Petisi ditutup

TEGAKKAN HUKUM KEKERASAN TERHADAP HEWAN DI BALI! / ENFORCE ANIMAL CRUELTY LAW IN BALI!

Petisi ini mencapai 6.657 pendukung


(Please Scroll Down for English Version)

Penyiksaan hewan menunjukkan Risiko Tinggi dari Disorder Psikopat, pelaku kriminal sadis terhadap manusia.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali menilai populasi anjing saat ini sudah melebihi kemampuan untuk penanganan dan vaksinisasi. Apalagi, saat ini Bali dihadapkan pada kondisi kelangkaan vaksin anti-rabies (VAR).Keadaan ini telah mendorong Pemprov Bali melakukan langkah darurat mengatasi wabah rabies dengan eliminasi anjing secara massal.

Ironisnya, pernyataan dan cara penindakan dari eliminasi massal ini banyak disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk eksplorasi nafsu sadis.

Dengan tidak adanya sanksi hukum, para pelaku dengan bangga mempublikasikan kekejaman dan tindakan sadis mereka melalui sosial media untuk kesenangan, kesombongan dan ketenaran yang sudah menyebar ke jenis hewan peliharaan lainnya seperti kucing.

Manusia yg melakukan kekejaman terhadap binatang jarang berhenti sampai disitu, ini adalah identifikasi awal - kebanyakan dari mereka akan melakukan kekerasan dan kejahatan terhadap manusia yang lebih lemah pada umumnya yaitu wanita dan anak-anak dan suatu hari dapat menjadi bahaya bagi masyarakat luas. http://www.examiner.com/article/animal-abuse-indicates-high-risk-of-psychopathic-disorder

Kami memohon kepada PemProv Bali - I Made Mangku Pastika, Gubernur Bali and Ronny Frankie Sompie, Kapolda Bali untuk memberikan pernyataan resmi secara serentak melalui aparatnya dan media massa kepada masyarakat tentang penegakkan KUHP Kekerasan terhadap Hewan dan menindak tegas pelaku terlepas dari lembaga manapun dengan hukuman dan/atau konseling yang mencakup: 

1.) Pembuangan jenis Hewan Peliharaan Rumah, Perantaian dan Pengandangan yang tidak layak, kekurangan air atau makanan; Salah urus; Pabrik Anak Anjing; meliarkan tanpa melakukan vaksinasi rutin. Sebagai penanggulangan jangka panjang rabies karena bertambah banyaknya infeksi rabies juga dikarenakan kelalaian pemeliharaan dari pemilik. http://m.antarabali.com/berita/72525/disnakeswan-nilai-populasi-anjing-di-bali-berlebih

2.) Pembunuhan dan Penyiksaan jenis Hewan Peliharaan Rumah termasuk pemukulan, penusukan, pencekikan. 76% dari mereka yang menganiaya hewan juga menganiaya anggota keluarganya. http://m.huffpost.com/us/entry/2507551

3.) Pertarungan Anjing Teroganisir, dikenakan kepada pelaku dan penyelenggara. Hal sadis di dalam pertarungan anjing sering terkait erat dengan kegiatan kriminal lainnya. Anak-anak di komunitas tersebut secara rutin terpapar kekerasan, mereka secara sistematis peka terhadap penderitaan, dan akhirnya menjadi kriminal. http://m.beritasatu.com/nasional/152010-lemah-hukum-adu-anjing-kian-marak-di-indonesia.html

4.) Pembunuhan jenis Hewan Peliharaan Rumah untuk dikonsumsi; Perdagangan Daging Anjing, dikenakan kepada Pemasok, Penjual dan Pembeli. Daging anjing/kucing liar mempunyai potensi tinggi daripada binatang ternak untuk terkontaminasi dengan penyakit yang dapat menularkan Rabies, Parvo Virus dan Distemper.Jangan biarkan Bali menjadi pulau yang mewajarkan memakan Anjing ataupun Kucing dan membiarkan mereka menodai ritual suci 'Mecaru' untuk justfikasi perbuatan mereka. https://www.animalsasia.org/intl/assets/pdf/AnimalsAsia_deserve-better_Jan12_resized.pdf

5.) Pencurian Anjing atau Kucing: Termasuk motif keuntungan finansial atau tebusan.

KUHP Indonesia untuk Kekerasan terhadap Hewan: http://bawabali.com/please-know-the-law-use-the-law-bawa/

Sumber daya yang terbatas dari penegak hukum tidak bisa selalu membuat insiden kekejaman terhadap hewan menjadi prioritas utama, maka dari itu kami siap membantu pihak yang berwenang dalam penangkapan pelaku Praktik Kekerasan terhadap Hewan.

Paraf petisi ini, sekarang! Janganlah menunggu sampai Bali menjadi the LOST Paradise. Selamatkan Lingkungan Hidup di Bali untuk masa depan anak cucu kita!

Petisi ini mendapatkan dukungan dari Suzy Hutomo (CEO of The Body Shop Indonesia), Fanny Agustin & Adi Sapoetra (Owners of Pie Susu Asli Enaaak Bali), Ajiq (The Bullhead/Band), Alex Kartasa (Owner of Mall Grand Cakung-Jakarta), Jakarta Animal Aid Network (JAAN) dan individu-individu yang peduli.

Please like this following FB page for further information and updates: www.facebook.com/BaliAgainstZoosadism

#BaliAgainstZoosadism
Wake up. Connect. Act.

Kesenangan yang berasal dari kekejaman terhadap hewan disebut ZOOSADISM, salah satu dari tiga perilaku yang merupakan indikasi perilaku seorang sosiopat. https://en.m.wikipedia.org/wiki/Zoosadism

Referensi: https://books.google.co.in/books?id=2vh2iekHcn4C&printsec=frontcover#v=onepage&q&f=false

----------

Animal Abuse Indicates High Risk Of Psychopathic Disorder, a potential violent criminal against humans.

Department of Animal’s Husbandry and Health (Disnakeswan) of Bali assessed dog population has exceeded the capability for handling and vaccinations. Moreover, Bali currently faced the challenges of scarcity of anti-rabies vaccines (VAR).This condition has made the Bali Provincial Government to undertake emergency measures to overcome an outbreak of canine rabies by mass-culling elimination.

Ironically, statements and mass elimination countermeasures has been abused by people to explore their sadistic lust.

With the absence of legal sanctions, the perpetrators proudly publish their cruelty via social media. Sadistic action committed for pleasure, pride and fame has spread to other domestic animals like cats.

Humans who commit cruelty to animals rarely stop there, it is an early indication - most of them will commit crime against vulnerable target, commonly women and children and one day might become a danger to the community at large. http://www.examiner.com/article/animal-abuse-indicates-high-risk-of-psychopathic-disorder

We appeal to Bali Provincial Government - I Made Mangku Pastika , Governor of Bali and Ronny Frankie Sompie, Bali Police chief to give an official statement simultaneously through its officials and mass media to the public about the enforcement of the Criminal Code of Violence Against Animals and take firm action against the perpetrators regardless of any institution with penalties and/or counseling that includes:

1.) Disposal of Pet Animals type, Caging and chaining: Includes cages that are not feasible, lack of water or food; mismanagement; Puppy Mill; to be put out on the street without routine vaccinations. It is for long-term solution in overcoming rabies. Increasing number of rabies infection is also caused by the owner negligence. http://m.antarabali.com/berita/72525/disnakeswan-nilai-populasi-anjing-di-bali-berlebih

2.) Murder and Torture type of Pet Animals including beatings, stabbings, strangulation. 76% of those who beat animals also beat family members. http://m.huffpost.com/us/entry/2507551

3.) Organized Dog Fights, subjected to performer owners and organizers. The sadistic show in dog fights are often closely linked to other criminal activities. Children in the community are routinely exposed to violence, they systematically sensitive to the suffering, and eventually become a criminal. http://m.beritasatu.com/nasional/152010-lemah-hukum-adu-anjing-kian-marak-di-indonesia.html

4.) Murder of Pet Animals type for consumption; Dog Meat Trade, subjected to the Supplier, the Seller and Buyer. Stray dogs/cats meat have high potential to be contaminated with diseases that transmit Rabies, Parvo and Distemper Virus.Do not let Bali make natural-consuming of Dogs or Cats and let them tarnished the holy ritual of 'Mecaru' to justify their action. https://www.animalsasia.org/intl/assets/pdf/AnimalsAsia_deserve-better_Jan12_resized.pdf

5.) Dog or Cat Theft: Including financial gain motive or ransom.  

Indonesia Criminal Code on Violence against Animals: http://bawabali.com/please-know-the-law-use-the-law-bawa/

With limited resources, local law enforcement can't always make animal cruelty incidents a top priority therefore we are ready to help local enforcement in making arrest to Animal Cruelty Offenders.

Please sign the petition, now! Do not wait until Bali become the Lost Paradise. Save the Environment in Bali for the future of our children and grandchildren!

This Petition get support from Suzy Hutomo (CEO of The Body Shop Indonesia), Fanny Agustin & Adi Sapoetra (Owners of Pie Susu Asli Enaaak Bali), Ajiq (The Bullhead/Band), Alex Kartasa (Owner of Mall Grand Cakung-Jakarta), Jakarta Animal Aid Network (JAAN) and individuals who cares.

Please like this following FB page for further information and updates: www.facebook.com/BaliAgainstZoosadism

#BaliAgainstZoosadism
Wake up. Connect. Act.

Pleasure derived from cruelty to animals is called ZOOSADISM, a set of three behaviors that are a precursor to sociopathic behavior. https://en.m.wikipedia.org/wiki/Zoosadism

References: https://books.google.co.in/books?id=2vh2iekHcn4C&printsec=frontcover#v=onepage&q&f=false



Hari ini: Patricia mengandalkanmu

Patricia (Patty) membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Gubernur Bali: I Made Mangku Pastika: TEGAKKAN HUKUM KEKERASAN TERHADAP HEWAN DI BALI!". Bergabunglah dengan Patricia dan 6.656 pendukung lainnya hari ini.