kita), pasien-pasien penyakit jantung (RS Jantung Harapan Kita) dan pasien penderita kanker (RS Kanker Dharmais). Diantara sekian banyak pasien-pasien tersebut banyak pula diantaranya yang menderita penyakit kronis yang mengharuskan mereka untuk kontrol berobat dengan frekuensi yang cukup sering, sehingga tentunya dengan semakin sulitnya akses ke pelayanan kesehatan ini pasti akan berpengaruh terhadap rutinitas untuk mendapatkan terapi bagi penyakit mereka.

 

Mengurangi kemacetan dan polusi adalah tanggung jawab kita bersama sebagai penduduk DKI Jakarta, tetapi apakah patut warga yang sedang bergelut dengan penyakit juga turut menanggung kewajiban tersebut?

 

TOLAK KEBIJAKAN GANJIL GENAP YANG MENGORBANKAN AKSES TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN!