Segera Cabut Aduan dan Hentikan Kasus Penyebar Meme Setnov

0 telah menandatangani. Mari kita ke 150.000.


Pada 10 Oktober 2017, 32 akun medsos penyebar meme diadukan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) lewat kuasa hukum Friedrich Yunadi ke polisi. Satu orang sudah ditangkap, sisanya menyusul, kata polisi. Padahal menyebarkan satir bukan tindakan kriminal. Sejak kapan sebarkan humor bisa dipenjara? 

Tadinya Setnov ingin memolisikan 300 akun medsos yang menurutnya menghina dirinya dengan beragam meme dan postingan di medsos. Tapi akhirnya disaring jadi 32 dan berikut ini daftar akun medsos yang dilaporkan: 

15 Akun Twitter:
1. https://twitter.com/YKW1AM
2. https://twitter.com/antox_bondre
3. https://twitter.com/bimasatr061
4. https://twitter.com/iqbalembal
5. https://twitter.com/bagas_satrioo
6. https://twitter.com/tabah110258
7. https://twitter.com/IrwanSuryadi
8. https://twitter.com/Fauzan_vcc
9. https://twitter.com/hidahidaan
10. https://twitter.com/pemudatakhijrah
11. https://twitter.com/DikdikHakim
12. https://twitter.com/Moch_Rofiun
13. https://twitter.com/gavarakun
14. https://twitter.com/JalanSoreSore
15. https://twitter.com/Timnas_Day

9 akun Instagram:
1. https://instagram.com/nonogerard/
2. https://instagram.com/ajie_gergaji
3. https://instagram.com/indonesiavoice_/
4. https://instagram.com/dazzlingdyann
5. https://instagram.com/ridwan.muhammad91/
6. https://instagram.com/awreceh.id/
7. https://instagram.com/pemaulana
8. https://instagram.com/kotakkotakalay/
9. https://instagram.com/ala_nganu

8 akun Facebook:
1. https://facebook.com/MemePolitikIndo
2. https://facebook.com/netti.hutabarat
3. https://facebook.com/ponang.syahputra
4. https://facebook.com/andre.hadiyavsadath
5. https://facebook.com/loriz.annas
6. https://facebook.com/tonizanama.ariyanto
7. https://facebook.com/azis.putra.tanya.kenapa
8. https://facebook.com/tonizanama.ariyanto

Dalam perkembangan penyidikan oleh polisi, disebutkan jumlah yang dijerat mencapai 68 akun media sosial. Memang seperti apa sih postingan yang dianggap mencemarkan nama Setnov itu?

DKA pemilik akun instagram @dazzlingdyann membagi postingan 7 Oktober yang diberi caption: 

THE POWER OF SETYA NOVANTO  
#SetyaNovanto
#SetNov
#ThePowerOfSetyaNovanto
#MemeComicIndonesia
#ThePowerOfSetNov

Ia membagi postingan Path bertuliskan:
SETYA NOVANTO KETINGGALAN LIVE MOTO GP, STARTNYA DIULANGI LAGI. 

atau postingan Twitter berisi:

#SetyaNovanto ikut dunia lain, setannya yang melambaikan tangan. 

atau lainnya:

#SetyaNovanto main jelangkung, jelangkungnya yang kerasukan Setya Novanto

Nah! Coba pikir, ini kan cuma bercandaan anak medsos... Apa layak yang begini dimasukkan ke penjara?

Tapi inilah peliknya pasal defamasi (pencemaran nama) yang ada di UU ITE dan KUHP. Dasarnya ini pasal kolonial yang dipertahankan untuk melindungi orang-orang berkuasa, jadinya yang warga biasa bisa dipenjara cuma karena ada penguasa yang baper. 

Padahal pasal ini sudah direvisi setahun lalu, dengan  menurunkan ancaman pidanan jadi 4 tahun dan atau denda Rp 750 juta dan tambahan penjelasan bahwa pasal ini harus merujuk pada pasal 310-311 KUHP. Artinya polisi tidak bisa lagi menangkap dan menahan seseorang yang diduga melanggar pasal ini sewaktu-waktu, kecuali alasan subyektif yakni: orangnya akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti atau mengulangi perbuatan.

Artinya apa? Ini adalah bukti bagaimana pasal defamasi dipelintir menjadi pasal pembungkaman ekspresi. Orang sedang geram-geramnya dengan alasan sakit yang dipakai Setnov untuk menghindari pemeriksaan korupsi dan hebatnya Setnov menang praperadilan atas penetapan tersangka oleh KPK. Mereka mengekspresikannya dengan menyebar hestek #ThePowerofSetyaNovanto berujud postingan twitter atau membuat meme. Eh malah dilaporkan ke polisi dengan alasan pencemaran nama. 

Lalu maksud pelaporannya apa? Kuasa hukum Setnov mengatakan ini adalah semacam pembelajaran agar masyarakat jangan menghina pak Setnov. Pembelajaran kok masukin orang ke penjara? Kan lebih efektif ngajar di sekolah-sekolah.

Kalau ini dibiarkan, semakin banyak pejabat publik yang mengirim warga ke penjara karena baper. Maka kita perlu kirim petisi dengan pesan untuk segera cabut aduan polisi karena menyebarkan satir bukan tindakan pidana/kriminal. Juga ke kepolisian agar tidak melanjutkan kasus ini.

Semakin banyak penandatangan yang bisa dikumpulkan, semakin besar tekanan agar kasus ini dihentikan.

Salam,

Damar Juniarto
Regional Coordinator SAFEnet



Hari ini: SAFEnet/Southeast Asia Freedom of Expression Network mengandalkanmu

SAFEnet/Southeast Asia Freedom of Expression Network membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "@DivHumasPolri, Segera cabut aduan terhadap penyebar meme @sn_setyanovanto". Bergabunglah dengan SAFEnet/Southeast Asia Freedom of Expression Network dan 75.997 pendukung lainnya hari ini.