Dukung 5 kuliner langka khas Betawi jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia!

Masalahnya

Menurut data dari Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, sampai tahun 2014 sudah tercatat 2.652 Warisan Budaya Tak Benda yang ada di Indonesia. Karya budaya yang tercatat antara lain adalah Gabus Pucung, Nasi Uduk, Sayur Besan, Kerak Telor, Roti Buaya, dan Bir Pletok, yakni merupakan kuliner dari DKI Jakarta. Hal tersebut menunjukkan bahwa kuliner khas Betawi memiliki keunikan tersendiri yang patut dilestarikan.

Selain kuliner yg telah disebutkan di atas, terdapat 5 makanan dan minuman khas Betawi yang sudah mulai langka dan sulit ditemui, yakni Ketupat Babanci, Bubur Ase, Kue Dongkal, Sengkulun, dan Es Selendang Mayang. Kelima kuliner tersebut memiliki sejarah dan cita rasa tersendiri, sehingga patut untuk diakui sebagai "Warisan Budaya Tak Benda Indonesia" agar dapat dilestarikan keberadaannya.

Kuliner pertama adalah Ketupat Babanci, dibuat dengan 21 jenis bahan, bumbu, dan rempah langka seperti, kedaung, botor, lempuyang, temu mangga, temu kunci, bangle, dan lain-lain. Ketupat Babanci disantap bersama siraman kuah santan berisi daging sapi. Oleh karena itu, rasa sayur ini dinilai mirip dengan gulai terutama karena aroma rempahnya yang sangat khas. Keunikan lain adalah sejarah Ketupat Babanci sendiri yang konon berawal dari masakan para peranakan Betawi-Tionghoa (Babah dan Enci) dan sering disajikan oleh kebanyakan orang berada.

Kuliner kedua adalah Bubur Ase, bubur nasi dipadu dengan kuah semur daging Betawi yang legendaris. Campuran hidangannya menggunakan bahan makanan asli Betawi, seperti asinan Betawi yang dicampur dengan kerupuk Betawi. Selain itu juga dicampur dengan daging kikil dan sayur-mayur seperti kecambah. Bubur Ase memiliki rasa asin bercampur rasa segar, asin tersebut berasal dari rasa bubur yang dibuat dari campuran garam dan santan kelapa, sementara rasa asam yang segar timbul karena rasa asinan dan kuah semur.

Kuliner ketiga adalah Kue Dongkal, jajanan Betawi yang berbentuk mirip tumpeng dan terbuat dari tepung beras, sagu, gula merah, serta parutan kelapa. Kue ini dibuat dengan cara dikukus menggunakan dandang dan kerucup tumpeng. Rasa Kue Dongkal gurih dan manis, karena gula merahnya yang agak mencair dan tepung berasnya yang bertekstur lembut.

Kuliner keempat adalah Sengkulun, jajanan Betawi yang mendapat pengaruh dari kebudayaan Tionghoa. Kue yang berbahan baku beras ketan, memiliki permukaan berbintil kasar, teksturnya lunak, kenyal, dan lembut. Rasanya gurih karena santan kentalnya, dan menggunakan pemanis serta pewarna alami dari gula merah. Umumnya, orang Betawi makan Sengkulun dengan mencocolnya pada kelapa parut.

Kuliner kelima adalah Es Selendang Mayang, minuman tradisional asal Jakarta yang merupakan perpaduan antara santan, gula, es batu, dicampur dengan kekenyalan agar-agar yang terbuat dari sagu aren berwarna merah, hijau, dan putih. Warna-warna ini mirip dengan warna selendang, karena itu minuman ini disebut Selendang Mayang.

Kelima makanan dan minuman khas Betawi tersebut, sudah sulit ditemui dan dilupakan keberadaannya. Seyogyanya kelima makanan dan minuman tersebut diakui dan dilestarikan, karena merupakan warisan budaya kuliner asli Betawi yang turun-temurun. Dengan tercantum dalam daftar "Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia", Kemendikbud, maka status Ketupat Babanci, Bubur Ase, Kue Dongkal, Sengkulun, dan Es Selendang Mayang, akan meningkat bagi masyarakat Indonesia. Karena keunikan cita rasa dan sejarahnya, kelima kuliner tersebut layak menjadi simbol budaya kuliner Indonesia.

 

 

avatar of the starter
Asian Law Students' Association Local Chapter Universitas IndonesiaPembuka Petisi
Petisi ini mencapai 435 pendukung

Masalahnya

Menurut data dari Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, sampai tahun 2014 sudah tercatat 2.652 Warisan Budaya Tak Benda yang ada di Indonesia. Karya budaya yang tercatat antara lain adalah Gabus Pucung, Nasi Uduk, Sayur Besan, Kerak Telor, Roti Buaya, dan Bir Pletok, yakni merupakan kuliner dari DKI Jakarta. Hal tersebut menunjukkan bahwa kuliner khas Betawi memiliki keunikan tersendiri yang patut dilestarikan.

Selain kuliner yg telah disebutkan di atas, terdapat 5 makanan dan minuman khas Betawi yang sudah mulai langka dan sulit ditemui, yakni Ketupat Babanci, Bubur Ase, Kue Dongkal, Sengkulun, dan Es Selendang Mayang. Kelima kuliner tersebut memiliki sejarah dan cita rasa tersendiri, sehingga patut untuk diakui sebagai "Warisan Budaya Tak Benda Indonesia" agar dapat dilestarikan keberadaannya.

Kuliner pertama adalah Ketupat Babanci, dibuat dengan 21 jenis bahan, bumbu, dan rempah langka seperti, kedaung, botor, lempuyang, temu mangga, temu kunci, bangle, dan lain-lain. Ketupat Babanci disantap bersama siraman kuah santan berisi daging sapi. Oleh karena itu, rasa sayur ini dinilai mirip dengan gulai terutama karena aroma rempahnya yang sangat khas. Keunikan lain adalah sejarah Ketupat Babanci sendiri yang konon berawal dari masakan para peranakan Betawi-Tionghoa (Babah dan Enci) dan sering disajikan oleh kebanyakan orang berada.

Kuliner kedua adalah Bubur Ase, bubur nasi dipadu dengan kuah semur daging Betawi yang legendaris. Campuran hidangannya menggunakan bahan makanan asli Betawi, seperti asinan Betawi yang dicampur dengan kerupuk Betawi. Selain itu juga dicampur dengan daging kikil dan sayur-mayur seperti kecambah. Bubur Ase memiliki rasa asin bercampur rasa segar, asin tersebut berasal dari rasa bubur yang dibuat dari campuran garam dan santan kelapa, sementara rasa asam yang segar timbul karena rasa asinan dan kuah semur.

Kuliner ketiga adalah Kue Dongkal, jajanan Betawi yang berbentuk mirip tumpeng dan terbuat dari tepung beras, sagu, gula merah, serta parutan kelapa. Kue ini dibuat dengan cara dikukus menggunakan dandang dan kerucup tumpeng. Rasa Kue Dongkal gurih dan manis, karena gula merahnya yang agak mencair dan tepung berasnya yang bertekstur lembut.

Kuliner keempat adalah Sengkulun, jajanan Betawi yang mendapat pengaruh dari kebudayaan Tionghoa. Kue yang berbahan baku beras ketan, memiliki permukaan berbintil kasar, teksturnya lunak, kenyal, dan lembut. Rasanya gurih karena santan kentalnya, dan menggunakan pemanis serta pewarna alami dari gula merah. Umumnya, orang Betawi makan Sengkulun dengan mencocolnya pada kelapa parut.

Kuliner kelima adalah Es Selendang Mayang, minuman tradisional asal Jakarta yang merupakan perpaduan antara santan, gula, es batu, dicampur dengan kekenyalan agar-agar yang terbuat dari sagu aren berwarna merah, hijau, dan putih. Warna-warna ini mirip dengan warna selendang, karena itu minuman ini disebut Selendang Mayang.

Kelima makanan dan minuman khas Betawi tersebut, sudah sulit ditemui dan dilupakan keberadaannya. Seyogyanya kelima makanan dan minuman tersebut diakui dan dilestarikan, karena merupakan warisan budaya kuliner asli Betawi yang turun-temurun. Dengan tercantum dalam daftar "Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia", Kemendikbud, maka status Ketupat Babanci, Bubur Ase, Kue Dongkal, Sengkulun, dan Es Selendang Mayang, akan meningkat bagi masyarakat Indonesia. Karena keunikan cita rasa dan sejarahnya, kelima kuliner tersebut layak menjadi simbol budaya kuliner Indonesia.

 

 

avatar of the starter
Asian Law Students' Association Local Chapter Universitas IndonesiaPembuka Petisi

Pengambil Keputusan

Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI
Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI
Perkembangan terakhir petisi