DPR, Hapus Batubara dan Nuklir dari RUU Energi Baru Terbarukan


DPR, Hapus Batubara dan Nuklir dari RUU Energi Baru Terbarukan
Masalahnya
Selama 30 tahun terakhir ada 4700 kematian akibat dari beroperasinya PLTU di sekitaran Jakarta. Angkanya gak kaleng-kaleng, ini berdasarkan data dari Centre for Research on Energy and Clean Air.
Terus kalau makin banyak PLTU yang beroperasi, berarti bakal makin banyak kematian mengancam.
Belum lagi, limbah dari PLTU batubara yang ditetapkan sebagai Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) atau limbah padat. Dan masuk dalam kategori limbah B3. Itu berbahaya banget buat masyarakat yang tinggal di deket PLTU. Apalagi anak-anak.
Ibu Afni seorang warga Talawi, Kota Sawahlunto cerita soal anaknya yang kena infeksi paru. Ternyata nggak cuma anak Ibu Afni, tapi 60% anak-anak di sekolah anaknya juga kena. Dan setelah diselidiki, ini karena sekolah mereka berhadapan dengan PLTU Ombilin, Sumatra Barat.
Nggak cuma batubara, pemerintah juga berencana untuk menggunakan energi nuklir. Padahal untuk bikin pembangkit listrik dari nuklir di Indonesia masih butuh kajian yang mendalam. Nanti kalau ada kebocoran, resiko yang bakal ditanggung gede banget!
Gitu kok DPR masih aja ngebahas energi nuklir dan batubara dalam RUU Energi Baru Terbarukan.
Padahal potensi Indonesia terhadap energi terbarukan banyak banget. Kita punya energi surya yang gak terbatas. Di beberapa daerah, penggunaan energi surya udah mulai digalakkan. Kayak di Desa Ciptagelar, Sukabumi, dimana masyarakatnya 100% pake energi terbarukan lho!
Bayangin kalau yang kaya gini didukung sama kebijakan dari pemerintah. Pasti nggak cuma di di tingkat desa, tapi penggunaannya bisa lebih besar dan luas!
Biar kita juga bisa dukung target emisi Indonesia 29% - 41% pada 2030 nanti.
Mumpung banget nih, DPR kan lagi bahas tentang RUU Energi Terbarukan. Kita bisa dorong DPR untuk benar-benar fokus pada energi terbarukan dan menghapus pasal-pasal yang mengatur soal tenaga nuklir dan energi baru berbasis fosil dari RUU EBT.
Yuk teman-teman dukung DPR, supaya energi terbarukan bisa dikembangkan dan digunakan secara masif di Indonesia.
Salam,
Koalisi Rakyat Peduli Energi Terbarukan
3.963
Masalahnya
Selama 30 tahun terakhir ada 4700 kematian akibat dari beroperasinya PLTU di sekitaran Jakarta. Angkanya gak kaleng-kaleng, ini berdasarkan data dari Centre for Research on Energy and Clean Air.
Terus kalau makin banyak PLTU yang beroperasi, berarti bakal makin banyak kematian mengancam.
Belum lagi, limbah dari PLTU batubara yang ditetapkan sebagai Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) atau limbah padat. Dan masuk dalam kategori limbah B3. Itu berbahaya banget buat masyarakat yang tinggal di deket PLTU. Apalagi anak-anak.
Ibu Afni seorang warga Talawi, Kota Sawahlunto cerita soal anaknya yang kena infeksi paru. Ternyata nggak cuma anak Ibu Afni, tapi 60% anak-anak di sekolah anaknya juga kena. Dan setelah diselidiki, ini karena sekolah mereka berhadapan dengan PLTU Ombilin, Sumatra Barat.
Nggak cuma batubara, pemerintah juga berencana untuk menggunakan energi nuklir. Padahal untuk bikin pembangkit listrik dari nuklir di Indonesia masih butuh kajian yang mendalam. Nanti kalau ada kebocoran, resiko yang bakal ditanggung gede banget!
Gitu kok DPR masih aja ngebahas energi nuklir dan batubara dalam RUU Energi Baru Terbarukan.
Padahal potensi Indonesia terhadap energi terbarukan banyak banget. Kita punya energi surya yang gak terbatas. Di beberapa daerah, penggunaan energi surya udah mulai digalakkan. Kayak di Desa Ciptagelar, Sukabumi, dimana masyarakatnya 100% pake energi terbarukan lho!
Bayangin kalau yang kaya gini didukung sama kebijakan dari pemerintah. Pasti nggak cuma di di tingkat desa, tapi penggunaannya bisa lebih besar dan luas!
Biar kita juga bisa dukung target emisi Indonesia 29% - 41% pada 2030 nanti.
Mumpung banget nih, DPR kan lagi bahas tentang RUU Energi Terbarukan. Kita bisa dorong DPR untuk benar-benar fokus pada energi terbarukan dan menghapus pasal-pasal yang mengatur soal tenaga nuklir dan energi baru berbasis fosil dari RUU EBT.
Yuk teman-teman dukung DPR, supaya energi terbarukan bisa dikembangkan dan digunakan secara masif di Indonesia.
Salam,
Koalisi Rakyat Peduli Energi Terbarukan
3.963
Pengambil Keputusan
Perkembangan terakhir petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 13 September 2021