

Boikot pasangan yang bikin konten ngerusak begini
Masalahnya
Pasangan Baim dan Paula ini sudah lama membuat tidak nyaman dengan segala prank dan aji mumpungnya.
Tapi nge prank polisi dan mentertawakan KDRT (yang disajakan moment nya dengan kasus dugaan KDRT Lesti Kejora) itu sudah sangat kelewatan.
KDRT itu bukan buat dibecandain dan buat di jadikan lelucon, beneran ga ada empati dan hati nurani. Dan bukan contoh yang bagus, ketika orang berjuang untuk pelaporan KDRT yang selama ini banyak yang tidak berani untuk melapor karena biasanya salah satu alasan korban tidak melapor karena malu, takut malah dihina dan dilecehkan, dan pasangan ini melakukan semua yang ditakutkan para korban KDRT, mereka membully, menertawakan dan menjadikan kasus KDRT sebagai konten sampah mereka. Dan bahkan nge-PRANK polisi.
Please jangan sampe dilepas cuma dengan akting nangis sambil minta maaf lagi. Kemudian bikin maslaah lagi.
Makin kesini makin kebangetan sih mereka, ga ada empati dan hati, harusnya belajar, gak semua harus jadi duit, ga semua harus dijadikan konten. Ada kalanya harus pakai hati, dan otak (yang semoga ada), ketika akan membuat satu konten, dan apa dampaknya bagi sekian juta pengikut dan penonton kalian.
�

Masalahnya
Pasangan Baim dan Paula ini sudah lama membuat tidak nyaman dengan segala prank dan aji mumpungnya.
Tapi nge prank polisi dan mentertawakan KDRT (yang disajakan moment nya dengan kasus dugaan KDRT Lesti Kejora) itu sudah sangat kelewatan.
KDRT itu bukan buat dibecandain dan buat di jadikan lelucon, beneran ga ada empati dan hati nurani. Dan bukan contoh yang bagus, ketika orang berjuang untuk pelaporan KDRT yang selama ini banyak yang tidak berani untuk melapor karena biasanya salah satu alasan korban tidak melapor karena malu, takut malah dihina dan dilecehkan, dan pasangan ini melakukan semua yang ditakutkan para korban KDRT, mereka membully, menertawakan dan menjadikan kasus KDRT sebagai konten sampah mereka. Dan bahkan nge-PRANK polisi.
Please jangan sampe dilepas cuma dengan akting nangis sambil minta maaf lagi. Kemudian bikin maslaah lagi.
Makin kesini makin kebangetan sih mereka, ga ada empati dan hati, harusnya belajar, gak semua harus jadi duit, ga semua harus dijadikan konten. Ada kalanya harus pakai hati, dan otak (yang semoga ada), ketika akan membuat satu konten, dan apa dampaknya bagi sekian juta pengikut dan penonton kalian.
�

Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 1 Oktober 2022