Dukung Pencopotan Yahya Cholil Staquf dari Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia


Dukung Pencopotan Yahya Cholil Staquf dari Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia
Masalahnya
Pada Sabtu, 23 Agustus 2025, Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU) UI dihebohkan dengan diundangnya Peter Berkowitz, seorang tokoh dengan latar belakang zionis sebagai pembicara.
Merespons kejadian tersebut, Universitas Indonesia Student for Justice in Palestine (UI SJP) telah melakukan serangkaian kegiatan. Di antaranya aksi UI Tolak Zionisme, audiensi dengan pihak rektorat, diskusi pembentukan UI Palestine Center (UIPC), dan penyusunan proposal public lecture untuk mengundang Profesor asal Palestina.
Setelah dilacak lebih lanjut melalui liputan media Tempo pada 31 Agustus 2025, dikonfirmasi bahwa Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya merupakan orang yang bertanggung jawab atas pengundangan Berkowitz. Dalam wawancaranya, Gus Yahya telah meminta maaf kepada rektor UI dan masyarakat.
Gus Yahya merupakan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI periode 2024-2029. Di saat yang bersamaan, Gus Yahya juga menjabat sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026.
Ketika menilik rekam jejak Gus Yahya, reputasinya banyak beririsan dengan tokoh dan agenda zionisme. Di antaranya yaitu mengundang Berkowitz sebagai pembicara pada akademi kepemimpinan nasional NU 2025, mengundang Berkowitz ke forum agama G20 tahun 2022, hingga kunjungan PBNU ke Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu pada tahun 2018.
Untuk itu, UI SJP sebagai komunitas kolektif mahasiswa UI yang peduli Palestina mengadakan petisi untuk mencopot Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dari MWA UI, yang terbuka bagi seluruh civitas dan alumni UI.
Petisi ini mempertimbangkan banyak hal, mulai dari konsekuensi Gus Yahya yang tidak cukup dijawab hanya dengan permintaan maaf, mencegah kejadian berulang, dan upaya membersihkan nama besar UI dari afiliasi zionisme.
Tindakan dan rekam jejak Gus Yahya secara eksplisit telah mencoreng 9 nilai UI, khususnya nilai keadilan dan kemartabatan. Di samping itu, kejadian ini juga telah mencederai tridharma perguruan tinggi, khususnya aspek pengabdian masyarakat dengan dekat terhadap tokoh pro-genosida, serta aspek pendidikan-pengajaran dengan mengundang Berkowitz yang lebih cenderung sebagai tokoh “think tank” daripada sebagai akademisi.
Bertepatan dengan itu, akan dilaksanakan Rapat Umum MWA UI pada Selasa, 16 September 2025. Petisi ini akan diadvokasikan melalui MWA UI Unsur Mahasiswa untuk dibahas lebih lanjut dalam rapat tersebut.

4.814
Masalahnya
Pada Sabtu, 23 Agustus 2025, Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU) UI dihebohkan dengan diundangnya Peter Berkowitz, seorang tokoh dengan latar belakang zionis sebagai pembicara.
Merespons kejadian tersebut, Universitas Indonesia Student for Justice in Palestine (UI SJP) telah melakukan serangkaian kegiatan. Di antaranya aksi UI Tolak Zionisme, audiensi dengan pihak rektorat, diskusi pembentukan UI Palestine Center (UIPC), dan penyusunan proposal public lecture untuk mengundang Profesor asal Palestina.
Setelah dilacak lebih lanjut melalui liputan media Tempo pada 31 Agustus 2025, dikonfirmasi bahwa Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya merupakan orang yang bertanggung jawab atas pengundangan Berkowitz. Dalam wawancaranya, Gus Yahya telah meminta maaf kepada rektor UI dan masyarakat.
Gus Yahya merupakan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI periode 2024-2029. Di saat yang bersamaan, Gus Yahya juga menjabat sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026.
Ketika menilik rekam jejak Gus Yahya, reputasinya banyak beririsan dengan tokoh dan agenda zionisme. Di antaranya yaitu mengundang Berkowitz sebagai pembicara pada akademi kepemimpinan nasional NU 2025, mengundang Berkowitz ke forum agama G20 tahun 2022, hingga kunjungan PBNU ke Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu pada tahun 2018.
Untuk itu, UI SJP sebagai komunitas kolektif mahasiswa UI yang peduli Palestina mengadakan petisi untuk mencopot Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dari MWA UI, yang terbuka bagi seluruh civitas dan alumni UI.
Petisi ini mempertimbangkan banyak hal, mulai dari konsekuensi Gus Yahya yang tidak cukup dijawab hanya dengan permintaan maaf, mencegah kejadian berulang, dan upaya membersihkan nama besar UI dari afiliasi zionisme.
Tindakan dan rekam jejak Gus Yahya secara eksplisit telah mencoreng 9 nilai UI, khususnya nilai keadilan dan kemartabatan. Di samping itu, kejadian ini juga telah mencederai tridharma perguruan tinggi, khususnya aspek pengabdian masyarakat dengan dekat terhadap tokoh pro-genosida, serta aspek pendidikan-pengajaran dengan mengundang Berkowitz yang lebih cenderung sebagai tokoh “think tank” daripada sebagai akademisi.
Bertepatan dengan itu, akan dilaksanakan Rapat Umum MWA UI pada Selasa, 16 September 2025. Petisi ini akan diadvokasikan melalui MWA UI Unsur Mahasiswa untuk dibahas lebih lanjut dalam rapat tersebut.

4.814
Suara Pendukung
Perkembangan terakhir petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 12 September 2025