Kemenangan

Hentikan Perdagangan Satwa Ilegal diFacebook, Add wildlife trade button on Facebook Report

Petisi ini membuat perubahan dengan 404 pendukung!


http://www.bbc.com/news/science-environment-35710716

http://www.harianjogja.com/baca/2016/02/18/penjualan-satwa-bareskrim-polri-ungkap-kasus-jual-beli-20-hewan-dilindungi-692302

https://www.facebook.com/groups/217959915215784/

https://www.facebook.com/groups/477406475778443/

http://www.profauna.net/id/fakta-satwa-liar-di-indonesia

"Facebook does not allow the sale and trade of endangered animals and we will not hesitate to remove any content that violates our terms of service." (BBC, Maret 2016).

However countless posts about illegal wildlife trading still occur in hundreds Facebook groups (Closed or Public). It can lead to massive decrease of wildlife numbers, and sadly, Facebook has big role in that condition.

Jika anda mengetik kata 'jual' dan 'hewan' dipencarian Facebook, anda akan menemui ratusan grup jual beli hewan online. Coba anda masuk ke salah satunya, anda akan menemukan ratusan hewan liar berbagai jenis diperjualbelikan. Banyak yang statusnya tidak dilindungi, namun tidak sedikit pula hewan yang dilindungi undang-undang diperjualbelikan dengan bebas. Ratusan grup menjual hewan langka secara ilegal mulai dari elang, kukang, bahkan hewan hampir punah seperti orangutan dan macan tutul.

Bila satu grup beranggotakan seratus orang, masing-masing membuat satu pos penjualan per hari, maka dalam sehari ada seratus hewan berbagai jenis diperjualbelikan di satu grup. Apabila terdapat seratus grup jual beli, maka seharinya 10.000 ekor hewan diperjualbelikan. Lebih dari 95% satwa yang dijual di pasar adalah hasil tangkapan dari alam (sumber: Profauna). Bisa dibayangkan dampaknya bagi kelestarian hewan tersebut! 

Salah satu kasus yang mengemuka adalah Kakaktua dalam botol. Kakaktua tersebut didatangkan secara kejam guna memenuhi pesanan online.

Facebook seperti membiarkan hal tersebut dengan tidak memberi opsi pelaporan terkait penjualan ilegal hewan dan tumbuhan langka dan dilindungi.

Facebook telah menyediakan opsi pelaporan tentang penjualan senjata, miras, kekerasan, hate speech dan kekerasan terhadap hewan. Namun, Facebook sepertinya masih menutup mata jika di jejaringnya digunakan untuk menjual hewan langka secara ilegal.

Oleh karena itu, kami meminta Facebook menyediakan opsi pelaporan posting yang terkait penjualan hewan ilegal. Dengan demikian, pengguna Facebook dapat langsung melaporkan ke pihak Facebook agar post tersebut dihapus sehingga memutus rantai promosi para mafia penjual hewan langka ilegal di seluruh dunia termasuk Indonesia. Selain itu, kami meminta Facebook menghapus grup jual beli hewan yang menjual hewan langka secara ilegal.

Mohon bantuan anda untuk menandatangani petisi ini, karena percayalah, banyaknya bencana alam yang melanda Indonesia salah satunya disebabkan hilangnya keaneragaman hewan di alam. Kehilangan satu jenis hewan sejatinya merupakan kehilangan yang tidak tergantikan. 



Hari ini: Majalah mengandalkanmu

Majalah Biologi membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "facebook.com: Hentikan Perdagangan Satwa Ilegal diFacebook, Add wildlife trade button on Facebook Report". Bergabunglah dengan Majalah dan 403 pendukung lainnya hari ini.