Petition Closed
Petitioning KPUD DKI Jakarta and 7 others

Desak KPUD untuk Mengajak Kandidat Pilgub DKI Deklarasi Anti SARA

“Kemenangan (salah satu kandidat), adalah kemenangan Yahudi dan Nasrani”,

“Pribumi bersatu, kuasai Jakarta”

Ini salah satu pesan kecil yang termuat di selebaran, spanduk, video gelap, bahkan sms, bbm, dan media sosial (twitter, Facebook) yang mencemari percakapan sehat warga seputar Pilgub DKI. 

Di beberapa tempat ibadah (masjid & gereja) sempat terdengar ceramah-ceramah yang mengobarkan pertentangan SARA. Seorang penyanyi pun ikut terjebak memojokkan pasangan tertentu kandidat Gubernur. 

Dalam memilih pemimpin, lihatlah kebaikan visi, program, dan pengalaman, bukan dari kebencian Suku, Agama, Ras dan Antar-golongan (SARA).

Entah siapa pelakunya, atau apa motifnya. Kita ingin politik yang sehat. Penggunaan agama boleh sepanjang untuk kebajikan publik, bukan untuk kepentingan politis kelompok yang haus jabatan dan kekuasaan.

Untuk itu, menjelang putaran II 20 September nanti, KPUD DKI Jakarta perlu mengajak kandidat Pilgub DKI Jokowi-Ahok dan Foke-Nara untuk deklarasi bersama menolak kampanye negatif SARA dan meminta Polda menindak pelaku-pelaku penyebar isu-isu negatif berbau SARA.

Harus ada tindakan nyata penyelenggara Pemilu; KPU, Panwaslu dan kepolisian. Usut dan tindak siapa saja pelakunya. Jangan pandang bulu, bisa dari salah satu pasangan, atau bisa saja bukan dari tim kandidat mana pun. Tak boleh dibiarkan, karena bisa menjadi titik terendah dari kemerosotan politik demokrasi Indonesia. 

Petisi ini mendesak agar KPUD Jakarta menjamin terselenggaranya Pilgub DKI Jakarta secara adil beradab.  Panggil para kandidat untuk deklarasi menolak adu domba SARA, menciptakan persaingan yang sehat dan meminta polisi menegakkan hukum. 

Sebagai Ibukota Negara, Jakarta harus menyuguhkan kompetisi politik berdasarkan etika politik bukan pada politisasi negatif SARA. Hadirkan pemilu lewat partisipasi warganegara secara terhormat, bukan provokasi yang memecah belah. Ke depan, kita ingin pemimpin yang representatif, bertanggungjawab serta membawa kebajikan publik untuk warganya.


Forum Cokroaminoto:

AE Priyono (Public Virtue Institute)

Andar Nubowo (Intelektual Muda Muhammadiyah)

Anies Hidayah (Migrant Care)

Budiman Sujatmiko (Respublika)

Edwin Partogi (Eksponen 1998)

Fadjroel Rachman (Pedoman Indonesia)

Indra J Piliang (pengamat politik)

John Muhammad (Pusat Studi Kampung-Kota Univ. Trisakti)

Syafiq Alielha (Eksponen 1998, Nahdlatul Ulama)

Wahyu Susilo (Pemerhati Kebijakan Publik)

Yustinus Prastowo (Pegiat Filsafat)

Zuhairi Misrawi (Intelektual Nahdlatul Ulama)

Letter to
KPUD DKI Jakarta
Ketua KPUD DKI Jakarta, Dahliah Umar
Anggota KPUD DKI Jamaludin Faisal Hasyim
and 5 others
Outlet KPU KPU
Humas KPU Humas KPU
Anggota KPU Pusat Hadar Gumay
Anggota KPU Pusat Hadar Gumay
Anggota KPUD DKI Arief Budiman
Salam sejahtera,

Saya baru saja menandatangani petisi berikut ini tertuju kepada: Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta.

----------------
“Kemenangan (salah satu kandidat), adalah kemenangan Yahudi dan Nasrani”,

“Pribumi bersatu, kuasai Jakarta”

Inilah pesan kecil yang termuat di selebaran, spanduk, bahkan sms, bbm, dan media sosial (twitter, Facebook). Ini mencemari percakapan sehat warga seputar Pilgub DKI.

Di beberapa tempat ibadah sempat terdengar ceramah-ceramah yang mengobarkan pertentangan SARA. Seorang penyanyi pun ikut terjebak memojokkan pasangan tertentu kandidat Gubernur.

Kampanye kandidat seharusnya dinilai dari kebaikan visi, program, dan pengalaman, bukan dari kebencian Suku, Agama, Ras dan Antar-golongan (SARA).

Entah siapa pelakunya, atau apa motifnya. Kita ingin politik yang sehat. Penggunaan agama boleh sepanjang untuk kebajikan publik, bukan untuk kepentingan politis kelompok yang haus jabatan dan kekuasaan.

Untuk itu kami mendesak KPUD DKI Jakarta agar menjelang putaran II, mengajak kandidat Pilgub DKI Jokowi-Ahok dan Foke-Nara untuk menyampaikan deklarasi bersama menolak adu domba SARA, dan meneruskannya ke Sentra Gakkumku dan meminta Kepolisian menindak pelaku-pelaku penyebar isu-isu adu domba berbau SARA.

Harus ada tindakan nyata penyelenggara Pemilu; KPU, Panwaslu dan kepolisian. Usut dan tindak siapa saja pelakunya. Bisa dari salah satu pasangan, atau bisa saja bukan dari tim sukses kandidat mana pun. Tak boleh dibiarkan, karena bisa menjadi titik terendah dari kemerosotan politik demokrasi Indonesia.

Petisi ini mendesak agar KPUD Jakarta menjamin terselenggaranya Pilgub DKI Jakarta secara adil beradab. Panggil para kandidat untuk deklarasi menolak adu domba SARA, menciptakan persaingan yang sehat dan meminta polisi menegakkan hukum.

Sebagai Ibukota Negara, Jakarta harus menyuguhkan kompetisi politik berdasarkan etika politik bukan pada politisasi negatif SARA. Hadirkan pemilu lewat partisipasi warganegara secara terhormat, bukan provokasi yang memecah belah. Ke depan, kita ingin pemimpin yang representatif, bertanggungjawab serta membawa kebajikan publik untuk warganya.

Salam,

AE Priyono (Public Virtue Institute)
Andar Nubowo (Intelektual Muda Muhammadiyah)
Anies Hidayah (Migrant Care)
Budiman Sujatmiko (Respublika)
Edwin Partogi (Eksponen 1998)
Fadjroel Rachman (Pedoman Indonesia)
Indra J Piliang (pengamat politik)
John Muhammad (Pusat Studi Kampung-Kota Univ. Trisakti)
Syafiq Alielha (Eksponen 1998, Nahdlatul Ulama)
Wahyu Susilo (Pemerhati Kebijakan Publik)
Yustinus Prastowo (Pegiat Filsafat)
Zuhairi Misrawi (Intelektual Nahdlatul Ulama)