Petisi ditutup

Desak KPUD untuk Mengajak Kandidat Pilgub DKI Deklarasi Anti SARA

Petisi ini mencapai 680 pendukung


“Kemenangan (salah satu kandidat), adalah kemenangan Yahudi dan Nasrani”,

“Pribumi bersatu, kuasai Jakarta”

Ini salah satu pesan kecil yang termuat di selebaran, spanduk, video gelap, bahkan sms, bbm, dan media sosial (twitter, Facebook) yang mencemari percakapan sehat warga seputar Pilgub DKI. 

Di beberapa tempat ibadah (masjid & gereja) sempat terdengar ceramah-ceramah yang mengobarkan pertentangan SARA. Seorang penyanyi pun ikut terjebak memojokkan pasangan tertentu kandidat Gubernur. 

Dalam memilih pemimpin, lihatlah kebaikan visi, program, dan pengalaman, bukan dari kebencian Suku, Agama, Ras dan Antar-golongan (SARA).

Entah siapa pelakunya, atau apa motifnya. Kita ingin politik yang sehat. Penggunaan agama boleh sepanjang untuk kebajikan publik, bukan untuk kepentingan politis kelompok yang haus jabatan dan kekuasaan.

Untuk itu, menjelang putaran II 20 September nanti, KPUD DKI Jakarta perlu mengajak kandidat Pilgub DKI Jokowi-Ahok dan Foke-Nara untuk deklarasi bersama menolak kampanye negatif SARA dan meminta Polda menindak pelaku-pelaku penyebar isu-isu negatif berbau SARA.

Harus ada tindakan nyata penyelenggara Pemilu; KPU, Panwaslu dan kepolisian. Usut dan tindak siapa saja pelakunya. Jangan pandang bulu, bisa dari salah satu pasangan, atau bisa saja bukan dari tim kandidat mana pun. Tak boleh dibiarkan, karena bisa menjadi titik terendah dari kemerosotan politik demokrasi Indonesia. 

Petisi ini mendesak agar KPUD Jakarta menjamin terselenggaranya Pilgub DKI Jakarta secara adil beradab.  Panggil para kandidat untuk deklarasi menolak adu domba SARA, menciptakan persaingan yang sehat dan meminta polisi menegakkan hukum. 

Sebagai Ibukota Negara, Jakarta harus menyuguhkan kompetisi politik berdasarkan etika politik bukan pada politisasi negatif SARA. Hadirkan pemilu lewat partisipasi warganegara secara terhormat, bukan provokasi yang memecah belah. Ke depan, kita ingin pemimpin yang representatif, bertanggungjawab serta membawa kebajikan publik untuk warganya.


Forum Cokroaminoto:

AE Priyono (Public Virtue Institute)

Andar Nubowo (Intelektual Muda Muhammadiyah)

Anies Hidayah (Migrant Care)

Budiman Sujatmiko (Respublika)

Edwin Partogi (Eksponen 1998)

Fadjroel Rachman (Pedoman Indonesia)

Indra J Piliang (pengamat politik)

John Muhammad (Pusat Studi Kampung-Kota Univ. Trisakti)

Syafiq Alielha (Eksponen 1998, Nahdlatul Ulama)

Wahyu Susilo (Pemerhati Kebijakan Publik)

Yustinus Prastowo (Pegiat Filsafat)

Zuhairi Misrawi (Intelektual Nahdlatul Ulama)



Hari ini: Virtue mengandalkanmu

Virtue for RI membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Desak KPUD untuk Mengajak Kandidat Pilgub DKI Deklarasi Anti SARA". Bergabunglah dengan Virtue dan 679 pendukung lainnya hari ini.