Kami bukan boys Room Hotel !

0 telah menandatangani. Mari kita ke 15.000.


Terlepas daripada bencana wabah virus yang sedang menimpa seluruh dunia, termasuk di dalamnya negara tercinta Indonesia. Saya pribadi sangat mengapresiasi atas upaya yang telah di lakukan pemerintah, bapak Presiden dan jajarannya, tenaga kesehatan, Rumah sakit dan pihak pihak terkait yang tidak bisa di sebut satu persatu. Semua pihak yang telah bekerja keras patut di banggakan. Pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, keringat, air mata bahkan sampai nyawa.

Tetapi malam ini saya sangat bersedih, ditengah kedukaan mendalam yang terjadi, video podcast yang dilakuakan Deddy corbuzier dan bapak Achmad Yurianto, Dirjen P2P Kemenkes sangat menyayat hati.

Terlepas daripada pembahasan yang mencerdaskan masyarakat terkait wabah virus corona yang terjadi, muncul kata yang tidak pantas di katakan oleh seoranng pejabat publik P2P Kemenkes, terucapkan kata "Hotel yang boys room nya Nurse".

Saya sadar, bila bapak sedang menganalogikan sesuatu, tapi pantaskan bapak mainkan kata profesi yang sedang berduka, karena berjuang luar biasa demi corona? Keringat, air mata, keluarga bahkan nyawa kami taruhkan untuk kesehatan bersama. Kami tidak takut, kami menolak lelah, bahkan sejawat kami telah korbankan nyawanya karena corona.

Saya meminta bapak memohon maaf atas ucapan yang telah bapak sampaikan, ditengah kedukaan sejawat kami yang meninggal karena berjuang merawat pasien-pasien susp corona, teganya bapak mainkan kata profesi kami dengan analogi yang menyakiti.

Mari kita bekerja dan berjuang pada bencana corona dengan saling menghargai satu sama lain.