Petition updateDukung Falun Gong untuk Mengakhiri Penganiayaan Brutal Selama 26 TahunSuara Dukungan dari Anggota Kongres AS Menandai 26 Tahun Penganiayaan
Support Falun GongUnited Kingdom
Aug 1, 2025

(Minghui.org) Praktisi Falun Gong mengadakan rapat umum, parade, dan nyala lilin di Washington, DC pada 17 Juli 2025. Sebuah forum diadakan di Pusat Pengunjung Ibu Kota AS pada sore hari untuk menyerukan penganiayaan Falun Gong oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) selama 26 tahun yang masih berlangsung hingga saat ini agar berakhir, dan untuk menarik perhatian terhadap penganiayaan rezim yang telah meluas hingga ke AS.

Banyak senator dan anggota kongres AS dari kedua partai merekam video atau mengirim surat untuk menyatakan dukungan mereka terhadap Falun Gong dan simpati yang mendalam atas penganiayaan yang dialami oleh praktisi Falun Gong. Mereka juga mengenang para praktisi yang disiksa hingga meninggal di Tiongkok. Para pejabat ini mengatakan bahwa mereka akan menghentikan penganiayaan ini bersama dengan praktisi Falun Gong.

Senator Ted Cruz dari Texas: AS Harus Mengambil Tindakan untuk Menghentikan Penganiayaan Sekarang

Senator Republik Ted Cruz dari Texas adalah anggota Komite Senat untuk Hubungan Luar Negeri dan Kehakiman. Ia memperkenalkan "Undang-Undang Perlindungan Falun Gong" di Senat pada 3 Maret tahun ini.

Ia mengatakan dalam rekaman videonya: "Selama beberapa dekade, Partai Komunis Tiongkok telah terlibat dalam kekejaman hak asasi manusia yang mengerikan terhadap Falun Gong, secara umum PKT takut pada Falun Gong, pada keyakinannya, dan kebebasan beragama, sebagaimana mereka takut pada apa pun yang berada di luar kendali otoriternya.

"Serangan-serangan ini seharusnya sudah berakhir sejak lama, dan Amerika Serikat harus mengambil tindakan untuk menghentikannya sekarang. Itulah sebabnya saya memperkenalkan Undang-Undang Perlindungan Falun Gong, untuk menyoroti kekejaman PKT dan meminta pertanggungjawaban para pelakunya. Tirani tidak takut pada apa pun selain kebenaran, dan kegelapan tidak takut pada apa pun selain cahaya.

"Kepada seluruh praktisi yang berkumpul di Washington hari ini, terima kasih. Keberanian, ketangguhan, dan komitmen anda untuk melindungi kebebasan beragama merupakan inspirasi. Saya akan terus berdiri berdampingan dengan anda dalam perjuangan ini. Semoga Tuhan memberkati anda dan semoga Tuhan memberkati Amerika Serikat.

Senator Todd Young dari Indiana: Tak Ada Kata yang Cukup Kuat untuk Mengungkapkan Simpati Saya atas Apa yang Anda Alami
 

Senator Todd Young dari Indiana mengatakan dalam rekaman videonya: “Selama beberapa dekade, PKT telah menggunakan rasa takut dan paksaan untuk menekan hak-hak rakyat Tiongkok, menargetkan minoritas etnis dan agama. Komunitas agama, termasuk praktisi Falun Gong, telah mengalami pelanggaran yang tak terbayangkan, ditahan, dibungkam, dan dilucuti martabat dasar manusianya, semuanya dengan kedok hukum yang menindas yang melabeli keyakinan dan budaya sebagai ekstremisme atau terorisme. Perlu diperjelas, PKT secara aktif berupaya menghapus budaya, menekan agama, dan membungkam kebebasan berekspresi.

“Saya tahu banyak dari anda di sini hari ini, atau orang-orang yang anda cintai, telah terdampak secara pribadi oleh pelanggaran ini. Tidak ada kata-kata yang cukup kuat untuk mengungkapkan simpati saya atas apa yang telah anda alami. Sebagai Senator Amerika Serikat, saya percaya negara kita memiliki kewajiban moral untuk membela hak asasi manusia, baik di dalam maupun luar negeri, termasuk melawan kekejaman PKT, mencegah pelanggaran di masa mendatang, dan bekerja sama dengan sekutu kita untuk memajukan kebebasan dan keadilan di seluruh dunia.

“Saya berdiri bersama anda hari ini dalam solidaritas, keberanian anda, suara anda, dan aksi damai anda sangat berarti. Terima kasih telah mengizinkan saya menyampaikan kata-kata ini, dan terima kasih atas perjuangan anda yang berkelanjutan demi kebenaran, kebebasan, dan martabat.”

Senator Roger Marshall dari Kansas: Keberanian Anda Memberikan Harapan bagi Banyak Orang

Senator Roger Marshall dari Kansas menulis dalam suratnya: “Selama beberapa dekade, gerakan Falun Gong telah menghadapi pelecehan dan penindasan yang luar biasa di bawah Partai Komunis Tiongkok. Hanya karena memegang keyakinan spiritual, para praktisi telah dipenjara, disiksa, dan dilecehkan dalam kampanye brutal yang telah menyebar ke luar perbatasan Tiongkok.

“Upaya PKT untuk memberantas gerakan damai ini mengungkap kedalaman sesungguhnya dari kekejaman dan kendali otoriternya. Penganiayaan ini harus dihentikan.

“Namun, bahkan di tengah perjuangan ini, para praktisi Falun Gong terus gigih dan menunjukkan kecintaan yang mendalam terhadap budaya Tiongkok. Shen Yun, kelompok seni pertunjukan yang berakar pada tradisi mereka, membawa budaya itu ke dunia dengan keanggunan yang luar biasa.

“Ketika saya dan istri saya menonton Shen Yun di Kennedy Center, kami terinspirasi dan sangat tersentuh. Dedikasi dan kekuatan para seniman, yang menciptakan keindahan dalam menghadapi kemalangan, meninggalkan kesan abadi bagi kami.

“Keberanian anda membangkitkan harapan bagi banyak orang, dan kami berdoa agar anda terus berdiri teguh.”

Anggota DPR Young Kim dari California: Kita Tidak Bisa Membiarkan Hal Ini Terjadi di Tanah Kita

Dalam rekaman videonya, Anggota DPR Young Kim mengatakan: “Saya merasa terhormat bergabung dengan anda semua hari ini untuk memperjuangkan hak asasi manusia dan memberikan penghormatan kepada banyak praktisi Falun Gong yang telah dibungkam, dipenjara, dan dianiaya di tangan Partai Komunis Tiongkok selama 26 tahun.

“Bagi Xi Jinping, tujuan selalu menghalalkan segala cara. Dia bertekad untuk mempertahankan kendali penuh. Dan itu tidak berhenti di dalam wilayah Republik Rakyat Tiongkok. Bahkan di Amerika Serikat, Beijing mengancam akan menyensor Shen Yun dan menargetkan praktisi Falun Gong yang tidak bersalah dengan pelecehan dan intimidasi. Kita juga telah melihat semakin banyak bukti bahwa PKT bahkan sampai melakukan pengambilan organ paksa dari minoritas agama dan etnis.

“Kita tidak bisa membiarkan hal ini, tidak di tanah air kita, tidak di mana pun. Itulah sebabnya saya mendukung Undang-Undang Perlindungan Falun Gong untuk memberikan sanksi kepada individu dan entitas yang terlibat dalam pengambilan organ paksa di Tiongkok, sebagai ketua Subkomite Urusan Luar Negeri DPR untuk Asia Timur dan Pasifik, dan juga sebagai anggota Komite Khusus PKT dan sebagai warga negara Korea-Amerika dengan kerabat yang pembelot Korea Utara.

“Saya akan selalu bersuara lantang bagi orang-orang yang mencintai kebebasan di seluruh dunia yang terjebak di bawah rezim otoriter. Saya ingin berterima kasih atas keberanian anda yang tak tergoyahkan dalam membela hak asasi manusia.”

Anggota DPR Suhas Subramanyam dari Virginia: Kita Harus Memastikan Kita Membela Komunitas Ini

Anggota DPR Suhas Subramanyam mengatakan dalam rekaman videonya: “Saya hanya ingin bergabung dengan anda dalam memperingati 26 tahun penganiayaan Falun Gong, yang masih berlangsung hingga saat ini.”

“Secara khusus, kita harus memastikan bahwa kita membela hak asasi manusia dan membela komunitas ini, dan karena itu kita akan terus melakukannya. Itulah sebabnya saya bergabung dengan Komisi Hak Asasi Manusia Tom Lantos, dan kami akan terus melakukan berbagai hal di Kongres untuk memastikan kita meningkatkan kesadaran tentang apa yang sedang terjadi dan apa yang telah terjadi selama bertahun-tahun, serta apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya di sini. Jadi, terima kasih atas advokasi Anda, dan saya berharap dapat bergabung dengan anda dalam pekerjaan ini.”

Anggota DPR Sam Graves dari Missouri: Tindakan Genosida Ini Tidak Memiliki Tempat di Dunia Saat Ini

Anggota DPR Sam Graves dari Missouri menulis dalam suratnya: “Saya bangga dapat secara terbuka mendukung upaya anda untuk mengatasi kelanjutan tindakan kejam dan tidak adil PKT terhadap praktisi Falun Gong. Kebebasan beragama bukan hanya hak konstitusional, tetapi juga hak asasi manusia yang harus dinikmati oleh semua orang.

“Komunisme Tiongkok mengancam kemerdekaan dan hak asasi manusia orang-orang bebas di seluruh dunia. PKT secara rutin melakukan pelanggaran hak asasi manusia seperti pembunuhan, perampasan organ, pemenjaraan massal palsu, dan penyiksaan yang tidak bermoral. Tindakan-tindakan ini memperjelas bahwa tujuan PKT adalah untuk memberantas seluruh gerakan keagamaan demi memajukan ideologi komunis mereka. Tindakan genosida ini tidak dapat ditebus dan tidak memiliki tempat di dunia saat ini.

"Saat anda berkumpul untuk aksi damai pada hari Kamis, 17 Juli, ketahuilah bahwa saya berdiri dalam solidaritas dengan anda dalam perjuangan melawan penganiayaan, dan saya menantikan upaya yang dapat kita lakukan bersama untuk menegakkan keadilan bagi Falun Gong. Saya teguh dalam komitmen saya terhadap kebijakan yang menjamin kebebasan beragama dan hak asasi manusia di atas segalanya. Keberanian dan dedikasi anda dalam perjuangan melawan tirani ini adalah contoh luar biasa dari hak untuk menjalankan agama anda dengan bebas dan menjadi teladan bagi warga Amerika di mana pun."

Anggota DPR Joe Wilson dari Carolina Selatan: Kekerasan PKT Tidak Akan Ditoleransi

Anggota DPR dari Partai Republik, Joe Wilson, menulis dalam suratnya: “Saya bersyukur dapat memberikan penghargaan kepada Himpunan Falun Dafa Carolina Selatan dan upaya mereka untuk mengakhiri penganiayaan Partai Komunis Tiongkok terhadap Falun Gong yang telah berlangsung selama 26 tahun.

“Partai Komunis Tiongkok takut akan kebebasan, dan kekerasan mereka terhadap Falun Gong tidak akan ditoleransi.”

Anggota DPR Emanuel Cleaver, II: Keuletan Anda Mengagumkan

Anggota DPR Emanuel Cleaver, II menulis dalam suratnya: “Meskipun saya menyesal bahwa komitmen sebelumnya menghalangi saya untuk hadir secara langsung, saya tetap berterima kasih atas upaya berkelanjutan anda untuk meningkatkan kesadaran tentang penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong dan dukungan berkelanjutan anda terhadap hak asasi manusia dan kebebasan beragama.

“Kekuatan dan keuletan yang ditunjukkan oleh praktisi Falun Gong dalam melanjutkan pekerjaan mereka dan membela hak-hak mereka dalam menghadapi penindasan sungguh mengagumkan. Saya sangat prihatin dengan laporan penahanan sewenang-wenang dan penindasan transnasional yang tidak dapat diabaikan. Saya tetap berkomitmen untuk mendukung upaya di Kongres yang bertujuan untuk mengecam pelanggaran ini dan menegakkan kebebasan berkeyakinan bagi semua orang.

“Saya ingin memuji dedikasi anda dalam meningkatkan kesadaran tentang penganiayaan terhadap Falun Gong dan pentingnya membela kebebasan beragama dan hak asasi manusia. Upaya komunitas anda untuk menunjukkan keuletan anda dan mendapatkan dukungan, baik di Missouri maupun di seluruh dunia, tetap menjadi inspirasi. Jelas bahwa upaya anda, mulai dari acara publik hingga kegiatan budaya, telah membantu menumbuhkan pemahaman dan dukungan untuk isu-isu kritis ini.”

Anggota DPR Thomas Tiffany: Saya Bergabung dengan Anda dalam Menyerukan Diakhirinya Penindasan

Anggota DPR dari Partai Republik, Thomas Tiffany, menulis dalam suratnya: “Sudah lebih dari dua dekade sejak PKT pertama kali memulai tindakan keras sistematis mereka terhadap Falun Gong, menjatuhkan hukuman pidana, menyiksa, menahan sewenang-wenang, dan mengambil organ para praktisi secara paksa.

“Seperti anda, saya sangat prihatin dengan catatan panjang penganiayaan Beijing terhadap minoritas agama, oposisi politik, seniman, jurnalis, dan pembela hak asasi manusia.

“Warga Amerika dan sahabat bebas lainnya di seluruh dunia harus bahu-membahu dengan mereka yang berusaha memetakan masa depan demokrasi mereka sendiri, menyuarakan pendapat mereka, dan menjalankan kebebasan beribadah dan hati nurani mereka tanpa takut akan hukuman atau pembalasan.

“Saya bergabung dengan anda hari ini dalam menyerukan diakhirinya pelanggaran hak asasi manusia dan penindasan di Tiongkok.”

Anggota Kongres Eleanor Holmes Norton dari Washington, D.C.: Saya Akan Bekerja Sama dengan Rekan-rekan untuk Mengesahkan RUU Perlindungan Falun Gong

Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Eleanor Holmes Norton, menulis dalam suratnya: “Saya menulis untuk mendukung praktisi dan pendukung Falun Gong di Distrik Columbia dan di seluruh dunia yang berupaya mengakhiri penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong.

“Sebagai mantan asisten direktur hukum American Civil Liberties Union, pengacara konstitusi, dan pembela hak asasi manusia dan hak sipil seumur hidup, saya memanfaatkan momen ini tidak hanya menentang penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong, tetapi juga untuk mengenang mereka yang gugur karena keyakinan mereka.

“Falun Gong adalah keyakinan damai yang mengajarkan peningkatan diri melalui meditasi yang didasarkan pada gerakan lambat dan pengaturan napas. Selama lebih dari dua dekade, praktisi Falun Gong telah menderita penahanan, penyiksaan, dan pengambilan organ di tangan pemerintah Tiongkok.

“Kita harus meningkatkan kesadaran bagi mereka yang dianiaya di Tiongkok yang tidak mampu meningkatkan kesadaran mereka sendiri. Pada tanggal 5 Mei 2025, Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan H.R. 1540, Rancangan Undang-Undang Perlindungan Falun Gong, di mana saya menjadi salah satu sponsornya. Saya akan terus bekerja sama dengan rekan-rekan di Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat untuk mengesahkan RUU ini.

“Saya berdiri dalam solidaritas dengan banyak praktisi Falun Gong yang memperjuangkan kebebasan berbicara dan menjalankan keyakinan pilihan mereka.”

Senator Marsha Blackburn dari Tennessee: PKT Menargetkan Shen Yun dan Praktisi Falun Gong di Tanah Amerika

Senator Marsha Blackburn menyatakan dalam sebuah wawancara dengan NTD TV: “Kebencian Partai Komunis Tiongkok terhadap perbedaan pendapat dan kebebasan beragama tidak berhenti di perbatasan Tiongkok. PKT secara aktif bekerja di tanah Amerika melalui upaya intimidasi, pelecehan, dan disinformasi terkoordinasi untuk menargetkan Shen Yun dan praktisi Falun Gong. Seiring PKT mengekspor tiraninya ke Amerika Serikat, saya akan terus bekerja sama dengan rekan-rekan saya untuk mengungkap dan melenyapkan pengaruh jahat PKT.”

Senator Rick Scott dari Florida: Kita Harus Mendukung Praktisi Falun Gong

Senator Republik Rick Scott mengatakan dalam sebuah wawancara: "Mereka [praktisi Falun Gong] punya nyali untuk melawan pemerintah seperti itu, dan sebagai warga Amerika dan siapa pun yang percaya pada hak asasi manusia, kita harus mendukung mereka. Tiongkok telah sangat melanggar hak asasi manusia rakyatnya."

Senator Tommy Tuberville dari Alabama: Senat Harus Mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Falun Gong

Senator Tommy Tuberville berkata tentang Senat yang mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Falun Gong: “Kita perlu membuat semacam keputusan. DPR telah melakukannya. Kita perlu melakukan hal yang sama.”

Anggota DPR Adam Smith dari Washington DC: Saya Prihatin dengan Penganiayaan PKT terhadap Praktisi Falun Gong

Sebagai anggota lama Komisi Hak Asasi Manusia Tom Lantos, saya percaya bahwa pemerintah harus menghormati kebebasan dan hak asasi manusia serta mendorong perlakuan yang setara bagi semua individu. Diskriminasi dalam bentuk apa pun tidak dapat ditoleransi. Tidak seorang pun boleh dianiaya karena keyakinan spiritual atau agamanya, dan kita harus berupaya menghapuskan tindakan kebencian terhadap orang-orang dari berbagai latar belakang etnis, agama, dan budaya. Ini adalah hak-hak dasar dan pilar fundamental masyarakat yang damai dan inklusif.

Saya tetap prihatin dengan laporan diskriminasi dan pelanggaran terhadap praktisi Falun Gong oleh Partai Komunis Tiongkok, dan saya akan terus memantau situasi ini. Anda akan senang mengetahui bahwa HR 1540, Undang-Undang Perlindungan Falun Gong, telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS pada 5 Mei 2025. RUU ini akan mewajibkan Presiden untuk menjatuhkan sanksi kepada individu yang telah berpartisipasi dalam pengambilan organ secara paksa di Tiongkok.

Anggota DPR Stephen F. Lynch dari Massachusetts: Saya Mendesak Senat untuk Mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Falun Gong Sesegera Mungkin

Anggota DPR dari Partai Demokrat, Stephen F. Lynch, menulis dalam pernyataannya: “Merupakan suatu kebahagiaan untuk bergabung dengan sesama Anggota Kongres dan dengan Anda semua hari ini untuk menegaskan kembali tuntutan kami agar Pemerintah Tiongkok mengakhiri penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong.

“Meskipun sudah lebih dari dua dekade mendapat tekanan internasional, Tiongkok tetap melanjutkan penganiayaan, penahanan, dan penindasan yang terus-menerus terhadap warga negaranya yang telah memilih untuk berlatih Falun Gong. Penargetannya yang memalukan terhadap warga negaranya sendiri untuk dilecehkan, ditangkap, dan disiksa tidak dapat dimaafkan. Kita harus terus menuntut Pemerintah Tiongkok untuk mengakhiri pelanggaran-pelanggaran mengerikan terhadap rakyat ini.

“Saya merasa senang karena DPR telah meloloskan RUU ini dengan suara bulat pada pemungutan suara Mei lalu, Undang-Undang Perlindungan Falun Gong. Ini adalah bagian penting dari undang-undang yang akan meminta pertanggungjawaban dari orang-orang yang terlibat dalam pengambilan paksa organ tubuh di Tiongkok dengan menjatuhkan sanksi kepada para pelaku kekejaman ini. Saya akan mendesak Senat Amerika Serikat untuk mempertimbangkan dan meloloskan RUU ini sesegera mungkin.

“Amerika Serikat telah lama memperjuangkan hak asasi manusia dasar yang dimiliki oleh setiap orang. Memang, Deklarasi Kemerdekaan kita sendiri, salah satu dokumen pendirian yang paling sakral, berbicara tentang bagaimana hak untuk hidup, kebebasan dan mengejar kebahagiaan tidak dapat dicabut dan melekat pada setiap manusia. Sudah saatnya untuk Pemerintah Tiongkok akhirnya mengakui dan menghormati hak-hak tersebut.”

Anggota DPR French Hill dari Arkansas: Saya Mendukung Anda untuk Menuntut Pertanggungjawaban PKT

Anggota DPR French Hill memuji praktisi Falun Gong atas perlawanan mereka terhadap penganiayaan PKT selama 26 tahun terakhir: “Praktisi Falun Gong telah menunjukkan keberanian yang luar biasa dengan memilih kedamaian, belas kasih, dan kebenaran dalam menghadapi penindasan yang tak henti-hentinya. Saya mengapresiasi advokasi Anda yang teguh, yang terus menarik perhatian kritis terhadap pelanggaran PKT dan membantu menjaga harapan bagi mereka yang masih menderita.”

Anggota DPR Hill berkata, “Saya tetap berkomitmen untuk mendukung Anda dan melanjutkan perjuangan untuk meminta pertanggungjawaban Partai Komunis Tiongkok.

Selama lebih dari dua dekade, PKT telah melancarkan salah satu kampanye paling gigih dan brutal melawan hak asasi manusia dalam sejarah modern. Jutaan praktisi Falun Gong telah menjadi sasaran penahanan, penyiksaan, dan pengambilan organ paksa. Kejahatan biadab ini mengguncang hati nurani dan menuntut tanggapan yang jelas dan terpadu dari komunitas global.

Selama masa jabatan saya sebagai Wakil Ketua Subkomite Urusan Luar Negeri DPR untuk Kesehatan Global, Hak Asasi Manusia Global, dan Organisasi Internasional, saya bekerja sama erat dengan rekan-rekan untuk menyoroti pelanggaran-pelanggaran ini dan mendorong tindakan yang berarti. Saya bangga menjadi salah satu sponsor HR 1154, Undang-Undang Penghentian Pengambilan Organ Paksa, selama Kongres ke-118. Undang-undang ini akan menjatuhkan sanksi kepada mereka yang mendanai atau memfasilitasi praktik mengerikan ini dan akan meningkatkan penegakan hukum terhadap perdagangan manusia yang terkait dengan perdagangan organ.

Ini bukan hanya masalah Tiongkok. Ini masalah hak asasi manusia. Penindasan transnasional PKT melampaui batas Tiongkok dan telah menargetkan kelompok-kelompok seperti Shen Yun dan praktisi Falun Gong, bahkan di Amerika Serikat. Ini tidak dapat dan tidak akan ditoleransi.

Anggota DPR Ro Khanna dari California: Saya Mengecam Sensor dan Penganiayaan PKT terhadap Praktisi Falun Gong

Anggota DPR dari Partai Demokrat, Ro Khanna, mengatakan dalam sebuah wawancara: "Saya mengutuk penyensoran dan penganiayaan PKT terhadap praktisi Falun Gong. Kita perlu melindungi kebebasan beragama dan hak asasi manusia di seluruh dunia."

Anggota DPR Zach Nunn dari Iowa: PKT Harus Bertanggung Jawab

Anggota DPR dari Partai Republik, Zach Nunn, mengatakan dalam sebuah wawancara: "Laporan penargetan Shen Yun Performing Arts dan praktisi Falun Gong oleh agen-agen yang diduga terkait dengan PKT merupakan ancaman keamanan nasional yang jelas. Tidak ada rezim yang berhak menjalankan kampanye teror di tanah Amerika, dan siapa pun yang bertindak atas nama pemerintah asing untuk melecehkan orang-orang di AS harus dimintai pertanggungjawaban berdasarkan hukum AS."

Anggota DPR Rich McCormick dari Georgia: Kami Mendukung Apa yang Benar

Anggota DPR dari Partai Republik, Rich McCormick, mengatakan dalam sebuah wawancara: “Pemerintah yang berbahaya dan pemerintahan yang sangat kuat yang menentang Anda. [Perlawanan] memang sulit dilakukan, tetapi itu hal yang benar. Kita memperjuangkan apa yang benar. Dan saya pikir merekalah orang-orang yang menulis sejarah.”

Anggota DPR Johnny Olszewski dari Maryland: Sebuah Tantangan bagi Keamanan Amerika

Anggota DPR dari Partai Demokrat, Johnny Olszewski, mengatakan dalam sebuah wawancara: "Jika kita tidak menyerukan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh negara yang berusaha memperluas lingkup pengaruhnya di seluruh dunia, hal itu sungguh mengancam keselamatan, keamanan, dan kemakmuran Amerika."

Suara Dukungan dari Anggota Kongres AS Menandai 26 Tahun Penganiayaan (Bagian 1)

Suara Dukungan dari Anggota Kongres AS Menandai Peringatan 26 Tahun Penganiayaan (Bagian 2)

151 people signed this week
Sign this petition
Copy link
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
Email
X