Drainase Konvensional,mengakibatkan Banjir,Kekeringan,Longsor

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Saya ingin System yang mengakibatkan Bencana Banjir,Kekeringan dan Tanah Longsor

di akhiri atau distop di musim hujan Oktober 2019 tahun ini, karena system Drainase Konvensional tersebut tetap dilakukan di Indonesia sampai sekarang,padahal system ini jelas jelas terbukti sebagai pencipta Bencana tersebut.

Hal ini sudah terbukti di Permen PU nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaran systen Drainase Perkotaan dalam lampiran 1 halaman 3 .( Paradigma Lama ) yaitu Drainase Konvensional.

Konsep drainase konvensional (paradigma lama) adalah upaya membuang atau mengalirkan air kelebihan secepatnya ke sungai terdekat. Dalam konsep drainase konvensional, seluruh air hujan yang jatuh di suatu wilayah, harus secepatnya dibuang ke sungai dan seterusnya ke laut. Dampak dari konsep ini adalah kekeringan yang terjadi di mana-mana,

banjir, dan juga longsor. Dampak selanjutnya adalah kerusakan ekosistem, perubahan iklim mikro dan makro serta tanah longsor di berbagai tempat yang disebabkan oleh fluktuasi kandungan air tanah pada musim kering dan musim basah yang sangat tinggi.

Konsep drainase baru (paradigma baru) yang biasa disebut drainase ramah lingkungan atau eko-drainase atau drainase berwawasan lingkungan yang sekarang ini sedang menjadi konsep utama di dunia internasional dan merupakan implementasi pemahaman baru konsep eko-hidrolik dalam bidang drainase.

Drainase ramah lingkungan didefinisikan sebagai upaya mengelola air kelebihan dengan cara meresapkan sebanyak-banyaknya air ke dalam tanah secara alamiah atau mengalirkan air ke sungai dengan tanpa melampaui kapasitas sungai sebelumnya.

Dalam drainase ramah lingkungan, justru air kelebihan pada musim hujan harus dikelola sedemikian rupa sehingga tidak mengalir secepatnya ke sungai. Namun diusahakan meresap ke dalam tanah, guna meningkatkan kandungan air tanah untuk cadangan pada musim kemarau. Konsep ini sifatnya mutlak di daerah beriklim tropis dengan perbedaan musim hujan dan kemarau yang ekstrim seperti di Indonesia.

Ada beberapa metode drainase ramah lingkungan yang dapat dipakai di Indonesia, diantaranya adalah metode kolam konservasi, metode sumur resapan, metode river side polder dan metode pengembangan areal perlindungan air tanah (ground water protection area).

https://www.slideshare.net/infosanitasi/permen-pu-no-12-tahun-2014-tentang-drainase-perkotaan-lamp1