BERIKAN HAK PILIH MASYARAKAT PEMEGANG FORM A5 !

0 telah menandatangani. Mari kita ke 7.500.


BERIKAN HAK PILIH MASYARAKAT PEMEGANG FORM A5 !

Tidak semua masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Republik Indonesia pada tanggal 17 April 2019, terkhusus masyarakat pemegang form A5. Masyarakat pemegang form A5 seharusnya tergolong ke dalam DPTb (Daftar Pemilih Tambahan) berhak memilih dari pukul 07.00-13.00 waktu setempat. Nyatanya, masyarakat pemegang form A5 malah diminta untuk memilih ketika hanya ada surat suara tersisa (seharusnya ini masuk ke bagian DPK (Daftar Pemilih Khusus) dikarenakan surat suara yang tidak mencukupi.

Hal ini terjadi kepada saya dan banyak masyarakat pemegang form A5 di daerah Sleman. Sejak pukul 08.00 waktu setempat di TPS 62 RT 11 RW 30 Depok, Sleman, DIY. Saya dan teman saya diminta untuk menunggu dan apabila ada surat suara tersisa barulah kami bisa memilih. Hal tersebut dikarenakan pihak KPU Sleman hanya menyetorkan nama pemegang form A5 tanpa turut menyetorkan surat suara, berdasarkan data yang kami dapat dari petugas TPS setempat. Kami kemudian pergi menemui ketua PPS Maguwoharjo. Beliau mengatakan bahwa PPS tidak menerima surat suara untuk pemegang form A5 dari KPU (terdapat sekitar 13.000 surat suara pemegang form A5 yang tidak terdistribusi ke Maguwoharjo) dan kami disarankan untuk pergi ke KPU Sleman. Sesampainya di KPU Kabupaten Sleman, pihak KPU menyatakan bahwa telah mengeluarkan surat edaran terbaru yang menyatakan setiap pemilih harus diterima untuk mendaftar. Sekembalinya kami ke TPS, kami tidak langsung diterima dan berargumen terlebih dahulu dengan petugas KPU setempat sekitar pukul 12.15. Akhirnya kami dipersilakan mendaftar dan diminta menunggu kiriman tambahan surat suara. Tidak lama, kami diminta untuk pergi ke balai desa, tempat ketua PPS, dengan penjelasan bahwa pemilihan untuk pemegang form A5 Maguwoharjo semuanya dialihkan ke sana. Sesampainya di balai desa kami tidak mendapat kepastian, bahkan kami sempat disarankan kembali ke TPS masing-masing. Sekitar pukul 18.00 waktu setempat, saya periksa kembali TPS 62 dan petugas menyatakan bahwa TIDAK ADA KIRIMAN SURAT SUARA TAMBAHAN SAMA SEKALI. 

KPU selaku penyelenggara juga tidak memberikan informasi yang jelas terkait hal ini. Alhasil, banyak masyarakat pemegang form A5 yang seolah dipaksa golput karena kehabisan surat suara (karena DPT/Daftar Pemilih Tetap diprioritaskan di TPS setempat dibandingkan dengan DPTb). Kejadian pelucutan hak pilih masyarakat ini jelas bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Pasal 43, di mana setiap warga negara berhak untuk memilih dalam pemilu.

Oleh karena itu, kami menuntut kembalinya hak pilih kami, pemegang form A5 melalui DIADAKANNYA PEMUNGUTAN SUARA KEMBALI SECEPATNYA BAGI PEMEGANG FORM A5 YANG BELUM MENGGUNAKAN HAK PILIHNYA.

Ayo tegakkan asas Pemilu Luberjurdil demi kemajuan NKRI !