Dear Ustadz dan Ustadzah, Ayo Bahas Krisis Iklim di Kajian Islam!


Dear Ustadz dan Ustadzah, Ayo Bahas Krisis Iklim di Kajian Islam!
Masalahnya
Pada saat sekolah dulu, aku pernah membuat penelitian biologi dengan mencari tahu pengaruh pertumbuhan tanaman pada jenis air yang digunakan untuk menyiramnya, dari penelitian itu aku menemukan bahwa bayam yang disiram dengan air yang diperdengarkan oleh Al-Qur’an itu lebih tumbuh dengan subur sedangkan bayam yang disiram dengan air yang diperdengarkan oleh lagu-lagu bermakna buruk itu mati. Dari situ, aku mulai berpikir “ko bisa Al-Qur’an se ngefek itu pada tumbuhan?’’
Terus setelah beberapa waktu, aku pun menonton ceramah seorang tokoh agama bernama Syekh Sulaiman Hani yang berasal dari Inggris berkata: “kalau kamu pikir kamu gak usah peduli tentang lingkungan, berarti ada yang salah dari caramu dalam memahami agama Islam”
Aku pun tumbuh ditemani dengan rasa penasaran itu sampai sekarang usiaku 17 tahun, aku malah punya kekhawatiran baru. Jadi, waktu itu tuh aku kan lagi scrolling Instagram, tiba-tiba aku ketemu sama video Greta Thunberg ngebahas tentang dampak krisis iklim yang bikin aku mikir “Untuk apa aku punya mimpi?” jika pada saat aku bisa meraihnya, bumi udah gak layak huni dan hancur, seperti misalnya si A bisa membangun rumah impiannya yang sangat bagus, tapi tiba-tiba rumahnya hancur karena gempa yang dahsyat atau banjir bandang gara-gara krisis iklim, kan jadi sia-sia.
Dan ketika aku melihat orang-orang disekitar, nggak banyak orang yang ngeh kalau krisis iklim lagi terjadi. Baik itu keluarga, tetangga dan teman-teman keliatannya nggak ngerasa ada yang salah sama keadaan sekarang. kalau ada hujan ya hujan aja, kalau ada banjir ya banjir aja, bahkan waktu denger berita soal tornado pertama di Indonesia yang terjadi di Bandung kemarin, banyak orang bilang itu hanya musibah.
Padahal, segala bencana lingkungan yang saat ini sudah kita rasakan adalah dampak dari krisis iklim. Dampak dari kerusakan lingkungan akibat industri ekstraktif dan pola hidup konsumerisme yang berlebihan.
Sebagai negara muslim terbesar di dunia, orang Indonesia bisa dikatakan memang religius karena selalu memandang segala sesuatu dengan kacamata agama. Dari situ aku berharap akan ada banyak tokoh agama yang bicara soal krisis iklim karena aku yakin pasti banyak banget orang yang bakal sadar akan keadaan bumi sekarang.
Tanggal 23 Februari lalu, MUI baru saja keluarkan fatwa yang mengharamkan segala bentuk tindakan yang menyebabkan kerusakan alam, deforestasi (penggundulan hutan), dan pembakaran hutan dan lahan yang berdampak pada krisis iklim. Sebagai anak muda, aku pikir banyak anak muda yang semangat buat join kajian-kajian Islam yang diadakan ustadz dan ustadzah ternama.
Dengan jumlah partisipan yang banyak ini, menjadi momentum yang tepat untuk menyadarkan mereka tentang pentingnya agama dalam menjaga lingkungan dan bumi kita. Di Al-Quran sendiri, ada 200 ayat yang mengajak manusia untuk menjaga lingkungan.
Lewat petisi ini, aku ingin mengajak para Ustadz dan Ustadzah, seperti Ustadz Hanan Attaki, Ustadz Felix Siauw Ustadzah Halimah Alaydrus, Ustadz Abdul Somad, Ustadz Adi Hidayat, Ustadzah Oki Setiana Dewi, Ustadz Agam Fachrul, Ustadz Khalid Basalamah, Husein Basyaiban. Untuk mulai memasukkan pengetahuan soal krisis iklim dalam ceramah.
Kalau teman-teman tahu tokoh-tokoh agama yang sudah membahas soal krisis iklim di ceramah atau kajiannya, komen juga ya di petisi ini. Mention juga nama Ustadz dan Ustadzah-nya.
Makasih ya buat teman-teman yang mau mendukung.
Ayo tobat ekologis dan jangan biarkan bumi berjuang sendirian!
Salam,
Nala Aprilia

332
Masalahnya
Pada saat sekolah dulu, aku pernah membuat penelitian biologi dengan mencari tahu pengaruh pertumbuhan tanaman pada jenis air yang digunakan untuk menyiramnya, dari penelitian itu aku menemukan bahwa bayam yang disiram dengan air yang diperdengarkan oleh Al-Qur’an itu lebih tumbuh dengan subur sedangkan bayam yang disiram dengan air yang diperdengarkan oleh lagu-lagu bermakna buruk itu mati. Dari situ, aku mulai berpikir “ko bisa Al-Qur’an se ngefek itu pada tumbuhan?’’
Terus setelah beberapa waktu, aku pun menonton ceramah seorang tokoh agama bernama Syekh Sulaiman Hani yang berasal dari Inggris berkata: “kalau kamu pikir kamu gak usah peduli tentang lingkungan, berarti ada yang salah dari caramu dalam memahami agama Islam”
Aku pun tumbuh ditemani dengan rasa penasaran itu sampai sekarang usiaku 17 tahun, aku malah punya kekhawatiran baru. Jadi, waktu itu tuh aku kan lagi scrolling Instagram, tiba-tiba aku ketemu sama video Greta Thunberg ngebahas tentang dampak krisis iklim yang bikin aku mikir “Untuk apa aku punya mimpi?” jika pada saat aku bisa meraihnya, bumi udah gak layak huni dan hancur, seperti misalnya si A bisa membangun rumah impiannya yang sangat bagus, tapi tiba-tiba rumahnya hancur karena gempa yang dahsyat atau banjir bandang gara-gara krisis iklim, kan jadi sia-sia.
Dan ketika aku melihat orang-orang disekitar, nggak banyak orang yang ngeh kalau krisis iklim lagi terjadi. Baik itu keluarga, tetangga dan teman-teman keliatannya nggak ngerasa ada yang salah sama keadaan sekarang. kalau ada hujan ya hujan aja, kalau ada banjir ya banjir aja, bahkan waktu denger berita soal tornado pertama di Indonesia yang terjadi di Bandung kemarin, banyak orang bilang itu hanya musibah.
Padahal, segala bencana lingkungan yang saat ini sudah kita rasakan adalah dampak dari krisis iklim. Dampak dari kerusakan lingkungan akibat industri ekstraktif dan pola hidup konsumerisme yang berlebihan.
Sebagai negara muslim terbesar di dunia, orang Indonesia bisa dikatakan memang religius karena selalu memandang segala sesuatu dengan kacamata agama. Dari situ aku berharap akan ada banyak tokoh agama yang bicara soal krisis iklim karena aku yakin pasti banyak banget orang yang bakal sadar akan keadaan bumi sekarang.
Tanggal 23 Februari lalu, MUI baru saja keluarkan fatwa yang mengharamkan segala bentuk tindakan yang menyebabkan kerusakan alam, deforestasi (penggundulan hutan), dan pembakaran hutan dan lahan yang berdampak pada krisis iklim. Sebagai anak muda, aku pikir banyak anak muda yang semangat buat join kajian-kajian Islam yang diadakan ustadz dan ustadzah ternama.
Dengan jumlah partisipan yang banyak ini, menjadi momentum yang tepat untuk menyadarkan mereka tentang pentingnya agama dalam menjaga lingkungan dan bumi kita. Di Al-Quran sendiri, ada 200 ayat yang mengajak manusia untuk menjaga lingkungan.
Lewat petisi ini, aku ingin mengajak para Ustadz dan Ustadzah, seperti Ustadz Hanan Attaki, Ustadz Felix Siauw Ustadzah Halimah Alaydrus, Ustadz Abdul Somad, Ustadz Adi Hidayat, Ustadzah Oki Setiana Dewi, Ustadz Agam Fachrul, Ustadz Khalid Basalamah, Husein Basyaiban. Untuk mulai memasukkan pengetahuan soal krisis iklim dalam ceramah.
Kalau teman-teman tahu tokoh-tokoh agama yang sudah membahas soal krisis iklim di ceramah atau kajiannya, komen juga ya di petisi ini. Mention juga nama Ustadz dan Ustadzah-nya.
Makasih ya buat teman-teman yang mau mendukung.
Ayo tobat ekologis dan jangan biarkan bumi berjuang sendirian!
Salam,
Nala Aprilia

332
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 1 Maret 2024