Kemenangan

Etihad Airways, Jangan Diskriminasi Disabilitas!

Petisi ini membuat perubahan dengan 49.469 pendukung!


Saya menulis ini bukan karena marah atau dendam, tapi agar tidak ada lagi penyandang disabilitas lain yang diperlakukan semena-mena seperti yang saya alami.

Saya pikir ini ironi. Saat saya hendak berangkat mengikuti acara Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas, saya justru mengalami diskriminasi. Maskapai Etihad Airways menolak menerbangkan saya karena saya memakai kursi roda.  

Saat check-in di counter Etihad sebelum naik pesawat menuju Jenewa dari Jakarta, saya beri tahu petugas check-in bahwa saya membutuhkan kursi roda khusus untuk masuk ke kabin pesawat. Ini selalu saya lakukan sebelum terbang. Saat boarding pun saya diantar oleh petugas ground staff masuk ke dalam pesawat.

Tapi masalah muncul 20 menit setelah saya duduk di pesawat. Pimpinan kru menghampiri dan mencecar saya dengan beberapa pertanyaan, yang menurut saya “merendahkan” kelompok disabilitas. Ia misalnya bertanya apa saya bisa evakuasi diri sendiri jika pesawat kecelakaan. Saya bilang, saya butuh bantuan untuk evakuasi.

Tak lama, datang petugas Airport Operation Officer, Bapak Abrar. Dia kembali menanyakan apakah saya bisa berjalan. Saya jawab bahwa saya bisa berjalan dengan pegangan. Lalu katanya, menurut kru kabin, saya harus turun dari pesawat karena tidak ada pendamping.

Saya sempat terkejut dengan ucapan tersebut, karena biasanya tidak ada masalah meskipun saya bepergian sendirian. Saya coba jelaskan kepada pimpinan kru kalau ini bukan pertama kalinya saya terbang sendiri. Tapi ia tetap menegaskan saya harus turun dari pesawat karena tidak bisa melakukan evakuasi sendiri.

Mereka berdalih bahwa ini ada di peraturan penerbangan Etihad dan seharusnya dapat dibaca oleh calon penumpang. Tapi waktu saya baca, tak ada larangan terbang bagi disabilitas. Peraturannya bisa dibaca di sini http://www.etihad.com/en-id/experience-etihad/special-assistance/medical-information/

Malah di situ tertulis “US Rule for non-discrimination on the basis of disability” - Peraturan Amerika Serikat untuk non-diskriminasi berdasarkan disabilitas. Saya merasa ini tidak adil! Tapi waktu itu saya tak bisa berbuat apapun selain turun dari pesawat.

Sebagai penyandang disabilitas dan pegiat hak-hak kelompok disabilitas, saya tahu bahwa hal ini pasti terjadi pada sebagian besar penyandang disabilitas. Yang melakukan diskriminasi bukan hanya penerbangan internasional, namun juga domestik.

Secara moral dan hukum maskapai Etihad telah melakukan diskriminasi dan pelanggaran terhadap hak-hak disabilitas/difabel. Konvensi Penyandang Disabilitas (yang telah diratifikasi oleh Indonesia melalui UU No. 19/2011) menegaskan prinsip non-diskriminasi, yang berarti bahwa tidak boleh ada perbedaan perlakuan kepada siapapun terutama terhadap penyandang disabilitas.

Apalagi 17 Maret 2016 lalu DPR RI baru saja mengesahkan UU Penyandang Disablitas, yang seharusnya justru dapat diterapkan secara komprehensif di seluruh lini kehidupan, mencakup pula sarana transportasi dan dunia penerbangan publik.

Melalui petisi ini, saya meminta agar pihak Maskapai Etihad tidak lagi mendiskriminasi penyandang disabilitas. Dan agar peristiwa ini tak berulang, saya meminta Menteri Perhubungan untuk membuat regulasi yang melarang semua maskapai penerbangan melakukan diskriminasi kepada penyandang disabilitas. Serta memastikan pula perusahaan-perusahaan yang ada di transportasi tersebut mematuhi prinsip-prinsip perlindungan disabilitas/difabel.



Hari ini: Dwi mengandalkanmu

Dwi Ariyani membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "@EtihadAirways, Jangan Diskriminasi Disabilitas! @IgnasiusJonan". Bergabunglah dengan Dwi dan 49.468 pendukung lainnya hari ini.