Dukung petani pakai pupuk organik, agar tanah sehat dan air bersih terjaga!

Masalahnya

Belakangan ini, sering terdengar presiden atau politisi yang mengajak anak muda jadi petani. Saya anak muda, dan saya petani.

Sebagai petani muda, saya berharap pemerintah lebih mendukung kami. Agar petani menjadi profesi yang menarik buat anak muda.

Salah satu dukungan dari pemerintah yang saya harapkan yaitu untuk mengalihkan subsidi dari pupuk kimia ke pupuk organik.

Sudah 8 tahun saya bertani kopi. Selama itu saya belajar banyak dari alam. Kalau kita bekerja tanpa merusak alam, alam pasti juga memberi banyak berkahnya ke kita.

Sejak lama saya pakai pupuk organik di beberapa kebun saya. Saya merasa pupuk organik banyak kelebihannya. Di musim kemarau, tanah di kebun saya tidak kering. Tidak seperti kebanyakan tanah yang pakai pupuk kimia.

Selain itu, penggunaan pupuk organik juga lebih murah harganya, ramah lingkungan, dan menghasilkan bahan pangan yang lebih aman untuk kesehatan kita. 

Pupuk kimia sudah banyak mencemari tanah dan sumber air kita. Misalnya di Banjarnegara, tempat saya tinggal, air sungai Serayu menjadi keruh karena penggunaan pupuk kimia.

Pada April 2023 lalu, Presiden Jokowi pun sudah meminta Menteri Pertanian untuk mensubsidi pupuk organik. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Tapi hingga sekarang, kebijakan itu pun belum juga dilaksanakan. Alhasil, banyak produsen pupuk organik harus tutup karena tidak ada subsidi dan dukungan dari pemerintah.

Karena itu, saya memulai petisi ini untuk meminta Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Ali Jamil, untuk mendorong kebijakan pengalihan subsidi dari pupuk kimia ke pupuk organik.

Saya juga berharap Dinas Pertanian juga dapat membuat program penyuluhan dan pelatihan ke petani tentang pemanfaatan pupuk organik.

Kalau petisi ini didukung banyak orang, kita bisa mengingatkan lagi agar pemerintah lebih pro petani. Agar lebih banyak lagi anak muda yang mau jadi petani.

Tandatangani petisi ini ya teman-teman.


Salam,


Farida Dwi

Petani Kopi Banjarnegara

avatar of the starter
Farida dwiwiPembuka Petisi
Petisi ini mencapai 33 pendukung

Masalahnya

Belakangan ini, sering terdengar presiden atau politisi yang mengajak anak muda jadi petani. Saya anak muda, dan saya petani.

Sebagai petani muda, saya berharap pemerintah lebih mendukung kami. Agar petani menjadi profesi yang menarik buat anak muda.

Salah satu dukungan dari pemerintah yang saya harapkan yaitu untuk mengalihkan subsidi dari pupuk kimia ke pupuk organik.

Sudah 8 tahun saya bertani kopi. Selama itu saya belajar banyak dari alam. Kalau kita bekerja tanpa merusak alam, alam pasti juga memberi banyak berkahnya ke kita.

Sejak lama saya pakai pupuk organik di beberapa kebun saya. Saya merasa pupuk organik banyak kelebihannya. Di musim kemarau, tanah di kebun saya tidak kering. Tidak seperti kebanyakan tanah yang pakai pupuk kimia.

Selain itu, penggunaan pupuk organik juga lebih murah harganya, ramah lingkungan, dan menghasilkan bahan pangan yang lebih aman untuk kesehatan kita. 

Pupuk kimia sudah banyak mencemari tanah dan sumber air kita. Misalnya di Banjarnegara, tempat saya tinggal, air sungai Serayu menjadi keruh karena penggunaan pupuk kimia.

Pada April 2023 lalu, Presiden Jokowi pun sudah meminta Menteri Pertanian untuk mensubsidi pupuk organik. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Tapi hingga sekarang, kebijakan itu pun belum juga dilaksanakan. Alhasil, banyak produsen pupuk organik harus tutup karena tidak ada subsidi dan dukungan dari pemerintah.

Karena itu, saya memulai petisi ini untuk meminta Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Ali Jamil, untuk mendorong kebijakan pengalihan subsidi dari pupuk kimia ke pupuk organik.

Saya juga berharap Dinas Pertanian juga dapat membuat program penyuluhan dan pelatihan ke petani tentang pemanfaatan pupuk organik.

Kalau petisi ini didukung banyak orang, kita bisa mengingatkan lagi agar pemerintah lebih pro petani. Agar lebih banyak lagi anak muda yang mau jadi petani.

Tandatangani petisi ini ya teman-teman.


Salam,


Farida Dwi

Petani Kopi Banjarnegara

avatar of the starter
Farida dwiwiPembuka Petisi

Perkembangan terakhir petisi