DUKUNG 8 TUNTUTAN BENNIX

Penandatangan terbaru:
muhamad nurcahya dan 19 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

 

 

Indonesia hari ini sedang menghadapi banyak persoalan yang sebenarnya bisa dicegah, bisa diperbaiki, dan bisa diselesaikan, jika negara mau mendengar suara rakyat yang rasional.

 

Kita menyaksikan sendiri berbagai kejadian yang bikin miris:

Warga sekitar berdemo menolak pabrik mobil listrik VinFast, bukan karena benci investasi, tapi karena ketidakjelasan aturan, keamanan, dan penegakan hukum.
Seorang bapak ribut di merchant roti hanya karena tidak bisa bayar pakai QRIS, padahal masalah utamanya bukan roti—melainkan sistem transaksi yang masih kacau dan tidak tegas.
Kasus-kasus ini bukan kejadian sepele. Ini adalah gejala dari masalah yang lebih besar:
1.  lemahnya aturan,
2. pembiaran praktik abu-abu,
3. serta dominasi kelompok yang justru memecah belah masyarakat.

Padahal kalau kita mau jujur dan berpikir lebih jauh,  Transaksi non-tunai bukan ancaman, justru:

  1. Mencegah korupsi dan suap
  2. Mengurangi fraud dan penggelapan pajak
  3. Membuat ekonomi lebih transparan dan adil
  4. Melindungi pelaku usaha kecil dan konsumen 

 

Karena itulah, kami menyatakan dukungan penuh terhadap 8 Tuntutan Bennix. 

Petisi ini bukan soal Bennix semata. Ini adalah tentang masa depan ekonomi Indonesia yang lebih tertib dan transparan, tentang keamanan pelaku usaha kecil maupun besar agar tidak terus hidup dalam bayang-bayang intimidasi, tentang kepastian hukum bagi rakyat kecil yang selama ini justru paling sering dirugikan, serta tentang negara yang berani menertibkan kekacauan, bukan negara yang tunduk pada tekanan kelompok tertentu.

Tanda tangan Anda bukan sekadar formalitas. Ini adalah sikap politik warga negara. Diam berarti membiarkan kekacauan yang sama terus berulang, terus memakan korban, dan terus merugikan bangsa. Bersatu adalah satu-satunya cara untuk memaksa negara hadir dan bertindak tegas.

 

 

 

avatar of the starter
Bennix CapitalPembuka Petisi

6.304

Penandatangan terbaru:
muhamad nurcahya dan 19 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

 

 

Indonesia hari ini sedang menghadapi banyak persoalan yang sebenarnya bisa dicegah, bisa diperbaiki, dan bisa diselesaikan, jika negara mau mendengar suara rakyat yang rasional.

 

Kita menyaksikan sendiri berbagai kejadian yang bikin miris:

Warga sekitar berdemo menolak pabrik mobil listrik VinFast, bukan karena benci investasi, tapi karena ketidakjelasan aturan, keamanan, dan penegakan hukum.
Seorang bapak ribut di merchant roti hanya karena tidak bisa bayar pakai QRIS, padahal masalah utamanya bukan roti—melainkan sistem transaksi yang masih kacau dan tidak tegas.
Kasus-kasus ini bukan kejadian sepele. Ini adalah gejala dari masalah yang lebih besar:
1.  lemahnya aturan,
2. pembiaran praktik abu-abu,
3. serta dominasi kelompok yang justru memecah belah masyarakat.

Padahal kalau kita mau jujur dan berpikir lebih jauh,  Transaksi non-tunai bukan ancaman, justru:

  1. Mencegah korupsi dan suap
  2. Mengurangi fraud dan penggelapan pajak
  3. Membuat ekonomi lebih transparan dan adil
  4. Melindungi pelaku usaha kecil dan konsumen 

 

Karena itulah, kami menyatakan dukungan penuh terhadap 8 Tuntutan Bennix. 

Petisi ini bukan soal Bennix semata. Ini adalah tentang masa depan ekonomi Indonesia yang lebih tertib dan transparan, tentang keamanan pelaku usaha kecil maupun besar agar tidak terus hidup dalam bayang-bayang intimidasi, tentang kepastian hukum bagi rakyat kecil yang selama ini justru paling sering dirugikan, serta tentang negara yang berani menertibkan kekacauan, bukan negara yang tunduk pada tekanan kelompok tertentu.

Tanda tangan Anda bukan sekadar formalitas. Ini adalah sikap politik warga negara. Diam berarti membiarkan kekacauan yang sama terus berulang, terus memakan korban, dan terus merugikan bangsa. Bersatu adalah satu-satunya cara untuk memaksa negara hadir dan bertindak tegas.

 

 

 

avatar of the starter
Bennix CapitalPembuka Petisi
Perkembangan terakhir petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 23 Desember 2025