DORONG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KESEHATAN SEKSUAL REPRODUKSI DI SEKOLAH WILAYAH JAKARTA!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 5.000.


DORONG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KESEHATAN SEKSUAL REPRODUKSI REMAJA YANG KOMPREHENSIF DAN WAJIB DI SMP DAN SMA WILAYAH DKI JAKARTA! 

Sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta no.31 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan kesehatan reproduksi remaja. 

Terdapat 1,8 miliar orang di dunia saat ini dalam rentang umur 10-24 tahun. Artinya, satu dari empat orang di dunia adalah remaja dan merupakan populasi remaja tertinggi yang pernah ada.

SITUASI ANAK MUDA DI INDONESIA

Anak muda Indonesia merupakan pemimpin masa depan dan Pendorong pertumbuhan, produktifitas, dan inovasi - Sehingga mereka merupakan aset terbesar Indonesia. Investasi dalam kesehatan dan kesejahteraan mereka memiliki manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Selain itu, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi di tahun 2035 - - dimana populasi anak muda di Indonesia akan mencapai 70 juta jiwa. Hal ini berarti kursi pembuat kebijakan pembangunan Indonesia akan diduduki oleh mayoritas anak muda.

Sayangnya, masih terdapat permasalahan anak muda yang dapat mengganggu mereka untuk mempersiapkan kesiapan mereka menjadi pemimpin masa depan, seperti :
> Terdapat 1,7 juta perempuan dibawah usia 24 tahun melahirkan, dan hampir 500.000 adalah remaja. Persalinan dini menyebabkan peningkatan tingkat kesuburan dan juga beban kehidupan pada remaja, keluarga dan negara
> Terdapat 5.999 kasus infeksi HIV berdasarkan Laporan Sistem Informasi HIV/AIDS Tahun 2018
> Terdapat 2.073 kasus kekerasan yang dilaporkan ke institusi pemerintah sepanjang 2018, dan sebanyak 1.750 kasus adalah kekerasan dalam pacaran

3 masalah anak muda Indonesia terkait Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR)

> Kehamilan Tidak diinginkan (KTD)
> Kekerasan Dalam Pacaran (KDP)
> Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV

ALASAN :
> Kurangnya kemampuan komunikasi asertif
> Kurangnya pengetahuan tentang HKSR
> Terbatasnya informasi dan akses ke layanan kesehatan yang ramah remaja
> Tekanan seksualitas yang dihadapi remaja karena kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi.
> Banyak persepsi yang salah tentang kesehatan reproduksi di kalangan remaja.
> Menurunkan tingkat resiko kesehatan reproduksi di remaja.
> Minimnya akses bagi remaja terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi yang benar.
> Hasil angket dan poling yang menunjukkan besarnya minat remaja untuk mendapatkan pelajaran kesehatan reproduksi di sekolah.

YANG DIBUTUHKAN ANAK MUDA :

> Pendidikan Kesehatan Seksual dan Reproduksi yang ramah remaja
> Role model (teladan) yang bertindak positif
> Dukungan dan penghargaan dari orang dewasa (guru dan orang tua)
> Layanan kesehatan yang ramah remaja

sumber : The Lancet Health Politicy Article 19 April 2017. Building the foundations for sustainable development : A case for global investment in the capabilities of adolescents. Published online http://dx.doi.org/10.1016/S0140-6736(17)30872-3