Petition updateDukung Falun Gong untuk Mengakhiri Penganiayaan Brutal Selama 26 TahunDilaporkan pada Bulan Januari 2022: 132 Praktisi Falun Gong Dihukum Karena Keyakinannya
Support Falun GongUnited Kingdom
Feb 27, 2022

(Minghui.org) Bulan pertama tahun 2022 tercatat 132 praktisi Falun Gong dihukum penjara karena keyakinannya, termasuk 8 kasus yang terjadi pada tahun 2020, 88 kasus pada tahun 2021 dan 36 kasus pada tahun 2022.

Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah disiplin spiritual yang telah dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999. Sejak itu, tak terhitung banyaknya praktisi yang ditangkap, ditahan, dihukum, dan disiksa karena menegakkan keyakinan mereka. Tetapi karena sensor informasi yang ketat di Tiongkok, kasus penganiayaan tidak selalu dapat dilaporkan secara tepat waktu, juga tidak semua informasi tersedia.

132 kasus hukum yang baru dikonfirmasi tersebar di 20 provinsi dan kota. Beijing, kota tuan rumah Olimpiade Musim Dingin tahun 2022, mencatat jumlah tertinggi dengan 17 kasus, diikuti oleh 16 kasus di Provinsi Guangdong dan 14 di Provinsi Heilongjiang. Liaoning (12), Jilin (11), Hebei (10) dan Shandong (10) juga memiliki kasus dua digit. Daerah yang tersisa memiliki kasus berjumlah antara 8 dan 1 kasus.

Setidaknya 31 praktisi yang dihukum berusia 60 tahun atau lebih pada bulan Januari 2022, termasuk 13 berusia 60-an, 12 usia 70-an dan 6 diusia 80-an.

Pada pertengahan bulan Januari 2022, beberapa minggu sebelum Olimpiade Musim Dingin dimulai di Beijing, pihak berwenang menghukum 11 penduduk setempat dari dua hingga delapan tahun karena mengirim foto kota yang lengang selama pandemi ke media luar negeri.

Dalam laporannya seorang pejabat Departemen Luar Negeri dalam emailnya kepada The Epoch Times mengatakan bahwa menanggapi pelanggaran hak asasi manusia yang terang-terangan, Departemen Luar Negeri AS mendesak Partai Komunis Tiongkok untuk, “segera mengakhiri pelecehan dan penganiayaan bejat terhadap praktisi Falun Gong, membebaskan mereka yang dipenjara karena keyakinannya, dan mengatasi keberadaan praktisi yang hilang.”

Lanjutan email tersebut mengatakan, “Sejak tahun 1999, Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah berusaha untuk membasmi Falun Gong, sebuah disiplin spiritual yang berasal dari Tiongkok, dan para praktisi yang damai serta pembela hak asasi manusia telah memperjuangkan hak mereka untuk mempraktikkan keyakinannya.”

Seorang pejabat menulis, “Bukti luas menunjukkan pemerintah RRT terus menindas dan menyalahgunakan komunitas ini hingga hari ini,” dia menambahkan bahwa ribuan praktisi Falun Gong menghadapi penahanan, pelecehan, dan melaporkan penyiksaan serta pelecehan setiap tahun hanya karena mempraktikkan keyakinan mereka.

David Matas, seorang pengacara hak asasi manusia di Kanada, melihat hubungan langsung antara hukuman berat dan Olimpiade Musim Dingin mendatang. Hukuman tersebut menunjukkan bahwa PKT bermaksud untuk mengintimidasi mereka yang berani menyuarakan pendapat berbeda dari yang diizinkan oleh rezim.

Faktanya, telah menjadi protokol bagi PKT untuk mengintensifkan penganiayaan sebelum dan selama Olimpiade untuk mencegah para oposisi mengekspos kebrutalan rezim selama peristiwa besar semacam itu.

Matas menjelaskan bahwa hukuman berat itu sepenuhnya bermotif politik. Di Tiongkok, hukuman seperti hukuman penjara akan meredam setiap perilaku atau keyakinan yang berbeda dari suara resmi PKT. Hukuman penjara didasarkan pada “kebutuhan politik” rezim dan tidak konsisten. Dengan Olimpiade Musim Dingin, PKT menjatuhkan hukuman yang lebih berat untuk menekan suara yang berbeda agar terlihat bagus di depan pengunjung. Langkah-langkah ini, tentu saja, membuat PKT terlihat lebih buruk.

Di bawah ini adalah cuplikan dari beberapa kasus hukuman yang dilaporkan pada bulan Januari 2022.

Dihukum Sebelum Olimpiade Musim Dingin Beijing

Sebelas Praktisi Falun Gong di Bejing Dihukum Penjara Menjelang Olympiade Musim Dingin

Sebelas praktisi Falun Gong dihukum oleh Pengadilan Distrik Dongcheng di Beijing pada tanggal 14 Januari 2022, setelah ditangkap karena mengirim foto kota yang lengang selama pandemi ke media luar negeri. Hukuman itu dijatuhkan beberapa minggu sebelum Olimpiade Musim Dingin tahun 2022, yang akan diadakan di Tiongkok dari tanggal 4 hingga 20 Februari.

- Xu Na (wanita) dihukum delapan tahun dengan denda 20.000 yuan.- Li Zongze (pria), Li Lixin (pria), Zheng Yujie (wanita), dan Zheng Yanmei (wanita) masing-masing dihukum lima tahun dengan denda 10.000 yuan. - Deng Jingjing (wanita), Zhang Renfei (pria), Liu Qiang (pria), dan Meng Qingxia (wanita) masing-masing dihukum empat tahun dengan denda 8.000 yuan.- Li Jiaxuan (wanita) dan Jiao Mengjiao (wanita) masing-masing dihukum dua tahun dengan denda 4.000 yuan.

Kesebelas praktisi ini ditangkap pada tanggal 19 Juli 2020 oleh lebih dari 100 petugas polisi. Petugas dari Kementerian Keamanan Negara melihat foto Beijing yang dipublikasikan di situs The Epoch Times pada bulan Juni 2020. Dengan memeriksa video pengintai, petugas melihat Xu dan praktisi lain lewat dan mulai memantau mereka.

Setelah para praktisi didakwa tanggal 2 April 2021, hakim Pengadilan Distrik Dongcheng melarang pengacara mereka meninjau dokumen kasusnya. Dia memutuskan bahwa hanya ketika semua pengacara yang mewakili sebelas praktisi datang ke pengadilan pada saat yang sama, dia akan mengizinkan mereka untuk melihat dokumen. Selain itu, pengacara tidak diizinkan untuk membuat salinan atau mengambil foto dari dokumen tersebut, pengadilan juga tidak akan memberikan salinan kertas atau elektronik dari file tersebut.

Para praktisi diadili pada tanggal 15 Oktober 2021 dan dijatuhi hukuman tanggal 14 Januari 2022.

Sebelum hukuman terakhirnya, Xu (wanita) juga menjadi sasaran selama Olimpiade Beijing tahun 2008 dan dihukum tiga tahun pada bulan November 2008. Suaminya, penyanyi folk terkenal Yu Zhou, meninggal dalam tahanan 11 hari setelah penangkapan mereka pada bulan Januari 2008. Dia berusia 42 tahun.

Penduduk Beijing lainnya Dihukum Penjara Sebelum Olimpiade Musim Dingin.

Penduduk Beijing lainnya, Lei Zhongfu (pria), juga dihukum penjara sebelum Olimpiade Musim Dingin.

Lei ditangkap sekitar bulan Agustus 2020 dan telah ditahan tanpa komunikasi sejak hari itu. Penangkapan terakhirnya adalah karena tekadnya untuk menegakkan keyakinan pada Falun Gong selama kampanye “Sapu-bersih” pada bulan Maret 2020, sebuah operasi pelecehan terkoordinasi yang menargetkan setiap praktisi dalam daftar hitam pemerintah. Praktisi lain yang ditangkap bersamanya, Zhao Chunying (wanita), juga telah ditahan tanpa komunikasi sejak bulan Maret 2020.

Keluarga Lei diberitahu pada awal 2022 agar pergi ke gedung pengadilan untuk mengambil putusannya. Detail tentang hukumannya belum tersedia.

Pensiunan Lei dari Biro Kedua Konstruksi Tiongkok. Sejak awal penganiayaan pada tahun 1999, ia telah ditangkap dan dipenjara beberapa kali. Dia ditangkap pada tanggal 9 Maret 2002, dan dihukum tiga tahun. Mirip dengan Xu, dia juga ditangkap sebelum Olimpiade Beijing tahun 2008 dan ditahan di Kamp Kerja Paksa Masanjia yang terkenal di dekat Provinsi Liaoning selama lebih dari tiga tahun.

Selama kampanye pelecehan pada bulan Maret 2020, ia dipaksa untuk menjalani pemeriksaan fisik dan pengambilan sampel darah serta foto. Polisi juga memaksanya untuk menandatangani formulir yang menyatakan bahwa dia melakukan pemeriksaan fisik secara sukarela sebelum diizinkan pulang.

Dua Penduduk Beijing Berusia 30-an Dihukum Penjara

Pengadilan Distrik Haidian mengumumkan vonis bersalah terhadap Liu Zixuan (wanita) dan Ye Linlin (wanita) pada tanggal 10 Desember 2021. Keduanya dihukum empat tahun karena berlatih Falun Gong.

Liu (wanita), 30 tahun, dan Ye (wanita), 32 tahun, ditangkap di apartemennya di Beijing sekitar pukul 10 malam pada tanggal 7 Agustus 2019. Petugas dari Kantor Polisi Xisanqi menggeledah tempat mereka dan menyita buku-buku Falun Gong, printer, komputer laptop, dan 40-50 eksemplar buklet informasi tentang Falun Gong.

Seorang jaksa kemudian mengungkapkan bahwa kedua wanita itu direkam oleh kamera pengintai memasuki daerah perumahan, dan dicurigai membagikan materi Falun Gong di sana. Pamflet yang ditemukan oleh petugas di lingkungan itu kemudian digunakan sebagai bukti penuntutan terhadap mereka.

Polisi memerintahkan kedua praktisi untuk menulis pernyataan melepaskan Falun Gong. Mereka juga menunjukkan pernyataan penolakan yang ditulis oleh dua praktisi lain dan mengatakan kepada mereka bahwa mereka dapat mengalihkan kesalahan kepada praktisi lain untuk membebaskan diri mereka sendiri. Namun keduanya menolak untuk mengkhianati hati nuraninya. Sejak itu mereka ditahan di Pusat Penahanan Distrik Haidian.

Pengadilan Distrik Haidian awalnya menjadwalkan sidang pada bulan September 2020 tetapi ditunda setidaknya lima kali sebelum akhirnya mengadakan sidang pada tanggal 25 Februari 2021.

Selama sidang kedua praktisi tanggal 4 Agustus, nenek Liu, berusia 80-an, dan Ye (wanita) datang untuk menghadiri sidang. Hakim Tan mengklaim bahwa nenek Liu, satu-satunya orang dari keluarganya yang dapat menghadiri sidang, bukan keluarga dekatnya dan menghalangi dia masuk ke ruang sidang.

Ketika wanita lanjut usia itu mencoba berunding dengan Tan, seorang petugas pria datang dan berteriak padanya, dan dengan petugas lain, mereka menyeret wanita lanjut usia itu keluar dari ruang sidang. Ye diizinkan untuk menghadiri sidang.

Dihukum Karena Berbicara Tentang Keyakinannya

Pria Dihukum Diam-diam Setelah Dilaporkan oleh Sekretaris Desa karena Berbicara dengan Dia tentang Falun Gong

Wang Defu (pria), seorang penduduk Kabupaten Dingxing, Provinsi Hebei, pergi ke Desa Xiaojinzhuang terdekat untuk berbicara dengan orang-orang tentang penganiayaan terhadap Falun Gong pada tanggal 23 Maret 2021. Dia bertemu dengan sekretaris desa Xiao Shan, yang menolak untuk mendengarkannya dan membenturkan kepala Wang ke tembok. Kepala Wang berlumuran darah. Xiao menelepon polisi, membawa Wang ke Kantor Polisi Desa Liuzhuo. Setelah tes virus corona, dia dibawa ke Pusat Penahanan Kabupaten Dingxing.

Keluarga Wang tidak pernah diizinkan untuk mengunjungi atau mengirim kebutuhan sehari-hari kepadanya. Seorang penjaga kemudian mengungkapkan kepada mereka bahwa Wang telah dihukum tiga tahun dan akan dipindahkan ke Penjara Jidong.

Tak lama setelah itu, istri Wang menerima surat dari penjara, yang menyatakan bahwa Wang dihukum tiga tahun atas tuduhan “merusak penegakan hokum” (dalih standar yang digunakan untuk mengkriminalisasikan praktisi Falun Gong) dan sekarang ditahan di Penjara No. 4 Jidong. Tertanggal 20 Desember, surat itu juga mengatakan bahwa hukuman penjara ditentukan oleh pihak berwenang di Baoding dan tidak ada hubungannya dengan Kabupaten Dingxing, yang berada di bawah administrasi Baoding.

Hukuman Wang telah membuat keluarganya sangat tertekan. Ibunya telah menjalani operasi punggung dan baru bisa berjalan sendiri. Istrinya sedih karena Wang dipenjara. Ia juga memiliki seorang kakak laki-laki yang buta.

Wanita Hebei Dihukum setelah Terekam Kamera Pengintai Membagikan Materi Falun Gong

Li Lianye (wanita), dari Kota Handan, Provinsi Hebei, dilaporkan oleh sekretaris Kota Dashe pada tanggal 30 Juni 2021, karena membagikan materi informasi tentang Falun Gong malam sebelumnya. Pihak berwenang mengidentifikasi plat nomor mobil Li dan menemukan tempat tinggalnya dari pencarian video pengintai.

Sekelompok petugas menangkap Li di rumahnya tanggal 15 Juli 2021. Kendaraan pribadi dan telepon genggamnya disita. Setelah diinterogasi di Kantor Polisi Desa Tushan, dia dibawa ke Pusat Penahanan No. 3 Kota Handan.

Polisi kembali ke rumah Li tanggal 17 Juli dan menggeledah ruang bawah tanah miliknya. Berdasarkan informasi dari ponselnya, mereka menemukan tempat tinggal lain dan menggeledahnya pada tanggal 18 Juli.

Pada tanggal 6 Desember 2021 pengadilan Kabupaten Ci mengadakan sidang video terhadap kasus Li di pusat penahanan. Pengacaranya mengajukan pembelaan tidak bersalah untuk Li. Pada tanggal 4 Januari 2022 hakim menghukum Li tiga tahun dengan denda 3.000 yuan.

Pria Zhejiang Dihukum karena Berbicara kepada Siswa Go tentang Falun Gong

Seorang pria di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, ditangkap pada tanggal 24 April 2021, karena berbicara dengan siswa Go tentang Falun Gong. Sementara Hong Chang (pria) ditahan di pusat penahanan setempat, penjaga mengatur enam narapidana untuk memantau dan menyiksanya. Mereka melarangnya menelepon atau bertemu dengan keluarganya. Mereka juga melarangnya berbicara dengan orang lain atau membeli kebutuhan sehari-hari. Pengadilan Distrik Xihu menjatuhkan hukuman penjara lima tahun dengan denda 50.000 yuan pada akhir bulan Desember 2021.

Sebelum hukuman terakhirnya, Hong (pria), 53 tahun, telah menjalani hukuman kamp kerja paksa dan dua kali hukuman penjara, dengan total delapan tahun, karena menegakkan keyakinannya. Karena dia menolak untuk melepaskan Falun Gong di kamp kerja paksa, dia disiksa dengan bangku harimau, dicekok paksa makan air cabai, dan jari-jari kakinya dibakar dengan korek api. Selama menjalani hukuman penjara, para penjaga dan narapidana sering melarangnya tidur dan memaksanya berdiri hingga 20 jam berturut-turut. Mereka juga membuatnya kelaparan, memborgol pergelangan tangan di belakang punggungnya, dan menyetrum lehernya dengan tongkat listrik.

Warga Lanjut Usia Menjadi Target

Wanita Berusia 84 Tahun Dihukum karena Keyakinannya setelah Kehilangan Suami Akibat Penganiayaan

Yin Wenyan, seorang janda di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, baru-baru ini dihukum satu tahun dengan masa percobaan satu tahun karena berlatih Falun Gong. Yin, 84 tahun, juga diperintahkan untuk melapor ke biro kehakiman setempat dua kali seminggu. Dia harus mengajukan izin dari biro kehakiman jika dia berencana untuk bepergian keluar dari Wuhan. Masa hukumannya akan berakhir pada tanggal 21 Oktober 2022.

Yin, seorang pensiunan insinyur medis senior, dilaporkan karena membagikan materi informasi tentang Falun Gong pada tanggal 2 Agustus 2019. Polisi menemukan kediamannya melalui video pengintai dan menangkapnya tiga hari kemudian. Rumahnya juga digeledah. Dia diinterogasi di kantor polisi sampai jam 2 pagi dan kemudian dibebaskan dengan jaminan. Tanggal 5 Agustus 2020 polisi menempatkannya dalam pengawasan perumahan setahun kemudian.

Pihak berwenang terus-menerus melecehkannya selama waktu itu. Kebetulan juga putranya meninggal karena sakit. Saat masih berduka atas kematian putra mereka, Yin dan suaminya yang sakit pindah dari rumah untuk menghindari pelecehan lebih lanjut. Tetapi suaminya tidak bisa menahan tekanan mental dan meninggal segera setelah itu.

Khawatir tentang Yin, salah satu kerabat mengundangnya untuk tinggal bersama, namun polisi terus melecehkannya melalui telepon. Tidak ingin kerabatnya terlibat, Yin kembali ke rumah pada bulan Desember 2020. Polisi segera mengetuk pintunya. Seorang petugas dari Biro Kehakiman Distrik Wuchang juga meneleponnya, tetapi dia menolak untuk mengungkapkan namanya ketika ditanya.

Polisi memberi tahu Yin bahwa mereka telah menyerahkan kasusnya ke Kejaksaan Distrik Wuchang. Pada tanggal 4 Januari 2021, jaksa mendakwa dan memindahkan kasusnya ke Pengadilan Distrik Wuchang. Yin diadili pada tanggal 23 Juli 2021.

Pada akhir bulan Desember 2021, dua anggota staf dari Pengadilan Distrik Wuchang mengunjungi Yin dan menyampaikan putusan kepadanya: dia dihukum satu tahun dengan masa percobaan satu tahun dan denda 2.000 yuan. Dia juga diperintahkan untuk menghadiri “program koreksi masyarakat” selama masa tahanannya.

Kesengsaraan Keluarga

Insinyur Software Senior Dihukum Penjara dan Istri Menunggu Putusan karena Berbagi Keyakinan

Seorang insinyur perangkat lunak senior di Kota Changchun, Provinsi Jilin dihukum penjara 1,5 tahun karena berlatih Falun Gong. Istrinya sedang menunggu vonis atas keyakinannya yang sama.

Xie Rongchun, 51 tahun, dan istrinya, Xu Lina, 40 tahun, pertama kali dilecehkan oleh anggota staf komite perumahan pada tanggal 17 April 2021. Anggota staf komite perumahan berusaha menipu pasangan tersebut agar membuka pintu dengan mengaku sebagai petugas untuk suntikan vaksin virus corona gratis. Karena pasangan itu menolak untuk membuka pintu, polisi kembali tiga hari kemudian dan menangkap mereka. Mereka pertama kali dijatuhi 15 hari penahanan administratif di Penguncian Weizigou, kemudian dimasukkan ke dalam penahanan kriminal pada tanggal 5 Mei. Xie dipindahkan ke Pusat Penahanan No. 3 Kota Changchun, dan Xu dibawa ke Pusat Penahanan No. 4 Kota Changchun.

Polisi menyerahkan kasus Xie ke Liu Yang dari Kejaksaan Distrik Chaoyang. Dia diadili oleh Pengadilan Distrik Chaoyang melalui konferensi video pada tanggal 29 September. Hakim ketua, Zhao Ruoyu, kemudian menjatuhkan hukuman 1,5 tahun padanya pada tanggal 29 Desember 2021. Xie dijadwalkan akan dibebaskan tanggal 5 November 2022.

Kasus Xu diadili secara terpisah. Dia telah menjalani satu kali pengadilan dan sekarang menunggu putusan.

Ketika orang tua Xie, yang berusia 80-an, pergi ke pusat penahanan untuk mengunjungi pasangan tersebut, mereka sangat sedih dengan penahanannya sehingga mereka tidak dapat berdiri.

Ditargetkan Berulang Kali Karena Keyakinannya

Mantan Insinyur Lumpuh Akibat Penjara Sebelumnya, Dihukum Lagi karena Keyakinannya

Seorang mantan insinyur di Kota Dalian, Provinsi Liaoning yang menjadi lumpuh setelah sepuluh tahun penyiksaan penjara dihukum lagi karena keyakinannya pada Falun Gong.

Lu Kaili (juga diterjemahkan sebagai Lyu Kaili), 57 tahun, ditangkap tanggal 20 Juni 2021, setelah polisi melihat bait di kusen pintunya yang mengatakan, “Sejati, Baik, Sabar adalah yang paling penting; Kebajikan dan perbuatan baik akan membawa berkah.”

Tanggal 20 Juni 2021 kebetulan adalah Hari Ayah. Karena orang tua Lu sendiri telah meninggal bertahun-tahun yang lalu, satu-satunya keluarga di Dalian adalah istri dan mertuanya, yang berusia 80-an. Penangkapannya merupakan pukulan berat bagi mereka, terutama bagi ayah mertuanya yang masih dalam masa pemulihan dari operasi.

Setelah lima hari di Penjara Kota Dalian, Lu dipindahkan ke Pusat penahanan Yaojia. Para penjaga awalnya menolak menerimanya karena kesehatannya yang buruk, tetapi dipaksa oleh polisi agar membawanya. Ketika keluarganya meminta pembebasan Lu, seorang petugas polisi berkata kepada mereka, “Tidak ada gunanya bagi anda untuk berbicara dengan saya. Ini perintah dari atas untuk menangkapnya.”

Lu sebelumnya menderita cedera tulang belakang setelah sepuluh tahun disiksa di Penjara Panjin. Dia baru saja belajar berjalan dengan satu kruk tidak lama sebelum ditangkap lagi. Kecacatannya menyebabkan dia banyak menderita di pusat penahanan, di mana dia harus berjalan tanpa tongkat penyangga, selain menderita inkontinensia. Rasa sakit di kakinya sering membuatnya terjaga di malam hari. Ketika pengacara mengunjunginya, dia digendong oleh seorang narapidana.

Lu diadili di Pengadilan Ganjingzi pada tanggal 16 Desember 2021 dan dihukum penjara delapan bulan serta denda 5.000 yuan. Dia telah mengajukan banding atas putusan tersebut.

Sebelum hukuman terakhirnya, Lu menjalani dua masa hukuman di kamp kerja paksa, dan satu hukuman penjara. Dia telah menghabiskan total 13,5 tahun dari 23 tahun terakhir di balik jeruji besi, dan menderita penyiksaan, termasuk ranjang kematian, digantung dengan borgol, dan disetrum dengan tongkat listrik tegangan tinggi.

Setelah Lu menginterupsi sinyal TV pada tahun 2005 yang menyiarkan video mengungkap kejahatan Partai Komunis Tiongkok, dia dihukum sepuluh tahun penjara. Penjaga penjara sering menyetrumnya dengan tongkat listrik, selama berjam-jam setiap kali. Pada tahun 2010, ia melompat dari atap sebuah gedung karena tidak tahan lagi dengan rasa sakit fisik yang ekstrem. Tulang ekornya terluka dan dia menjadi lumpuh serta mengompol.

Polisi Melanggar Prosedur Hukum

Polisi Merampok dalam Penangkapannya, Wanita Liaoning Dihukum Tiga Tahun

Ketika Shen Xiaona (wanita), dari Kota Anshan, Provinsi Liaoning, kembali ke rumah bersama anaknya pada malam tanggal 27 April 2021, dia diseret ke dalam oleh beberapa polisi yang bersembunyi di dalam apartemennya. Sekitar dua puluh petugas telah masuk ke rumahnya lebih awal malam itu.

Direktur polisi, Xu Tong, memukul kepala Shen dan menendang punggungnya. Baik dia maupun petugas tidak berseragam. Seorang petugas melambaikan kartu identitasnya di depan Shen dan dengan cepat menyimpannya. Mereka menggeledah rumahnya tanpa surat perintah penggeledahan dan menyita buku-buku Falun Gong dan perhiasan. Meskipun polisi kemudian mengembalikan perhiasannya, mereka menolak mengembalikan buku-buku Falun Gongnya.

Setelah menyaksikan polisi memukuli ibunya dan menggeledah rumah mereka, putri Shen menjadi sangat ketakutan setiap kali dia melihat petugas polisi di jalan.

Shen dibawa ke Kantor Polisi Qidashan sekitar tengah malam. Dia diikat di kursi besi, sampel darahnya diambil secara paksa, dan dipukuli oleh polisi.

Keluarga Shen menyewa pengacara untuknya. Pengacara mengajukan pengaduan terhadap petugas polisi atas penangkapan dan kekerasan sewenang-wenang, namun Departemen Kepolisian Gaoxin masih menyetujui penangkapannya pada tanggal 3 Juni 2021.

Shen diadili oleh Pengadilan Lishan pada tanggal 27 Desember 2021. Jaksa menuduhnya berbicara dengan Jiang Juan tentang Falun Gong dan memberikan dua flash disk dengan informasi tentang Falun Gong. Jiang tidak muncul di pengadilan untuk pemeriksaan silang.

Pengacara Shen berpendapat bahwa adalah kebebasan berkeyakinan dan berekspresi untuk berlatih Falun Gong dan berbicara dengan orang-orang tentang hal tersebut. Dia mengatakan bahwa dia tidak melanggar hukum apa pun atau menyebabkan kerugian bagi siapa pun. Sementara pengacara menuntut pembebasan, hakim menghukumnya tiga tahun pada tanggal 27 Desember 2021.

Silakan baca laporan lengkap untuk lebih jelasnya: Dilaporkan pada Bulan Januari 2022: 132 Praktisi Falun Gong Dihukum Karena Keyakinannya 

Copy link
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
Email
X