Dukungan untuk menurunkan jabatan bu Sulfiani sebagai Pembina OSIS di SMKN 7 Makassar

Masalahnya

DI SARANKAN UNTUK MEMBACA TERLEBIH DAHULU CERITA DI BAWAH SEBELUM MENYETUJUI PETISI INI

CERITA INI ADALAH BERDASARKAN FAKTA DAN TIDAK MENGADA-ADA!!

Sejak beberapa bulan bu Sulfi menjabat sebagai Pembina OSIS SMKN 7 Makassar, sistem sekolah kami berbanding balik atau perlahan menjadi kacau. Mulai dari rapat OSIS yang hampir tiap hari diadakan di Aula yg ujung²nya tidak melahirkan solusi yg terbaik sampai di notice oleh hampir semua organisasi bahkan ekskul yang ada di SMK 7.

Kemarin Tanggal 14-16 November sekolah kami mengadakan Kegiatan Nasional yakni Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang di ikuti oleh seluruh siswa kelas X di semua jurusan yang ada, berbagai Organisasi dan Ekskul di ikut sertakan untuk dijadikan Panitia dan Bindap di kegiatan LDKS tersebut. Di hari pertama kami sebagai panitia maupun Bindap telah mengerjakan tugas yang sesuai dengan arahan pihak OSIS terutama Pembina OSIS, dan kami sudah peringatkan sebisa mungkin kepada peserta LDKS untuk tidak ribut karena mengingat SMK 7 di penuhi oleh hal² berbau mistis. Di malam hari menjelang jam tidur kami panitia telah mengikuti arahan bahwa peserta laki² di arahkan untuk tidur di Aula dan peserta perempuan tidur di kelasnya masing², kami panitia serta bindap laki² telah bertindak untuk mengarahkan peserta laki² di Aula untuk cepat tidur sampai² kami menegur peserta laki² dengan nada tinggi karena mereka tidak mau mendengarkan arahan panitia karena di tengah malam nanti mereka akan di bangunkan untuk melaksanakan sholat tahajjud secara berjamaah. Tapi dengan santainya bu Sulfi ini datang ke Aula dan membangunkan mereka dengan alasan mau di Absen dan bertanya ke mereka "Ada yang lapar disini?", maksud saya kalo memang mau di absen dan tawarkan makan ke peserta kan bisa di lakukan sebelum peserta tidur.. Kenapa pas udah tidur semua baru di absen, mikir woii. Kami sebagai Panitia juga bingung harus mengikuti yang telah di rencanakan di Rundown atau mengikuti arahan dari Pembina OSIS.

Di hari kedua paginya kegiatan berjalan dengan lancar, tapi ketika waktu telah siang menjelang sore.. Beberapa kejadian telah bermunculan, beberapa peserta di berbagai kelas mulai kesurupan, pmr bergerak untuk membantu peserta yg kesurupan. Panitia serta bindap keliling untuk memperingatkan seluruh peserta agar menutup pintu kelasnya masing², di arahkan untuk tidak ribut serta menyuruh mereka untuk memutar murottal Al-Qur'an di tiap² kelas. Di depan salah satu kelas ada beberapa anggota pmr sedang menangani peserta yg sedang kesurupan tapi bu sulfi datang dan tiba² menendang tandu penyelamatan sambil berkata di depan peserta "Itu bohongan saja, Gak usah tangani langsung arahkan ke Aula!", di dalam PMR hal tersebut di anggap sebagai Melangkahi Mayat Mati!...

Malam harinya setelah Isya menjelang acara Pentas Seni, mulai banyak lagi peserta Kesurupan namun Bu Sulfi langsung menyuruh Panitia serta Bindap untuk mengarahkan seluruh peserta masuk ke dalam Aula karena acaranya mau di mulai, semua tempat di SMK 7 panitia dan bindap sudah di kasih Clean tidak ada lagi peserta yang tinggal. Pas di Aula ada 1-2 orang yang Kesurupan lagi tapi acara tetap di jalankan. Menjelang selesainya acara Pentas Seni, tiba² 4 peserta bahkan lebih yang ada di Aula langsung kesurupan alhasil semua peserta panik ketakutan berlarian keluar Aula dan berpencar. Panitia, bindap, serta PMR turun tangan untuk menangani peserta yang kesurupan dan menenangkan peserta yang ketakutan. Seluruh Panitia, Bindap, serta PMR telah melakukan apa yg kami bisa dan tidak semena-mena untuk melakukannya. Di saat saya sedang di kelas untuk menangani peserta yang setengah sadar di temani oleh anggota pmr, panitia dan beberapa peserta yg ketakutan, tiba² datang bu Sulfi dan bilang "Kenapa masih ada di kelas ini kenapa gak ke Aula semua?, gak ada telingamu semua kah?!!" Pas saya dengar kata²nya mau sekali saya marahi tpi saya nda bisa karena lagi menangani peserta yg lagi setengah sadar. Di semua tempat SMK 7 ricuh gak karuwan. Suara panik, teriakan minta tolong, tangisan ada di mana². Tapi alhamdulillah kondisinya sudah kembali kondusif berkat kerjasama seluruh panitia, bindap, dan pmr. Setelah semua peserta tertidur, sya menghubungi divisi keamanan melalui HT tapi tdk ada respon. Berpikir bahwa mngkin mereka lelah berjaga yaudh sya sama temanku begadang keliling tengah malam untuk memastikan tidak ada hal yg janggal lagi, ternyata ada beberapa Panitia lagi makan di depan ruangan Tata Usaha dekat gerbang, sya sama temanku sruh mereka untuk aktifkan HTnya karna sya sama temanku mau keliling, tapi alhamdulillahnya tidak ada hal yg janggal. 

Di pagi harinya sebelum semua peserta pulang seluruh panitia dan bindap di suruh untuk arahkan seluruh peserta agar cepat pulang dan jangan sampai ada yg tinggal, kami pun mengikuti sesuai dngn apa yang telah di sruh oleh Pembina OSIS. Bahkan pas kami panitia dan bindap di suruh kumpul ke Aula sama Pembina OSIS untuk evaluasi kegiatan kami belum bisa kumpul karna masih ada peserta yg blum pulang, kami takut nanti ada peserta yg kesurupan lagi makanya kami tidak kumpul dulu ke Aula. Pas sudah tidak ada lagi peserta kami lngsung kumpul ke Aula untuk ikut evaluasi, tpi pas sudah di aula kita semua malah di marahi sama Pembina OSIS. Katanya "Kenapa lama sekali di suruh kumpul ke Aula?, apa yg kalian lakukan di luar aula kah? Bukannya kumpul ke Aula malah keliling ga jelas" ntah di mana logikanya dia letakkan..

Dari cerita di atas seharusnya kalian sebagai pembaca tau apa yang hrus dilakukan selanjutnya..

Di foto yang saya terbitkan adalah foto setelah kami melakukan kegiatan, foto kami di marahi ga jelas oleh Pembina OSIS. Kami tersenyum karena kami berhasil bertahan dari semua hal² yang telah menghambat kami..

Saya sebagai pembuat Petisi ini mewakili dari semua keluhan Siswa-Siswi SMKN 7 Makassar tidak terima atas tindakan yang telah di lakukan oleh Pembina OSIS tersebut kepada teman² saya yg terlibat dalam kegiatan LDKS bahkan sampai ke adek² kelas!!

Ayo dukung petisi ini jika ingin SMKN 7 Makassar bebas dari penghinaan dan lain-lain yang jelas² bukan tindakan yg terpuji!!

avatar of the starter
Fadlan NrPembuka Petisi

2

Masalahnya

DI SARANKAN UNTUK MEMBACA TERLEBIH DAHULU CERITA DI BAWAH SEBELUM MENYETUJUI PETISI INI

CERITA INI ADALAH BERDASARKAN FAKTA DAN TIDAK MENGADA-ADA!!

Sejak beberapa bulan bu Sulfi menjabat sebagai Pembina OSIS SMKN 7 Makassar, sistem sekolah kami berbanding balik atau perlahan menjadi kacau. Mulai dari rapat OSIS yang hampir tiap hari diadakan di Aula yg ujung²nya tidak melahirkan solusi yg terbaik sampai di notice oleh hampir semua organisasi bahkan ekskul yang ada di SMK 7.

Kemarin Tanggal 14-16 November sekolah kami mengadakan Kegiatan Nasional yakni Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang di ikuti oleh seluruh siswa kelas X di semua jurusan yang ada, berbagai Organisasi dan Ekskul di ikut sertakan untuk dijadikan Panitia dan Bindap di kegiatan LDKS tersebut. Di hari pertama kami sebagai panitia maupun Bindap telah mengerjakan tugas yang sesuai dengan arahan pihak OSIS terutama Pembina OSIS, dan kami sudah peringatkan sebisa mungkin kepada peserta LDKS untuk tidak ribut karena mengingat SMK 7 di penuhi oleh hal² berbau mistis. Di malam hari menjelang jam tidur kami panitia telah mengikuti arahan bahwa peserta laki² di arahkan untuk tidur di Aula dan peserta perempuan tidur di kelasnya masing², kami panitia serta bindap laki² telah bertindak untuk mengarahkan peserta laki² di Aula untuk cepat tidur sampai² kami menegur peserta laki² dengan nada tinggi karena mereka tidak mau mendengarkan arahan panitia karena di tengah malam nanti mereka akan di bangunkan untuk melaksanakan sholat tahajjud secara berjamaah. Tapi dengan santainya bu Sulfi ini datang ke Aula dan membangunkan mereka dengan alasan mau di Absen dan bertanya ke mereka "Ada yang lapar disini?", maksud saya kalo memang mau di absen dan tawarkan makan ke peserta kan bisa di lakukan sebelum peserta tidur.. Kenapa pas udah tidur semua baru di absen, mikir woii. Kami sebagai Panitia juga bingung harus mengikuti yang telah di rencanakan di Rundown atau mengikuti arahan dari Pembina OSIS.

Di hari kedua paginya kegiatan berjalan dengan lancar, tapi ketika waktu telah siang menjelang sore.. Beberapa kejadian telah bermunculan, beberapa peserta di berbagai kelas mulai kesurupan, pmr bergerak untuk membantu peserta yg kesurupan. Panitia serta bindap keliling untuk memperingatkan seluruh peserta agar menutup pintu kelasnya masing², di arahkan untuk tidak ribut serta menyuruh mereka untuk memutar murottal Al-Qur'an di tiap² kelas. Di depan salah satu kelas ada beberapa anggota pmr sedang menangani peserta yg sedang kesurupan tapi bu sulfi datang dan tiba² menendang tandu penyelamatan sambil berkata di depan peserta "Itu bohongan saja, Gak usah tangani langsung arahkan ke Aula!", di dalam PMR hal tersebut di anggap sebagai Melangkahi Mayat Mati!...

Malam harinya setelah Isya menjelang acara Pentas Seni, mulai banyak lagi peserta Kesurupan namun Bu Sulfi langsung menyuruh Panitia serta Bindap untuk mengarahkan seluruh peserta masuk ke dalam Aula karena acaranya mau di mulai, semua tempat di SMK 7 panitia dan bindap sudah di kasih Clean tidak ada lagi peserta yang tinggal. Pas di Aula ada 1-2 orang yang Kesurupan lagi tapi acara tetap di jalankan. Menjelang selesainya acara Pentas Seni, tiba² 4 peserta bahkan lebih yang ada di Aula langsung kesurupan alhasil semua peserta panik ketakutan berlarian keluar Aula dan berpencar. Panitia, bindap, serta PMR turun tangan untuk menangani peserta yang kesurupan dan menenangkan peserta yang ketakutan. Seluruh Panitia, Bindap, serta PMR telah melakukan apa yg kami bisa dan tidak semena-mena untuk melakukannya. Di saat saya sedang di kelas untuk menangani peserta yang setengah sadar di temani oleh anggota pmr, panitia dan beberapa peserta yg ketakutan, tiba² datang bu Sulfi dan bilang "Kenapa masih ada di kelas ini kenapa gak ke Aula semua?, gak ada telingamu semua kah?!!" Pas saya dengar kata²nya mau sekali saya marahi tpi saya nda bisa karena lagi menangani peserta yg lagi setengah sadar. Di semua tempat SMK 7 ricuh gak karuwan. Suara panik, teriakan minta tolong, tangisan ada di mana². Tapi alhamdulillah kondisinya sudah kembali kondusif berkat kerjasama seluruh panitia, bindap, dan pmr. Setelah semua peserta tertidur, sya menghubungi divisi keamanan melalui HT tapi tdk ada respon. Berpikir bahwa mngkin mereka lelah berjaga yaudh sya sama temanku begadang keliling tengah malam untuk memastikan tidak ada hal yg janggal lagi, ternyata ada beberapa Panitia lagi makan di depan ruangan Tata Usaha dekat gerbang, sya sama temanku sruh mereka untuk aktifkan HTnya karna sya sama temanku mau keliling, tapi alhamdulillahnya tidak ada hal yg janggal. 

Di pagi harinya sebelum semua peserta pulang seluruh panitia dan bindap di suruh untuk arahkan seluruh peserta agar cepat pulang dan jangan sampai ada yg tinggal, kami pun mengikuti sesuai dngn apa yang telah di sruh oleh Pembina OSIS. Bahkan pas kami panitia dan bindap di suruh kumpul ke Aula sama Pembina OSIS untuk evaluasi kegiatan kami belum bisa kumpul karna masih ada peserta yg blum pulang, kami takut nanti ada peserta yg kesurupan lagi makanya kami tidak kumpul dulu ke Aula. Pas sudah tidak ada lagi peserta kami lngsung kumpul ke Aula untuk ikut evaluasi, tpi pas sudah di aula kita semua malah di marahi sama Pembina OSIS. Katanya "Kenapa lama sekali di suruh kumpul ke Aula?, apa yg kalian lakukan di luar aula kah? Bukannya kumpul ke Aula malah keliling ga jelas" ntah di mana logikanya dia letakkan..

Dari cerita di atas seharusnya kalian sebagai pembaca tau apa yang hrus dilakukan selanjutnya..

Di foto yang saya terbitkan adalah foto setelah kami melakukan kegiatan, foto kami di marahi ga jelas oleh Pembina OSIS. Kami tersenyum karena kami berhasil bertahan dari semua hal² yang telah menghambat kami..

Saya sebagai pembuat Petisi ini mewakili dari semua keluhan Siswa-Siswi SMKN 7 Makassar tidak terima atas tindakan yang telah di lakukan oleh Pembina OSIS tersebut kepada teman² saya yg terlibat dalam kegiatan LDKS bahkan sampai ke adek² kelas!!

Ayo dukung petisi ini jika ingin SMKN 7 Makassar bebas dari penghinaan dan lain-lain yang jelas² bukan tindakan yg terpuji!!

avatar of the starter
Fadlan NrPembuka Petisi

Pengambil Keputusan

Pak Herwelis dan Bu Irmawati
Pak Herwelis dan Bu Irmawati
Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah bagian Kesiswaan

Perkembangan Terakhir Petisi