Petisi ditutup

Bali Need Regulation for Used Cooking Oil Waste management

Petisi ini mencapai 402 pendukung


Every year 10 million international and local tourists visit Bali and their restaurant patronage alongside common fried-food cooking practices generates thousands of liters of used cooking oil (UCO) every day. However proper waste management practices for UCO are neglected and this significantly compromises the health and environment in Bali.

Many large restaurant owners are unaware that their UCO is sold “out the back door” where it enters the black market.  Waste pickers sell to market traders and food stalls, to reuse the UCO in local kitchens where it might be reheated 20+ times for frying food. Making matters worse, middlemen may bleach or pump the UCO with chemicals before reselling to local eateries.  This food is known to contain carcinogens and has been linked to pulmonary disease. Furthermore, rancid UCO contains free radicals, molecules that can damage cells and lead to increased cancer risk.

End use is also a problem and if UCO is disposed of in landfills, it decomposes through anaerobic digestion processes into methane, a very harmful greenhouse gas.  It may also infiltrate into the aquifers, jeopardizing the groundwater and drinking water resources.

River ways are also another common and often final destination for UCO. Dumping UCO causes acidification and affects Bali’s watersheds and ecosystems.  Polluted water threatens irrigation for growing staple foods and stresses coral reef ecosystems.

Help Us Help free Bali from this degenerative cycle to ensure UCO is not used beyond expiry and properly disposed so that Bali may sustain great nature and health.  By signing and sharing this petition you are supporting the Governor Bali and head of Districts in Bali to regulate the proper treatment and disposal of UCO, making Bali Free from Unhealthy Cooking and Disposal Practices of Used Cooking Oil.

---

Setiap tahun Bali dikunjungi oleh lebih dari 10 juta wisatawan internasional dan domestik. Dari kunjungan ini restaurant menghasilkan ribuan liter minyak goreng bekas (Jelantah) setiap hari. Namun sayangnya  pengelolaan limbah jelantah yang tepat masih diabaikan dan ini secara signifikan meninggalkan risiko tinggi bagi kesehatan dan lingkungan di Bali.


Banyak pemilik restoran besar tidak menyadari bahwa Jelantah mereka dijual "lewat pintu belakang" ke pasar gelap. Pengumpul Jelantah selanjutnya menjual langsung warung makan atau ke pengepul pasar, Jelantah seringkali digunakan untuk mengolah makanan dengan dipanaskan lebih dari 20kali untuk menggoreng makanan. Lebih parah, oknum perantara mencampurkan pemutih atau bahan kimia tertentu untuk menjernihkannya sebelum dijual kembali ke restoran atau pasar lokal. Makanan hasil olahan dengan Jelantah diketahui mengandung karsinogen dan telah dikaitkan dengan beragam penyakit saluran pernafasan. Selanjutnya, jelantah mengandung radikal bebas, molekul yang dapat merusak sel dan menyebabkan peningkatan risiko kanker.
Penggunaan akhir juga meninggalkan masalah dan jika Jelantah dibuang di tempat pembuangan sampah, terurai melalui proses anaerobik menghasikan gas metan, gas rumah kaca yang sangat berbahaya. Jelantah juga dapat menyusup ke dalam tanah, membahayakan air tanah dan sumber air minum.


Seringkali Jelantah dibuang kesaluran air dan sungai. Menyebabkan pengasaman dan mempengaruhi aliran sungai dan ekosistem di Bali. Air yang tercemar mengancam irigasi untuk tanaman pangan dan dapat merusak ekosistem terumbu karang.


Bantu Kami membantu Bali bebas dari siklus degeneratif ini, dengan memastikan Jelantah tidak digunakan berlebihan untuk kunliner dan dikelola dengan benar sehingga Bali bisa mempertahankan alam yang Indah dan mengurangi dampak risiko kesehatan bagi masyarakat. Dengan menandatangani dan berbagi permohonan ini Anda mendukung Gubernur Bali dan Bupati/ Walikota di Bali untuk menerbitkan aturan tata kelola limbah minyak goreng bekas/ Jelantah, membuat Bali Bebas dari Minyak Goreng Tidak Sehat dan Praktek membuang Minyak Goreng Bekas ke lingkungan



Hari ini: Endra mengandalkanmu

Endra Setyawan membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Governor Bali: Bali Need Regulation for Used Cooking Oil Waste management". Bergabunglah dengan Endra dan 401 pendukung lainnya hari ini.