Dinas LHK dan Dinas Koperasi & UMKM Kabupaten Bogor, Yuk Ajak Pedagang Olah Sampah Organik

Masalahnya

Lagi bulan Ramadhan gini, siapa yang hobi ngabuburit sambil berburu takjil? Kalau iya, kamu nggak sendiri. Soalnya aku juga XD

 

 

Salah satu jajanan favoritku adalah pisang goreng. Aku suka jalan-jalan di sekitar rumahku di Parung sambil cari takjil favoritku ini. Apalagi yang dibikinnya on the spot alias digoreng dadakan. Wah, enak banget, dimakan pas masih panas-panas…


Sore itu, waktu mau beli pisang goreng, aku terhenti di depan gerobak pedagangnya. Agak kaget gitu. Sebabnya aku lihat si penjual lagi goreng pisang di tempat dan kulitnya dibuang gitu aja. Ditinggalin di pinggir jalan. Dan itu banyak banget. 

 

 

Sambil nerusin jalan-jalan, aku jadi tahu ternyata praktik kayak gini umum dilakukan oleh para pedagang pisang goreng. Terus, gimana itu sampah kulit pisang yang menumpuk di pinggir jalan?


Terus aku jadi kepikiran, gimana kalau kulit-kulit pisang itu dijadiin kompos? Kebetulan, nggak lama sebelumnya di suatu acara UKM-ku di kampus, kami pernah mengundang pembicara dari Kertabumi Recycling Center. Dari situ kami belajar tentang pengelolaan sampah, salah satunya mengolah sampah organik dengan mengompos.


Setelah melihat sampah kulit pisang itu, aku nyoba bikin kompos dari kulit pisang di rumah. Ternyata gak sulit, loh!

 

 

Nah, gimana kalau semua pedagang gorengan di sekitar tempatku tinggal mulai ngumpulin sampah organik mereka dan diolah jadi kompos? Hasil komposnya bisa dimanfaatkan sendiri ataupun buat dijual. Jadinya, kita bisa menghasilkan uang juga dari sampah.


Maka dari itu, aku mau ajak Dinas LHK dan Dinas Koperasi & UMKM Kabupaten Bogor buat bantu aku melaksanakan ide ini. Untuk bikin pelatihan yang berkelanjutan bagi para pedagang gorengan di Kabupaten Bogor untuk mengelola sampah organiknya dengan mengompos. Dengan begitu, Dinas LHK juga bakal terbantu dalam pengelolaan sampah. Dinas Koperasi dan UMKM juga bisa ngembangin usaha mikro dan kecil kreatif baru dari pengolahan sampah organik. Bantu aku tandatangani petisi ini, ya!

 

avatar of the starter
Dyah HastariPembuka Petisi

59

Masalahnya

Lagi bulan Ramadhan gini, siapa yang hobi ngabuburit sambil berburu takjil? Kalau iya, kamu nggak sendiri. Soalnya aku juga XD

 

 

Salah satu jajanan favoritku adalah pisang goreng. Aku suka jalan-jalan di sekitar rumahku di Parung sambil cari takjil favoritku ini. Apalagi yang dibikinnya on the spot alias digoreng dadakan. Wah, enak banget, dimakan pas masih panas-panas…


Sore itu, waktu mau beli pisang goreng, aku terhenti di depan gerobak pedagangnya. Agak kaget gitu. Sebabnya aku lihat si penjual lagi goreng pisang di tempat dan kulitnya dibuang gitu aja. Ditinggalin di pinggir jalan. Dan itu banyak banget. 

 

 

Sambil nerusin jalan-jalan, aku jadi tahu ternyata praktik kayak gini umum dilakukan oleh para pedagang pisang goreng. Terus, gimana itu sampah kulit pisang yang menumpuk di pinggir jalan?


Terus aku jadi kepikiran, gimana kalau kulit-kulit pisang itu dijadiin kompos? Kebetulan, nggak lama sebelumnya di suatu acara UKM-ku di kampus, kami pernah mengundang pembicara dari Kertabumi Recycling Center. Dari situ kami belajar tentang pengelolaan sampah, salah satunya mengolah sampah organik dengan mengompos.


Setelah melihat sampah kulit pisang itu, aku nyoba bikin kompos dari kulit pisang di rumah. Ternyata gak sulit, loh!

 

 

Nah, gimana kalau semua pedagang gorengan di sekitar tempatku tinggal mulai ngumpulin sampah organik mereka dan diolah jadi kompos? Hasil komposnya bisa dimanfaatkan sendiri ataupun buat dijual. Jadinya, kita bisa menghasilkan uang juga dari sampah.


Maka dari itu, aku mau ajak Dinas LHK dan Dinas Koperasi & UMKM Kabupaten Bogor buat bantu aku melaksanakan ide ini. Untuk bikin pelatihan yang berkelanjutan bagi para pedagang gorengan di Kabupaten Bogor untuk mengelola sampah organiknya dengan mengompos. Dengan begitu, Dinas LHK juga bakal terbantu dalam pengelolaan sampah. Dinas Koperasi dan UMKM juga bisa ngembangin usaha mikro dan kecil kreatif baru dari pengolahan sampah organik. Bantu aku tandatangani petisi ini, ya!

 

avatar of the starter
Dyah HastariPembuka Petisi
Dukung sekarang

59


Perkembangan terakhir petisi