Petisi ditutup

SELESAIKANLAH KAMI SESUAI DENGAN UNDANG-UNDANG YANG BERLAKU (UUK NO. 13/2003 PASAL 163 : 2) !!!

Petisi ini mencapai 660 pendukung


Kepada Yang Terhormat : PT. Matahari Kahuripan Indonesia (Holding Company) ---). Direktur Utama (a/n. Bpk. Daniel Widjaja) ; ---). Kepala Birokrat HRD / Direktorat SDM & Legal (a/n. Ibu Udiati Soegiono) ; ---). Komisaris Utama (a/n. Bpk. Soesilo Wonowidjojo).

I. ISI POKOK PERMASALAHAN

Pengusaha/Perusahaan setiap membuat perubahan dan/ atau memberikan keputusan dan/ atau yang lainnya tidak pernah melibatkan dan/ atau tidak ada sosialisasi terlebih dahulu ke Serikat Pekerja dan/ atau ke Pekerja. Serikat Pekerja/Pekerja Menyatakan Sikap Menolak Atas :

1). Restrukturisasi Organisasi. Status Pekerja dibeda-bedakan antar Pekerja yang satu dengan Pekerja yang lainnya yaitu ada status Pekerja SO/Mapping dan Pekerja Non SO/Non Mapping.

2). Surat Keputusan Direksi (SKD) Tentang Penggangkatan Dalam Pekerjaan Operasional Yang berubah-ubah, (1) Tertanggal 31 Maret 2016 ; (2) Tertanggal 01 Mei 2016 ; (3) Tertanggal 01 Juli 2016. SKD tsb tidak jelas atas uraian, tidak lengkap dan dikeluarkan oleh Perusahaan yang Berbeda Badan Hukum.

3). Demosi Massal sepihak, tanpa sebab akibat.

4). Surat Peringatan - III yang tidak jelas/tidak sesuai prosedur

5). Penempatan Jabatan ke Pekerja yang tidak sesuai kompetensinya.

6). Penurunan/Pemotongan Gaji Pokok 50% s/d 70%.

7). Dihilangkan/Diambil Fasilitas Kesejahteraan Pekerja Non SO/Non Mapping

8). Dihilangkan Tunjangan Makan & Tunjangan Transportasi

9). Surat Pernyataan Menerima SKD

10). Surat Pernyataan Mengundurkan Diri

11). Mutasi

12). Surat Penugasan

13). PHK Sepihak/Paksaan/Program "Tali Asih"

Serikat Pekerja/Pekerja Meminta segera diproses PHK sesuai ketentuan UUK No.13/2003 atas :

14). Pengajuan Pensiun Pekerja

15). Pekerja Telah Divonis PHK berubah menjadi SP - III.

16). Pekerja Non SO/Non Mapping

17). Intimidasi Managemen Baru ke Ketua Serikat Pekerja

 II. PENDAHULUAN / SEJARAH

1). Tahun 1993. Berdirinya PT. Matahari Kahuripan Indonesia (Holding Company), dari PT. Antang kemudian dialih ke Pemegang Saham yaitu PT. Surya Duta Investama dengan pemiliknya yaitu Bpk. Soesilo Wonowidjojo saat itu saham masih 40% an.

2). Tahun 2000. Saham PT. Makin 100% dan lepas dari PT. Antang.

3). PT. Matahari Kahuripan Indonesia disingkat dengan PT. Makin

4). PT. Makin bergerak di bidang Kelapa Sawit.

5). PT. Makin adalah Anggota GAPKI.

6). PT. Makin Berkantor Pusat di Jl. Wahid Hasyim No. 188–190 Kel. Kampung Bali Kec. Tanah Abang, Jakarta Pusat No. Telp. : (021)–3926877 & 78 (Hunting) ; No. Fax. (021)–3926879 & 80 (Hunting).

7). PADA THN INI TAHUN 2016 ADA 5 UNIT DARI PT. MAKIN DIAMBIL/DISERAHKAN/DI OVER KE PT. DHANISTHA SURYA NUSANTARA (DSN) DIANTARANYA PT.AGU, IPK DAN ADA 3 PT LAGI

8). Regional Office/Representative Officer 2-3 PT. Katingan Indah Utama  Banjarbaru Berkantor di alamat Km. 21.900 No. 23 Kel. Landasan  Ulin Tengah  Kec. Liang  Anggang  Kota  Banjarbaru  Kal–Sel No. Telp. (0511) – 4705269, 4706153, 4708570-4 ; No. Fax. (0511) – 4705075.

9). Unit-Unit lain dan/ atau cabang-cabang lain Makin Group keberadaannya terletak di Provinsi Jambi ; Sumatera Selatan ; Kalimantan - Timur ; Kalimantan Barat ; Kalimantan - Tengah ; Kalimantan - Utara ; Sulawesi - Utara ; Sulawesi - Selatan.

III. AWAL PERMASALAHAN TIMBUL

Kamis, 11 Februari 2016 adanya Perombakkan Jajaran Komposisi & Personalia Managemen Direksi PT. Makin. Akar Permasalahan Timbul yaitu dengan kehadirannya Rombongan Jajaran Managemen Baru PT. Makin, mereka dasar kerjanya yaitu menangani Rokok Gudang Garam dan Rokok Apache, bukan menangani Perkebunan Sawit.Managemen Baru tsb terdiri dari : Direktur Utama (a/n. Bpk. Daniel Widjaja) dibantu oleh  Kepala Birokrat HRD/Direktorat SDM & Legal (a/n. Ibu Udiati Soegiono) beserta Bpk. Hengky Parouw ; Ibu Endah ; Bpk. Slamet Riyadi ; Bpk. Salvatus Susanto ; Bpk. Maksin Arisandi ; Dan Kawan-Kawan. Apabila dilihat dari alamat emailnya, mereka adalah dari PT. Gudang Garam, Tbk (GG) dan PT. Karya Dibya Mahardhika (KDM). Adanya Restrukturisasi Organisasi.

1). Pekerja Makin Group dibeda-bedakan antar sesama Pekerja yang satu dengan Pekerja Makin Group.

2). Pekerja yang masuk didalam Struktur Organisasi (SO) disebut Mapping : Gaji Tidak Turun, Gaji Pokok jadi UPTT (Upah Pokok & Tunjangan Tetap), Tunjangan Jabatan menjadi Tunjangan Jabatan, dan Fasilitas yang lain tetap menjadi Uang Prestasi.  Sedangkan

3). Pekerja yang tidak masuk didalam Struktur Organisasi (Non SO) disebut Non Mapping : Untuk Kelompok Jabatan (KJ) 4 s/d KJ 5  (KJ Lama), Diberikan 50 % dari penerimaan sekarang (Gaji Pokok dan Tunjangan Jabatan) dengan minimal pemberian Rp. 9 Juta dan Bantuan Tidak Tetap Dihapus. Sedangkan Untuk KJ 6 s/d KJ 9 (KJ Lama) : Nilai Gaji Pokok Tidak Berubah, Tunjangan Jabatan Tidak Berubah, sedangkan    Bantuan Tidak Tetap Dihapus.

IV. KRONOLOGIS

  •  Sabtu, 27 Februari 2016

Direktur Utama PT. Makin (a/n. Bpk. Daniel Widjaja) menulis dan mengirim email ke Pekerja Makin Group (Kelompok Jabatan Tertentu dari KJ 2 - 5)  yaitu dengan Subject : KONDISI MAKIN ; Date : Sat, 27 Feb 2016 18:02:06 +0700.

  • Selasa, 01 Maret 2016

Pekerja Makin Group menerima kiriman email dari Direktur Utama PT. Makin (a/n. Bpk. Daniel Widjaja) dengan subject : Kondisi Makin. Inti Isi Email tsb bertujuan menceritakan situasi dan kondisi yang sedang dihadapi oleh Makin Group saat ini. PT. Makin saat ini sedang dalam kondisi yang sangat kritis... Kesimpulan Isi Email tsb yaitu PT. Makin saat ini sedang sangat sakit, kalau dianalogikan ke penyakit kanker, PT. Makin sudah berada di stadium 5. Pekerja Makin Group awalnya berharap dengan kedatangan Jajaran Managemen Baru agar akan lebih baik, Ternyata Tidak Sesuai Harapan  Pekerja Makin Group !!! Harapan tsb hanyalah bunga-bunga mimpi belaka, karena tingkah laku perbuatan, tindakan yang diperbuat oleh Managemen Baru parah dan diluar pemikiran normal, akal sehat dan tidak manusiawi, semena-mena, sewenang-wenang terhadap Pekerja. Pekerja  Makin Group bekerja untuk keluarga dan berkeinginan bekerja s/d masuk usia pensiun di Makin Group, akan tetapi saat ini dipaksa dengan berbagai cara untuk mengundurkan diri dengan diberikannya dengan sebutan Tali Asih. Managemen Baru pulalah otak di dalam membuat/merancang draft Surat Keputusan Direksi, Demosi Massal, Surat Penugasan, SP-III, Surat Penyataan, Program Tali Asih/PHK Sepihak, dsb. Pekerja Makin Group harus menuruti, menandatangani, melaksanakan apa yang telah ditetapkan oleh Managemen Baru, tidak bisa ditawar-tawar. Pekerja Makin Group yang selama ini sukacita, tenang, damai, sejahtera mendadak semuanya sirna berubah  menjadi resah, gelisah, rusak mental pribadi dan kerja. Managemen Baru beranggapan bahwa Pekerja Lama adalah merupakan antek-antek dari Managemen Lama dan/ atau sudah terkontaminasi oleh Managemen Lama. Sehingga Pekerja Lama harus dihabisi, dibuang, diberhentikan, di PHK, Dimutasi, dsb. Menurut Managemen Baru adalah bermaksud guna menyelamatkan kapal yang hampir tenggelam, karena saat ini sebagian/setengah dari badan kapal sudah mulai tenggelam, jadi harus diselamatkan agar kapal tsb tidak tenggelam semuanya. Managemen Baru merasa tidak ada hambatan karena Pekerja tidak ada gejolak. Managemen Baru merasa senang/sukses/berhasil dan tercapai targetnya atas program kerjanya yang telah mereka perbuat ke Pekerja. Kejadian Tali Asih/PHK sepihak di Jambi, kemudian menjalar/melanjutkan/menjalankan program kerjanya ke Unit-Unit dan/ atau Cabang-Cabang Makin Group

  • Jumat, 18 Maret 2016

Pekerja Makin Group Kantor Jambi dikumpulkan di Mess Jambi guna Sosialisasi PHK yang mana Pengusaha/Perusahaan akan melakukan perampingan terhadap Pekerja di Jambi. Didalam sosialisasinya Pekerja diharapkan Pengusaha/Perusahaan agar mau menerima tawaran dari Pengusaha/Perusahaan untuk mengundurkan diri dan atas pengunduran diri tsb akan diberikan perhitungan Tali Asih.

  • Senin, 21 Maret 2016 --- Pekerja Makin Group Kantor Jambi membuat surat ke Pengusaha..
  • 23 Mei 2016 s/d 04 Juni 2016

Target Manajemen Baru Berhasil/Sukses Didalam Melaksanakan PHK Sepihak. Target Managemen Baru (Direktorat SDM dan Legal) yaitu  -/+ 4.000 Pekerja tsb untuk melakukan Perampingan Pekerja Non Mapping/Non SO. Tabel Perhitungan Tali Asih/PHK sepihak tsb setelah dicek dan dipelajari oleh Serikat bahwa perhitungan PHK. Tabel Tali Asih  telah dipersiapkan oleh Managemen Baru  ke Pekerja adalah sama dengan perhitungan yang disebut PHK 1x UUK No.13/2003 (1x Pasal 156 Ayat 2 + 1x Pasal 156 Ayat 3 + Pasal 156 Ayat 4). Menurut Managemen Baru Program Tali Asih Bukan PHK. Managemen Baru  tidak mau Program Tali Asih disebut PHK. Menurut Managemen Baru pemberian Tali Asih ke Pekerja tidak dipaksa, melainkan ditawarkan ke Pekerja bagi yang mau menerima Tali Asih. Kejadian saat sosialisasi pemberian Tali Asih tsb sangat luar biasa, karena ditemukan oleh Serikat Pekerja yaitu adanya Intimidasi, Tekanan, Ancaman baik secara langsung dan/ atau langsung serta sadar dan/ atau tidak sadar diperbuat oleh Managemen Baru ke Pekerja. Managemen Baru ini dengan tega merampas Hak-Hak Pekerjanya. Berdasarkan kenyataaan dilapangan bahwa yang telah dieksekusi yaitu KJ 8 & KJ 9, sedangkan KJ 4, 5, 6, 7 belum menunggu saat giliran.  Andalan senjata ucapan dari Managemen Baru didalam sosialisasi pemberian Tali Asih yaitu menggunakan/memakai/telah diberikan doktrin satu bahasa yaitu alasan "Karena kondisi keuangan perusahaan lagi sulit, inipun uang untuk menjalakan program tali asih ini adalah dari hasil pinjaman di Bank, kami tidak melakukan PHK kok ke kalian (Pekerja), kami (Managemen Baru) menawarkan program kerja ke Pekerja yang tergabung di Makin Group tidak ada unsur paksaan kami akan menawarkan  Dua opsi. Dua opsi tersebut yaitu :

1). Opsi Pertama yaitu : Mengeluarkan tali asih kepada pekerja yang mengundurkan diri dengan rumusan tertentu.

2). Opsi Kedua yaitu Bpk/Ibu/Sdr/Sdri selaku Pekerja  bisa terus bekerja, akan tetapi kami tidak bisa menjamin, tidak bisa memastikan sampai kapan Bapak-Ibu-Saudara-Saudari bisa bekerja, itu tergantung keadaan keuangan pihak perusahaan....."

Managemen Baru mengejar TARGET. Sehingga memaksakan kehendaknya walau salah dan telah terencana/terprogam guna menghindari :

1). Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) THR  2x Gaji Pokok Dibulan Juni 2016.  Pekerja yang tergabung di Makin Group apabila Masa Kerja dari Pekerja Lebih dari 5 Tahun, maka didalam pemberian THR ke Pekerja tersebut yaitu sebanyak 2 Bulan Gaji Pokok. Hal pemberian THR tersebut selama ini sudah menjadi suatu kebiasaan di Makin Group. (Sesuai yang telah diatur di Kepmen No 06/2016 Tentang THR).

2). Uang PHK yang sesuai dengan KETENTUAN UUK No.13/2003 Pasal 163 Ayat 2 dengan Perhitungan yang sesuai dengan UUK No.13/2003 Pasal 156

V. TINDAKAN INTIMIDASI/ANCAMAN/DISKRIMINASI MANAGEMEN BARU KE PEKERJA.

SADAR/TIDAK SADAR dan/ atau SENGAJA/TIDAK SENGAJA telah diperbuat oleh Managemen Baru Makin Group ke  Pekerja Makin Group. Managemen Baru terlalu memaksakan kehendak tanpa adanya perundingan, kesepakatan terlebih dahulu dan/ atau mendengar suara Serikat Pekerja / Pekerja.

Tindakan-Tindakan Managemen Baru merampas Hak Pekerja, Tidak Manusiawi, Sewenang-wenang Tanpa Hati Nurani. Sesuai dengan  kenyataan yang benar-benar terjadi saat eksekusi Pekerja. Pihak Managemen Baru telah menanamkan doktrin ke tim eksekutor yaitu agar menyebutkan bahwa Program Kerja  ini adalah bernama Program Tali Asih. Pihak Managemen Baru didalam menjalankan Program Tali Asih tsb secara membabi buta / hantam kromo, menurut Managemen Baru langkah yang mereka ambil adalah tindakan tidak paksaan, karena Pekerja tsb telah membuat/menandatangani surat pernyataan, dan lain-lain.

 VI. KORBAN-KORBAN EKSEKUSI TALI ASIH / PHK SEPIHAK 1 x PMTK

  • Pekerja yang tidak mengerti akan ketentuan UUK No.13/Thn 2003
  • Pekerja tidak tahan atas intimidasi, ancaman dan tekanan, tergoda, terhipnotis atas tumpukan uang/tabel uang yang ditawarkan secara tunai, dan ketakutan atas penyampaian saat sosialisasi yang diberikan oleh Managemen Baru ke Pekerja tsb.
  • Guru-Guru SD.
  • Seorang Ibu Baru Melahirkan (masih dalam keadaan cuti)
  • Penjaga Tempat Ibadah.
  • Ibu yang sedang Hamil.
  • Pekerja yang sudah lewat umur / usia Pensiun.

 VII. LANGKAH-LANGKAH TINDAKAN SERIKAT PEKERJA / PEKERJA MENGINGATKAN KE PENGUSAHA/PERUSAHAAN AGAR MENGIKUTI KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU

  • Region Office PT. KIU Banjarbaru Senin, 30 Mei 2016, Jam 14.45 Wita.

Ketua Serikat Pekerja menghadiri/mendampingi Pekerja yang akan tereksekusi dan meminta ke Pihak Managemen baru agar diberlakukan sesuai UUK NO.13 Tahun 2003 Pasal 163 Ayat 2 dengan Pehitungan sesuai Pasal 156 UUK No.13/2003. Akan tetapi Pihak Managemen Baru mengindahkannya dan tetap bersikeras program Tali Asih ini bukan paksaan. Dan akhirnya eksekusi 24 Pekerja. 2 Pekerja menolak dan -/+ 22 Pekerja dengan terpaksa menerima walau sebenarnya mereka masih pengen bertahan bekerja, karena kuatnya intimidasi, dan diadakan pertemuan pada Selasa 31 Mei 2016 Jam 08.00 Wita di Lt. 2 RO PT. KIU Banjarbaru yang mana Bagian Keuagan dikumpukan bahwa mereka akan dikontrak setelah menerima tali asih. Walau berat hati,maka dengan terpaksa mereka membuat/menyalin surat pernyataan yang telah disediakan, tapi hati mereka sebenarnya tidak iklas, selain perhitungan tabel yang tidak sesuai yang mereka harapkan juga mereka masih pengen bekerja.

  • Pekerja Mengajukan ke Managemen Baru Guna Bipartit Pada Hari Selasa, Tanggal 17 Mei 2016 Jam 09.45 Wita.

Sebelum hari pelaksanaan Bipartit, Pihak Managemen meminta via email ke Pekerja agar Bipartit Tanggal 17 Mei 2016 di gabung di Bipartit Tanggal 24 Mei 2016.

  • Pekerja Mengajukan Bipartit Pada Tanggal 24 Mei 2016.

Sebelum pelaksanaan Bipartit berlangsung kembali Pihak Managemen memberitahukan via email agar Bipartit dilaksanakan pada Tanggal 01 Juni 2016.

  • Bipartit Ke-I  pada Hari Rabu, Tanggal 01 Juni 2016 Jam 09.00 Wita di Ruang Meeting Intan RO PT. KIU Banjarbaru.

Bipartit Pertama dilaksanakan dan pihak Managemen mengiriman utusannya untuk menghadiri Bipartit tersebut, akan tetapi pertemuan Bipartit tesebut gagal dan tidak ada mendapatkan kesepakatan. Dikarenakan utusan Managemen Baru tsb tidak dapat memberi keputusan. Kemudian berdasarkan kesepakatan akan diadakan Bipartit Kedua Pada Hari Jumat, Tanggal 10 Juni 2016. Didalam Bipartit pertama ada disinggung oleh utusan Managemen Baru didalam pertemuan Bipartit tersebut, apabila Pekerja tidak puas, maka pihak Managemen siap menghadapi Pekerja sampai dengan di PHI bahkan sampai ke Mahkmah Agung.

  • Bipartit Ke-II pada Jumat, 10 Juni 2016 Jam 09.00 Wita di Ruang Meeting Intan RO PT. KIU Banjarbaru.

Bipartit Kedua pun kurang lebih sama dengan Bipartit Pertama, Pihak Managemen mengirimkan utusan tidak dapat memberi keputusan. Sehingga Deadlock dan akan diteruskan ke Mediasi yaitu Tripartit.

  • PT. Mohusindo, Kamis, 2 Juni 2016 Jam 11.30 Wita, 13.30 Wita, 15.30 Wita.

Sebenarnya Pekerja PT.Mohusindo mereka bingung dan tidak pernah ada sosialisai pemberitahuan dari pimpinan langsung mereka, bahkan belum mendapatkan/menerima SKD dan/ ataupun pemberitahuan didalam hal yang mana mereka masuk di SO/Mapping dan/ atau yang termasuk di Non SO/Non Mapping. Mereka mendadak diberi pengumuman agar segera kumpul karena akan ada sosialisasi dari Managemen Baru awalnya akan diadakan di aula meeting PT.Mohusindo, dan kemudian mendadak berubah jadwal tempat pertemuan diadakan di Aula Meeting RO PT. KIU Banjarbaru. Sebelum terjadinya eksekusi, Pekerja SO/Mapping PT.Mohusindo dikumpulkan terlebih dahulu,  dan kemudian dilanjutkan ke Pekerja Non SO/Non Mapping. Dan terjadilah eksekusi -/+ 27 Pekerja. Setelah pulang kerumah mereka, ada 4 Pekerja PT. Mohusindo yang terkena eksekusi tali asih diminta untuk mengembalikan uang tali asih, dikarenakan salah perhitungan. Yang dihitung oleh managemen baru tidak sesuai dengan Tanggal Masuk Kerja Pekerja tsb. Melainkan dihitung sejak Surat Keputusan Pekerja tersebut keluar/sudah melewati masa uji percobaan/training. Karena Pekerja tidak mau mengembalikan yang dianggap Managemen Baru kelebihan, maka Gaji Periode Bulan Mei 2016 ditahan/tidak diberikan.

KORBAN TEKANAN/INTIMIDASI DAN DISKRIMINASI TERHADAP PEKERJA NON SO/NON MAPPING :

  • Jumat, 03 Juni 2016 sekitar jam 15.00 Wita.

Pekerja Non SO/Non Mapping Makin Grup Gaji/Upahnya dipotong dan/atau dihilangkan Gaji/Upah Pokok 50%, Tunjangan Jabatan 50 %, Uang Makan & Uang Transport (padahal Uang Transpor, uang makan sudah mengikat sejak Pekerja Bekerja tergabung di Makin Group).

  • Senin, 13 Juni 2013

27 Pekerja eks PT. Mohusindo dan 22 Pekerja  Eks RO PT. KIU Banjarbaru yang telah tereksekusi dengan Tali Asih, menerima transfer uang makan dan transport tidak sesuai yang mereka harapkan yaitu sebesar Rp. 175.000,- / Orang seharusnya Rp. 500.000,-/Orang (@ Uang Makan + Uang Transpor Rp. 25.000,-/Orang diberikan per tiap masuk hadir kerja, tidak hadir kerja tidak dapat), padahal sebelum tereksekusi, mereka telah menanyakan dalam hal gaji/upah dan uang makan + transport bulan mei 2016 tsb dan dijanjikan akan akan ditransfer full. Dan 4 orang Pekerja eks PT. Mohusindo Gaji Periode Mei 2016 ditahan/tidak dibayarkan oleh Pengusaha/Perusahaan.

Pekerja di RO P. KIU Banjarbaru menerima transferan uang makan + uang transportasi bervariasi ada yang Rp. 75.000,-/orang dan ada yang Rp. 68.000,- / orang serta ada yang menerima Rp.68.000,- / orang (Catatan seharusnya uang makan + uang transportasi, apabila pekerja hadir mendapatkan uang makan Rp. 15.000,-/orang dan uang transport Rp. 10.000,-/orang, jadi apabila 20 hari kerja dalam satu bulan rata-rata pekerja menerima Rp. 500.000,-/orang).

  • Selasa, 14 Juni 2016 Jam 09.30 s/d 13.30 Wita. RO KIU Banjarbaru Ketua Serikat Pekerja kedatangan Tim Penyidik dan Pengawas Dinsosnaker Kota Banjarbaru. Kesimpulannya :

1). Pihak Pengusaha/Perusahaan tidak ada melaporkan/memberitahukan atas Peraturan Perusahaan KIU Banjarbaru 2015-2017.

2). Pihak Pengusaha/Perusahaan RO KIU Banjarbaru dan Mohusindo tidak ada melaporkan atas rencana eksekusi Tali Asih baik sebelum dan/ ataupun sesudah eksekusi.

3). Tali Asih itu tidak ada di aturan perundang-undangan yang berlaku. Tali Asih itu sebenarnya adalah suatu penghargaan ke pekerja dari pengusaha/perusahaan dalam mengabdi ke perusahaan tsb didalam masa kerjanya apakah itu 10 tahun dan selebihnya, akan tetapi setelah itu pekerja tsb diperkerjakan kembali bukan di PHK, hal tsb diatur di PKB atau PP dan kalaupun akan di PHK maka pemberian tali asih +pesangon sesuai perundang-undangan yang berlaku.

4). -/+ 2 Tahun RO KIU tidak ada pernah meng verifikasi atas karyawan RO KIU Banjarbaru ke dinas terkait.

5). Managemen Perusahaan/Pengusaha akan segera dipanggil ke dinas terkait atas dalam hal pemotongan gaji dan dimitai penjelasannya.

6). Sedangkan kasus mohusindo yang menahan gaji pekerjanya, maka managemen akan dipanggil ntuk dimintai keterangan serta pengusaha/perusahaan tsb wajib membayar denda + bunga bank apabila sudah melewati 4 hari dari tanggal normal menerima gaji pekerja tsb.

7). Mengenai THR, dikarenakan Mohusindo dan RO KIU Banjarbaru sesuai Kepmen No.6/2016 Tentang THR, maka sesuai kebiasaan 2x GP diterima oleh Pekerja, Pihak Pengusaha/Perusahaan wajib memberikan THR 2x GP tsb ke pekerjanya,minimal 7 hari sebelum hari H Idul Fitri, apabila tidak, agar Serikat Pekerja segera membuat pengaduan ke dinas terkait.

APAKAH KOMISARIS UTAMA PT. MAKIN MENGETAHUI TINGKAH LAKU MANAGEMEN BARU DIDALAM MENINDAS/MERAMPAS HAK PEKERJA DI MAKIN GROUP ???

Kami Pekerja Makin Group dengan situasi saat ini, terbesit pertanyaan didalam diri sendiri dan/ atau ke sesama Pekerja : "Sebenarnya semua kejadian yang sedang marak ini apakah....." Semua tindakan yang dilakukan/dikerjakan oleh Direktur Utama PT. Makin (a/n. Bpk. Daniel Widjaja) beserta Ibu Udiati, dkk selaku Managemen Baru, tanpa sepengetahuan Komisaris Utama PT. Makin (a/n. Bp. Soesilo Wonowidjojo) ?

ataukah...

Semua yang terjadi saat ini, atas persetujuan/  sepengetahuan  Komisaris Utama PT. Makin (a/n. Bpk. Soesilo Wonowidjojo) ke Direktur Utama PT. Makin (a/n. Bp. Daniel Widjaja) beserta Ibu Udiati, dkk selaku Managemen Baru untuk segera menghabisi Pekerja MAKIN GROUP ?

Tapi apabila benar Komisaris Utama PT. Makin (a/n. Bpk. Soesilo Wonowidjojo) yang mengintrusikan ke Direktur Utama PT. Makin (a/n. Bpk. Daniel Widjaja) beserta Ibu Udiati , dkk selaku Managemen Baru, maka sangat disayangkan dan sangat bertolak belakang sekali dengan Filosofi Falsafah Perusahaan yaitu Catur Dharma Perusahaan. Sama halnya kita sebagai WNI harus menjunjung tinggi Pancasila, karena Falsafah Bangsa dan Ideologi NKRI, tidak ada seorang pun yang dapat melanggar akan falsafah negara tsb. Kami Pekerja yang tergabung di MAKIN GROUP sangat menjunjung tinggi atas Falsafah Perusahaan yaitu Catur Dharma tsb. Dengan situasi saat ini, timbulah pertanyaan masih berlakukah Falsafah Perusahaan Catur Dharma Perusahaan ? Masih berlakukah Visi dan Misi Makin Group ? Masih berlakukah Kunci Sukses Makin Group ? Guna menjadi bahan Renungan kita bersama. Berikut bunyi :

Catur Dharma Perusahaan : (1). Kehidupan yang bermakna dan berfaedah bagi masyarakat luas merupakan suatu kebahagiaan hakiki ; (2). Kerja keras, ulet, jujur, sehat, dan beriman adalah prasyarat kesuksesan ; (3). Kesuksesan tidak dapat terlepas dari peranan dan kerjasama dengan orang lain ; (4). KARYAWAN ADALAH MITRA USAHA YANG UTAMA.

Bunyi Visi Makin Group adalah menjadi perusahaan nasional kelas dunia dalam pengelolaan sumber daya alam yang diakui kepedulian dan usahanya dalam mengembangkan kemampuan masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidupnya dan meningkatkan kualitas lingkungan alam.

Bunyi Misi Makin Group adalah menciptakan dan menyelenggarakan usaha pengelolaan sumber daya alam secara ekonomik dan bertanggung jawab yang mampu meningkatkan nilai bagi pemangku kepentingan dengan membangun dan mendayagunakan potensi nasional secara cerdas dan etikal.

Kunci sukses Makin Group : (1). Jujur / Dapat Dipercaya ; (2). Kualitas Kerja ; (3). Disiplin ; (4). Kerjasama ; (5). Ulet ; (6). Semangat Belajar ; (7). Peduli ; (8). Hemat ; (9). Rapih.

UUK RI No.13 Tahun 2003 Pasal 163 Ayat (1). Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja/buruh dalam hal terjadi perubahan status, penggabungan, peleburan, atau perubahan kepemilikan perusahaan dan pekerja/buruh tidak bersedia melanjutkan hubungan kerja, maka pekerja/buruh berhak atas uang pesangon sebesar 1 (satu) kali sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang perhargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan dalam Pasal 156 ayat (4) ; Ayat (2). Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja/buruh karena perubahan status, penggabungan, atau peleburan perusahaan, dan pengusaha tidak bersedia menerima pekerja/buruh di perusahaannya, maka pekerja/buruh berhak atas uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan dalam Pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak sesuai ketentuan dalam Pasal 156 ayat (4).

Peraturan Perusahaan Makin Group Tahun 2015 - 2017 Pasal 48 Uang Pisah : Ayat (1). Besarnya uang pisah ditetapkan sebagai berikut : (a). Masa kerja 5 Thn atau lebih tetapi kurang dari 10 Thn 1 bulan upah ; (b). Masa kerja 10 Thn atau lebih tetapi kurang dari 15 Thn 1.5 bulan upah ; (c). Masa kerja 15 Thn atau lebih tetapi kurang dari 20 Thn 2 bulan upah ; (d). Masa kerja 20 Thn atau lebih tetapi kurang dari 25 Thn 3 bulan upah ; (e). Masa kerja 25 Thn ke atas 4 bulan upah. Ayat (2). Uang pisah hanya diberikan kepada Karyawan yang mengundurkan diri atas keinginan sendiri serta tugas dan fungsinya tidak mewakili kepentingan pengusaha secara langsung ; Ayat (3). Uang pisah hanya diberikan kepada Karyawan yang Pemutusan Hubungan Kerjanya memenuhi persyaratan sebagaimana ditentukan dalam pasal 39 dan  46. Catatan : Pasal 39 Tentang Pemutusan Hubungan Kerja Karena Pengunduran Diri dan Pasal 46 Tentang Penyelesaian Akhir Pemutusan Hubungan Kerja.

 PERUSAHAAN-PERUSAHAAN MAKIN GROUP

Perusahaan Makin Group bersentralisasi di Jakarta, dan memiliki Unit-Unit/Cabang-Cabang perusahaan yang tersebar di daerah-daerah Provinsi di NKRI adalah sebagai berikut : (1). PT. Matahari Kahuripan Indonesia (Holding Company) di Jakarta Pusat ; (2). PT. Puri Matahari di Jakarta Pusat ; (3). PT. Hari Mahardhika Usaha (HMU) di Kediri Jatim ; (4). PT. Suryaduta Investama di Kediri Jai ; (5). PT. Antang Ganda Utama (AGU) di Butong Barut Kalteng ; (6). PT. Mata Andau Sawit Kahuripan (MASK) di Barut Kalteng ; (7). PT. Rimba Berlian Hijau (RBH) di Barut Kalteng ; (8). PT. Antang Cahaya Baru (ACB) di Barut Kalteng ; (9). PT. Katingan Indah Utama (KIU) di Kotim Kalten ; (10). PT. Intiga Prabhakara Kahuripan (IPK) di Kotim Kalteng ; (11). PT. Surya Inti Sawit Kahuripan (SISK) di Kotim Kalteng ; (12). PT. Wana Yasa Kahuripan Indonesia (WYKI) di Kotim Kalteng ; (13). PT. Mukti Sawit Kahuripan (MSK) di Kotim Kalteng ; (14). PT. Giri Rejeki Mukti Kahuripan (GRMK) di Kasongan Kalteng ; (15). PT. Krida Dharma Kahuripan (KDK) di Kasongan Kalteng ; (16). PT. Antang Permai Plywood Indristri (APPI) di Kuala Kapuas Kalteng ; (17). PT. Mulia Bhakti Kahripan (MBK) di Kalbar ; (18). PT. Sanggam  Kahuripan Indonesia (SKI) di Kaltara ; (19). PT. Sekar Abdinusa Sanggata (SAS) di Kaltara ; (20). PT. Persada Sentausa Kahuripan (PSK) di Kaltim ; (21). PT. Sabhantara Rawi Sentosa (SRS) di Kaltim ; (22). Regional Officer PT. Katingan Indah Utama (KIU) di Banjarbaru Kalsel ; (23) PT.  Mohusindo (MHD) di Banjarbaru Kalsel ; (24). PT. Pola Kahuripan Intisawit (PKIS) - di Kintap Kalsel ; (25). PT.Indoraya Everlatex (IRE) di Kintap Kalsel ; (26). PT. Produk Sawitindo Jambi (PSJ) di Jambi ; (27). PT. Puri Hijau Lestari (PHL) di Jambi ; (28). PT. Ricky Kurniawan Kertapersada (RKK) di Jambi ; (29). PT. Persada Makmur Kahuripan (PMK) di Maros Sulsel ; (30). PT. Kawanua Kahuripan Pantera (KKP) di Sulut ; (31). PT. Sumber Mukti Kahuripan (SMK); (32). PT. Mekar Karya Kahuripan (MKK) ; (33). PT. Cipta Karsa Kahuripan (CKH) ; (34). PT. Bima Energi ; (35). PT. Pandya Energi ; (36). PT. Surya Trans Perkasa (STP) ; (37). PT. Surya Bahari Perkasa (SBP) ; (38). PT. Surya Mineral Energi (SME) ; (40). PT. Agung Pesona Kahuripan (APK) ; (41). PT. Krida Dharma Kahuripan (KDK) ; (42). PT. Mulia Bhakti Kahuripan (MBK) ; (43). PT. Tenguyun Kahuripan Indonesia (TKI) ; (44). PT. Ma Jang Kie Raha Indonesia (MJKRI) ; (46). PT. Karya Agung Swasti (KAS) ; (47). PT. Kurnia Sentosa Kahuripan (KSK) ; (48). PT. Sanggam Mukti Kahuripan (SMK) ; (49). PT. Bhuana Sawit Kahuripan (BSK) ; (50). PT. Inti Hijau Kahuripan (IHK) ; (51). PT. Inti Mukti Kahuripan (IMK) ; (52).  PT. Intimung Kahuripan Indonesia (IKI) ; (53). PT. Swasti Alam Manunggal (SAM) ; (54). PT. Anugrah Inti Kahuripan (AIK) ; (55). PT. Bahana Alam Sejahtera (BAS) ; (56). PT. Bangun Krida Kahuripan (BKK) ; (57). PT. Ruhui Mitra Kahuripan (RMK) ; (58). PT. Surya Cipta Kahuripan (SCK) ; (59). PT. Wana Karya Mulya Kahuripan (WKMK) ; (60). PT. Persada Karya Kahuripan (PKK) ; (61). PT. Banyu Kahuripan Indonesia (BKI) ; (62). PT. Karsa Andalan Kahuripan (KAK) ; (63). PT. Laras Karya Kahuripan (LKK) ; (64). PT. Pandega Usaha Kahuripan (PUK) ; (65). PT. Persada Harapan Kahuripan (PHK) ; (66). PT. Bangun Mukti Kahuripan Indonesia (BMKI) ; (67). PT. Bangun Persada Kahuripan (BPK) ; (68). PT. Muaro Kahuripan Indonesia (MKI) ; (69). PT. Antang Kalimantan.

Jikalau Managemen Baru Sudah Tidak Memerlukan Tenaga Kami, Mohon Kami Diselesaikanlah Secara Manusiawi... !!!

Kami Hanya Minta Hak Kami Yaitu PHK Sesuai Dengan UUK No. 13/Thn. 2003 Pasal 163 : 2 (2 x Pesangon + 1 x Penghargaan + 15%)

Kami Pekerja Makin Group Yang Tersisa Tidak Mau Seperti Teman/Rekan Sekerja Yang Telah Di Eksekusi Dengan PHK Sepihak !

Besar Harapan kami, kiranya masih ada orang yang peduli dengan Perjuangan Pekerja Makin Group Yang Tersisa Ini !!!

Sangat miris hati mendengar pengaduan rekan-rekan Pekerja di Makin Group khususnya yang ada di PT. KIU di Sampit dan PT. AGU di Muara Tewe Kalteng... Mereka dipaksa untuk membuat pernyataan dan menerima Tali Asih.... Sebenarnya mereka masih pengen untuk bekerja, akan tetapi karena terlalu kuatnya intimidasi Pengusaha/Perusahaan, mereka kembali lagi ke meja.... dan berkata "Iya Pak saya terima pemberian tali asih". Dikarenakan ketidaktahuan para Pekerja mengenai UUK, maka dari situlah kesempatannya Pengusaha/Perusahaan membombardir mental para Pekerja yang keberadaannya di unit-unit MAKIN GROUP.

SANGAT LUAR BIASA KHAN YANG DILAKUKAN OLEH PIHAK PENGUSAHA/PERUSAHAAN MAKIN GROUP INI ?

Sangat kasihan bagi Pekerja MAKIN GROUP ! Sudah belasan bahkan puluhan tahun bekerja di MAKIN GROUP  diberlakukan begini ! Dipaksa ! Diintimidasi ! Untuk mau menerima pemberian Tali Asih yang tidak layak dan tidak sesuai dengan UUK yang berlaku

MASIH ADAKAH KEADILAN SAAT INI ?

KAMI HANYA MINTA HAK KAMI SELAKU PEKERJA DI MAKIN GROUP YANG SUDAH MENGABDI SELAMA INI !

MOHON DI PHK SESUAI KETENTUAN UUK NO.13/2003 PASAL 163 AYAT 2 KEPADA KAMI PARA PEKERJA MAKIN GROUP ! AGAR KAMI TENANG ! DAN PIHAK PENGUSAHA/PERUSAHAAN PUN TENANG DIDALAM MENJALANKAN RODA BISNISNYA !!!

Setelah Dibaca Petisi Ini !!!

Mohon kiranya dapat meng - klik tombol "Penandatangan Petisi"

Klik anda sangat berguna bagi kami para Pekerja yang masih tergabung di Makin Group



Hari ini: Dewan Pengurus Serikat Pekerja Indonesia mengandalkanmu

Dewan Pengurus Serikat Pekerja Indonesia Matahari Kahuripan Indonesia (Makin) Group membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Dirut PT. Makin "Kami Yakin didlm diri Bapak msh ada Hati Nurani Kok, Kami Mohon Kabulkanlah Permintaan Kami ini, Kami Hanya Minta Hak Kami Pak, Yang Kami Idam-idamkan selama ini Pak. Mohon kiranya selesaikanlah kami Sesuai UUK No.13/2003 Psl 163 Ayat 2"". Bergabunglah dengan Dewan Pengurus Serikat Pekerja Indonesia dan 659 pendukung lainnya hari ini.