

Desak UI Adakan SIMAK Susulan bagi Peserta yang Alami Kendala Teknis


Desak UI Adakan SIMAK Susulan bagi Peserta yang Alami Kendala Teknis
Masalahnya

Kepada pihak Universitas Indonesia yang kami hormati,
Kami, peserta SIMAK UI 2025, menyampaikan keprihatinan mendalam atas pelaksanaan ujian mandiri tahun ini yang menurut kami menyisakan banyak tanda tanya dan rasa ketidakadilan. Kami membuat petisi ini sebagai bentuk permohonan keringanan dan keadilan terhadap penyelenggaraan ujian mandiri Universitas Indonesia tahun ini. Petisi ini muncul sebagai respons atas pernyataan resmi UI bahwa kendala teknis bukan merupakan tanggung jawab panitia SIMAK.
Akibat tidak adanya kebijakan khusus untuk peserta yang terdampak gangguan teknis di luar kendali, banyak dari kami merasa tidak diberi ruang untuk menyampaikan kondisi kami, apalagi mendapatkan solusi. Kami tidak sedang mencari alasan atau menghindari ujian, kami justru sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Namun kami merasa tidak adil jika harus menanggung sepenuhnya konsekuensi dari hal-hal yang bukan kesalahan kami sendiri.
Banyak peserta telah mengikuti simulasi, mematuhi semua ketentuan teknis, bahkan harus berkeliling kota demi mencari koneksi yang stabil, atau menumpang di rumah kerabat demi jaringan yang layak. Namun semua usaha itu tidak cukup ketika gangguan teknis benar-benar terjadi pada hari–H dan tidak ada pengecualian atau penjadwalan ulang.
Berikut ini beberapa kendala yang dialami peserta SIMAK UI 2025:
1. Mati listrik serentak di Sukabumi, Bogor, dan Depok menyebabkan peserta sama sekali tidak bisa mengikuti ujian.
2. Sistem otomatis meloncat ke subtes lain meskipun waktu masih tersisa, peserta hanya kebagian 4 menit untuk Matematika Dasar.
3. Keluar masuk SEB (Safe Exam Browser) berulang kali tanpa sebab, meski sinyal dan perangkat dalam kondisi stabil.
4. Baru bisa login setelah pukul 10.00 akibat error, sehingga hanya sempat mengerjakan dua subtes.
5. Mati lampu di wilayah Medan memutus akses ke internet saat ujian sedang berlangsung.
6. Webcam/laptop error meskipun perangkat telah berhasil digunakan saat simulasi.
7. Login gagal dan sistem logout otomatis terus-menerus saat ujian dimulai.


8. Validasi wajah gagal saat simulasi, dan saat ujian muncul error pada kamera, menyebabkan peserta tidak bisa login ulang.
9. SEB sangat lambat dan terus disconnect, meski sudah ganti laptop dan koneksi lancar.

10. Akun tidak ditemukan saat login, meskipun username dan password sudah benar.

11. Setelah webcam aktif, layar hanya putih dan tidak ada respons. Peserta mencoba link alternatif (tanpa SEB) namun tetap gagal (“oopss”), dan tidak mendapat jawaban dari panitia meski sudah mencoba chat berkali-kali. Percobaan berlangsung dari jam 08.00–12.00 tanpa hasil.
12. Tidak bisa login pada sesi 1 dan tidak bisa mengakses soal sama sekali. Setelah beberapa kali mencoba dan akhirnya berhasil login, soal tetap tidak muncul. Peserta kemudian mencoba masuk di sesi 2 sembari menghubungi Humas UI dan mencoba berbagai cara hingga akhirnya bisa mengerjakan sebagian, namun hanya sempat mengisi 2,5 subtes. Ketika bertanya ke admin UI, peserta diarahkan untuk membuat laporan. Namun sebelum sempat menyelesaikannya, akun peserta justru dikeluarkan (logout) dari sistem, dan tidak mendapat tanggapan lanjutan dari pihak panitia.
Postingan:
Thread twitter dari kendala peserta SIMAK UI
Kami tahu UI bukan penyebab dari semua masalah teknis ini. Tapi kami percaya bahwa sebagai institusi pendidikan tinggi ternama, UI memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa seleksi masuk dilakukan secara adil. Ujian berbasis teknologi memang bisa mengalami kendala, namun ketika itu terjadi, semestinya ada ruang kebijakan untuk mengakomodasi peserta yang terdampak secara sah.
Untuk itu, kami memohon dengan sungguh-sungguh agar Universitas Indonesia membuka kesempatan ujian susulan SIMAK Reguler bagi peserta yang mengalami kendala teknis non-pelanggaran.
Petisi ini bukan bentuk penolakan terhadap sistem seleksi, melainkan bentuk keinginan untuk membuat proses seleksi ini lebih adil bagi semua. Harapan kami sederhana: berikan kesempatan kedua bagi mereka yang layak, namun terhalang oleh kendala di luar kendali.
Catatan:
Bersama petisi ini, peserta juga akan menyertakan dokumentasi dan tangkapan layar kendala yang dialami secara nyata, baik berupa foto layar error, riwayat logout otomatis, hingga percakapan dengan panitia yang tidak mendapat respons. Tujuannya agar suara kami tidak hanya terdengar, tetapi juga dapat diverifikasi.
Semua gambar dan informasi yang ditampilkan dalam petisi ini telah memperoleh izin dari peserta yang bersangkutan, dan hanya akan digunakan sebagai pendukung untuk menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab dan proporsional.
Hormat Kami,
Peserta SIMAK UI 2025 yang terdampak
696
Masalahnya

Kepada pihak Universitas Indonesia yang kami hormati,
Kami, peserta SIMAK UI 2025, menyampaikan keprihatinan mendalam atas pelaksanaan ujian mandiri tahun ini yang menurut kami menyisakan banyak tanda tanya dan rasa ketidakadilan. Kami membuat petisi ini sebagai bentuk permohonan keringanan dan keadilan terhadap penyelenggaraan ujian mandiri Universitas Indonesia tahun ini. Petisi ini muncul sebagai respons atas pernyataan resmi UI bahwa kendala teknis bukan merupakan tanggung jawab panitia SIMAK.
Akibat tidak adanya kebijakan khusus untuk peserta yang terdampak gangguan teknis di luar kendali, banyak dari kami merasa tidak diberi ruang untuk menyampaikan kondisi kami, apalagi mendapatkan solusi. Kami tidak sedang mencari alasan atau menghindari ujian, kami justru sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Namun kami merasa tidak adil jika harus menanggung sepenuhnya konsekuensi dari hal-hal yang bukan kesalahan kami sendiri.
Banyak peserta telah mengikuti simulasi, mematuhi semua ketentuan teknis, bahkan harus berkeliling kota demi mencari koneksi yang stabil, atau menumpang di rumah kerabat demi jaringan yang layak. Namun semua usaha itu tidak cukup ketika gangguan teknis benar-benar terjadi pada hari–H dan tidak ada pengecualian atau penjadwalan ulang.
Berikut ini beberapa kendala yang dialami peserta SIMAK UI 2025:
1. Mati listrik serentak di Sukabumi, Bogor, dan Depok menyebabkan peserta sama sekali tidak bisa mengikuti ujian.
2. Sistem otomatis meloncat ke subtes lain meskipun waktu masih tersisa, peserta hanya kebagian 4 menit untuk Matematika Dasar.
3. Keluar masuk SEB (Safe Exam Browser) berulang kali tanpa sebab, meski sinyal dan perangkat dalam kondisi stabil.
4. Baru bisa login setelah pukul 10.00 akibat error, sehingga hanya sempat mengerjakan dua subtes.
5. Mati lampu di wilayah Medan memutus akses ke internet saat ujian sedang berlangsung.
6. Webcam/laptop error meskipun perangkat telah berhasil digunakan saat simulasi.
7. Login gagal dan sistem logout otomatis terus-menerus saat ujian dimulai.


8. Validasi wajah gagal saat simulasi, dan saat ujian muncul error pada kamera, menyebabkan peserta tidak bisa login ulang.
9. SEB sangat lambat dan terus disconnect, meski sudah ganti laptop dan koneksi lancar.

10. Akun tidak ditemukan saat login, meskipun username dan password sudah benar.

11. Setelah webcam aktif, layar hanya putih dan tidak ada respons. Peserta mencoba link alternatif (tanpa SEB) namun tetap gagal (“oopss”), dan tidak mendapat jawaban dari panitia meski sudah mencoba chat berkali-kali. Percobaan berlangsung dari jam 08.00–12.00 tanpa hasil.
12. Tidak bisa login pada sesi 1 dan tidak bisa mengakses soal sama sekali. Setelah beberapa kali mencoba dan akhirnya berhasil login, soal tetap tidak muncul. Peserta kemudian mencoba masuk di sesi 2 sembari menghubungi Humas UI dan mencoba berbagai cara hingga akhirnya bisa mengerjakan sebagian, namun hanya sempat mengisi 2,5 subtes. Ketika bertanya ke admin UI, peserta diarahkan untuk membuat laporan. Namun sebelum sempat menyelesaikannya, akun peserta justru dikeluarkan (logout) dari sistem, dan tidak mendapat tanggapan lanjutan dari pihak panitia.
Postingan:
Thread twitter dari kendala peserta SIMAK UI
Kami tahu UI bukan penyebab dari semua masalah teknis ini. Tapi kami percaya bahwa sebagai institusi pendidikan tinggi ternama, UI memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa seleksi masuk dilakukan secara adil. Ujian berbasis teknologi memang bisa mengalami kendala, namun ketika itu terjadi, semestinya ada ruang kebijakan untuk mengakomodasi peserta yang terdampak secara sah.
Untuk itu, kami memohon dengan sungguh-sungguh agar Universitas Indonesia membuka kesempatan ujian susulan SIMAK Reguler bagi peserta yang mengalami kendala teknis non-pelanggaran.
Petisi ini bukan bentuk penolakan terhadap sistem seleksi, melainkan bentuk keinginan untuk membuat proses seleksi ini lebih adil bagi semua. Harapan kami sederhana: berikan kesempatan kedua bagi mereka yang layak, namun terhalang oleh kendala di luar kendali.
Catatan:
Bersama petisi ini, peserta juga akan menyertakan dokumentasi dan tangkapan layar kendala yang dialami secara nyata, baik berupa foto layar error, riwayat logout otomatis, hingga percakapan dengan panitia yang tidak mendapat respons. Tujuannya agar suara kami tidak hanya terdengar, tetapi juga dapat diverifikasi.
Semua gambar dan informasi yang ditampilkan dalam petisi ini telah memperoleh izin dari peserta yang bersangkutan, dan hanya akan digunakan sebagai pendukung untuk menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab dan proporsional.
Hormat Kami,
Peserta SIMAK UI 2025 yang terdampak
696
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 30 Juni 2025